JAKARTA - Manajemen Bank Jatim secara resmi telah menetapkan tiga pilar strategi utama untuk mengantarkan institusi tersebut menjadi bank pembangunan daerah terbaik di level nasional.
Langkah berani ini diambil sebagai bentuk transformasi besar dalam memperkuat posisi daya saing perusahaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat dan sangat dinamis.
Direktur Utama Bank Jatim mengungkapkan rencana tersebut pada hari Rabu 11 Februari 2026 sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk mendominasi pasar keuangan di Indonesia.
Akselerasi Transformasi Digital Secara Masif Dan Terintegrasi
Strategi pertama yang menjadi fokus utama adalah mempercepat proses digitalisasi pada seluruh lini layanan perbankan guna memberikan kemudahan akses bagi seluruh nasabah setia di daerah.
Perusahaan terus melakukan pengembangan infrastruktur teknologi informasi agar sistem transaksi dapat berjalan lebih cepat, aman, serta mampu mengakomodasi kebutuhan gaya hidup masyarakat modern yang serba digital.
Digitalisasi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi kerja perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia secara menyeluruh.
Penguatan Sektor Kredit Dan Ekspansi Penetrasi Pasar
Pilar kedua adalah fokus pada pertumbuhan kredit yang berkualitas terutama untuk sektor usaha produktif serta pemberdayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah Jawa Timur.
Bank Jatim berkomitmen untuk memperluas jangkauan pasar dengan menghadirkan produk pinjaman yang kompetitif dan mudah diakses oleh para pelaku usaha di berbagai tingkatan skala bisnis yang ada.
Ekspansi ini tidak hanya dilakukan secara konvensional namun juga melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna memastikan penyaluran dana tepat sasaran serta memiliki dampak ekonomi yang nyata.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Budaya Kerja
Strategi ketiga yang tidak kalah penting adalah melakukan penguatan pada aspek sumber daya manusia melalui program pelatihan yang berkelanjutan serta penerapan budaya kerja profesional yang sangat tinggi.
Manajemen percaya bahwa keunggulan kompetitif sebuah bank sangat bergantung pada kompetensi pegawainya dalam mengelola aset serta memberikan solusi keuangan yang tepat bagi setiap kebutuhan unik para nasabah.
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG juga menjadi pondasi utama dalam menjalankan strategi ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja perbankan milik pemerintah daerah tersebut.
Optimisme Menjadi Pemimpin Bank Pembangunan Daerah Nasional
Dengan kombinasi tiga strategi tersebut Bank Jatim merasa sangat optimistis dapat meraih predikat sebagai BPD nomor satu yang mampu berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan.
Pemerintah provinsi selaku pemegang saham mayoritas juga memberikan dukungan penuh terhadap peta jalan ini agar Bank Jatim semakin tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang sedang berubah.
Upaya ini merupakan bukti nyata dari dedikasi perusahaan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan serta seluruh masyarakat Indonesia di masa depan nanti.