Perbankan

AI Agents Percepat Transformasi Perbankan Hibank dengan AWS

AI Agents Percepat Transformasi Perbankan Hibank dengan AWS
AI Agents Percepat Transformasi Perbankan Hibank dengan AWS

JAKARTA - Di tengah perkembangan pesat dalam kecerdasan buatan (AI), teknologi ini kini mulai menunjukkan potensi yang lebih luas, melampaui sekadar aplikasi chatbots atau sistem tanya jawab. 

Amazon Web Services (AWS) menyatakan bahwa fase berikutnya dalam penerapan AI adalah penggunaan AI agents sistem cerdas yang bisa bekerja secara mandiri, mengambil keputusan, dan melakukan tugas yang lebih kompleks di lingkungan bisnis, termasuk sektor perbankan.

AI tidak hanya menjadi alat untuk merespons pertanyaan pelanggan, tetapi telah bertransformasi menjadi agen digital yang dapat bekerja seperti anggota tim yang sesungguhnya. 

Dengan kemampuan untuk mengerti konteks organisasi dan menyelesaikan tugas secara mandiri, AI kini memungkinkan perusahaan, khususnya bank, untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan.

Penggunaan AI di Hibank untuk Transformasi Digital

Salah satu contoh penerapan AI di sektor perbankan adalah yang dilakukan oleh PT Bank Hibank Indonesia. Bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM ini mulai mengadopsi teknologi AI dalam proses transformasi mereka dari bank konvensional menuju bank digital. 

Bank yang dimiliki oleh Bank BNI ini menghadapi sejumlah tantangan besar, termasuk keterbatasan tim teknologi dan sistem legacy yang kompleks serta minimnya dokumentasi.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Hibank memilih untuk mengintegrasikan Kiro, AI agent dari AWS. Menurut Febry Indra Setyawan, Head of Tech Modernization Hibank, penggunaan Kiro dalam proses pengembangan dan modernisasi aplikasi memberikan hasil yang sangat signifikan, terutama dalam hal efisiensi. 

Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat berkat bantuan AI.

Efisiensi dan Inovasi Berkat AI Agent

Salah satu contoh nyata dari dampak efisiensi yang dirasakan Hibank adalah dalam pembuatan unit test. Sebelumnya, tim teknologi Hibank membutuhkan waktu hampir satu hari penuh untuk menyelesaikan pembuatan unit test tersebut. Namun, dengan adanya Kiro, tugas tersebut kini bisa selesai hanya dalam hitungan menit. 

Selain itu, penerapan AI juga terbukti mempercepat proses pengembangan produk, seperti yang terlihat pada Hibank Calendar Digital, sebuah proyek yang diselesaikan dalam waktu hanya lima hari, mulai dari perencanaan hingga deployment.

Transformasi ini memungkinkan Hibank untuk tidak hanya mempercepat waktu pengerjaan proyek, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam berinovasi. 

Efisiensi yang tercipta mengurangi ketergantungan pada pekerjaan repetitif dan manual, memberikan ruang bagi tim untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis dan berkualitas.

Keamanan dan Kepatuhan dalam Implementasi AI

Meski AI memberikan dampak positif yang signifikan pada efisiensi dan kecepatan, Hibank tetap menjaga aspek keamanan dan kepatuhan pada regulasi yang berlaku. 

Bank ini menegaskan pentingnya pendekatan security-first dalam pemanfaatan AI, di mana seluruh proses pengolahan data tetap mematuhi standar keamanan tinggi dan menjaga kerahasiaan data nasabah.

Keamanan menjadi perhatian utama dalam setiap langkah implementasi teknologi baru, dan Hibank telah memastikan bahwa penerapan AI tidak mengorbankan aspek ini. 

Dengan AI yang menangani tugas teknis dan operasional, nasabah tetap dapat merasa aman, sementara bank tetap menjaga standar proteksi data yang ketat. 

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun AI semakin kompleks, teknologi ini tidak mengurangi komitmen bank terhadap perlindungan informasi nasabah.

Meningkatkan Kinerja Tanpa Menggantikan Peran Manusia

Pengalaman Hibank juga menunjukkan bahwa penggunaan AI di sektor perbankan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk membantu meringankan beban pekerjaan yang bersifat repetitif dan teknis. 

Dengan demikian, AI memberikan dukungan yang memungkinkan para profesional perbankan untuk lebih fokus pada hal-hal yang lebih bernilai, seperti pengembangan layanan dan hubungan dengan nasabah.

AI bertindak sebagai alat yang memungkinkan bank untuk lebih efisien dan produktif tanpa kehilangan unsur human touch yang tetap diperlukan dalam interaksi dengan nasabah, terutama di sektor UMKM yang memerlukan pendekatan personal. 

Dengan AI menangani tugas yang lebih rutin, tim teknologi bank dapat lebih fokus pada inovasi produk dan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah.

Dampak Positif bagi Nasabah dan Industri Perbankan

Dengan adopsi AI, Bank Hibank berharap untuk terus memperbaiki layanan mereka, tidak hanya dari sisi efisiensi operasional tetapi juga dalam hal pemenuhan kebutuhan nasabah. 

Bagi nasabah, penerapan AI seperti ini memberikan kemudahan dalam akses layanan yang lebih cepat dan efisien. Kecepatan dalam menyelesaikan transaksi, pengelolaan aplikasi yang lebih optimal, dan pengurangan waktu tunggu untuk layanan teknis adalah beberapa contoh keuntungan yang akan dirasakan oleh nasabah.

Selain itu, transformasi digital ini juga diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM di Indonesia, yang menjadi fokus utama Hibank. Dengan sistem yang lebih efisien dan mudah diakses, Hibank dapat memberikan dukungan yang lebih baik kepada UMKM, memberikan akses keuangan yang lebih mudah, dan membantu mereka berkembang lebih pesat di dunia digital.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index