BCA Syariah

BCA Syariah Raih Laba Rp212 Miliar di Tahun 2025

BCA Syariah Raih Laba Rp212 Miliar di Tahun 2025
BCA Syariah Raih Laba Rp212 Miliar di Tahun 2025

JAKARTA - PT Bank BCA Syariah berhasil mencatatkan kinerja profitabilitas yang mengesankan pada tahun 2025, dengan laba bersih setelah pajak (profit after tax/PAT) mencapai Rp212 miliar. 

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 15,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kinerja positif ini tidak hanya didorong oleh peningkatan kualitas pembiayaan yang dikelola dengan hati-hati, tetapi juga oleh kenaikan pendapatan usaha yang lebih beragam.

Peningkatan laba bersih sejalan dengan perolehan margin laba yang tercatat sebesar Rp763,6 miliar pada 2025, naik 10,95% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. 

Margin laba tersebut didorong oleh kenaikan yang signifikan dalam financing income, yang mencapai Rp937,9 miliar atau meningkat 16,5% dibandingkan dengan tahun lalu. 

Keberhasilan BCA Syariah ini menunjukkan bahwa strategi pembiayaan yang dilakukan berhasil memberikan hasil yang positif dan berkelanjutan, meskipun tantangan di pasar masih cukup berat.

Pendapatan Usaha Meningkat Signifikan

Di samping pendapatan pembiayaan, BCA Syariah juga memperoleh hasil positif dari pendapatan treasury dan fee based income. Pendapatan dari aktivitas treasury tercatat sebesar Rp355,4 miliar, meningkat sebesar 25,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 Ini menunjukkan peningkatan yang baik dalam pengelolaan likuiditas dan posisi keuangan bank, yang membantu memperkuat kinerja keseluruhan bank.

Sementara itu, pendapatan dari layanan berbasis biaya (fee based income) juga mengalami lonjakan signifikan, tumbuh 34,55% menjadi Rp54,5 miliar. Hal ini mencerminkan peningkatan aktivitas transaksi dan layanan perbankan yang semakin berkembang, serta peningkatan layanan kepada nasabah yang lebih optimal. 

Secara keseluruhan, operating income BCA Syariah mencapai Rp823 miliar pada 2025, mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 12,23%, sebuah pencapaian yang cukup menggembirakan meskipun ada beberapa tantangan di sisi biaya.

Tantangan di Sisi Beban Operasional dan Dana

Namun, pencapaian laba yang positif ini tidak lepas dari tantangan dalam hal biaya operasional yang meningkat cukup signifikan. Beban operasional tercatat mencapai Rp518,6 miliar, naik 18,91% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya tenaga kerja dan biaya umum serta administrasi (G&A) yang lebih tinggi. 

Meskipun demikian, BCA Syariah berhasil menjaga kenaikan biaya ini tetap terkendali, seiring dengan upaya efisiensi operasional yang terus dioptimalkan.

Selain itu, cost of fund atau biaya dana tercatat naik menjadi Rp529,7 miliar, yang juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 32,07% secara tahunan. Kenaikan biaya dana ini seiring dengan adanya peningkatan dalam rasio pembiayaan dan penyaluran dana yang lebih agresif. 

Meskipun ada tantangan dari sisi biaya ini, bank tetap dapat menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan berkat optimasi pendapatan yang sangat baik di sisi pembiayaan dan layanan non-bunga.

Rasio Keuangan Menunjukkan Ekspansi yang Terjaga

Kinerja rasio keuangan BCA Syariah sepanjang 2025 menunjukkan ekspansi bisnis yang masih terjaga di tengah upaya penguatan infrastruktur perusahaan. 

Salah satu indikator penting yang mencerminkan ekspansi ini adalah financing to deposit ratio (FDR), yang meningkat menjadi 85,5% pada 2025, dari 81,3% pada tahun sebelumnya. 

Angka ini menunjukkan bahwa BCA Syariah semakin optimal dalam menyalurkan pembiayaan kepada nasabah, dan pembiayaan yang diberikan semakin berkualitas.

Meskipun ada beberapa peningkatan beban operasional, rasio permodalan (CAR) BCA Syariah tetap berada pada level yang sehat, yaitu 27,7%, meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan 2024. Rasio ini menunjukkan bahwa bank memiliki fondasi yang kuat dalam hal modal untuk mendukung ekspansi pembiayaan dan pengelolaan risiko.

Selain itu, dalam hal profitabilitas, bank berhasil mencatatkan return on equity (ROE) yang meningkat menjadi 6,7% pada 2025, dibandingkan dengan 5,9% pada tahun sebelumnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa bank semakin efisien dalam menghasilkan laba dari ekuitas yang dimiliki. Sementara itu, return on assets (ROA) relatif stabil di level 1,5%, yang mencerminkan pengelolaan aset yang baik dan efisien.

Efisiensi Operasional yang Perlu Ditingkatkan

Dalam hal efisiensi operasional, BCA Syariah berhasil mencatatkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 80,6%. 

Meskipun angka ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi, bank masih perlu terus berupaya untuk menurunkan rasio ini agar dapat meningkatkan profitabilitas. 

Di sisi lain, cost to income ratio (CIR) berada di level 63,0%, sebuah angka yang menunjukkan bank memiliki potensi untuk lebih mengoptimalkan efisiensi operasional dan memaksimalkan pendapatan.

Meskipun ada beberapa tantangan terkait biaya operasional, peningkatan pendapatan dari berbagai lini usaha, seperti pendapatan treasury dan fee based income, menunjukkan bahwa BCA Syariah berada pada jalur yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas jangka panjang.

Kinerja Positif yang Terus Tumbuh

Secara keseluruhan, BCA Syariah berhasil mencatatkan kinerja yang positif sepanjang 2025 dengan laba bersih yang tumbuh 15,4% dan mencapai Rp212 miliar. 

Peningkatan kualitas pembiayaan, kenaikan pendapatan usaha, serta upaya efisiensi yang terus dilakukan menunjukkan bahwa bank ini siap menghadapi tantangan di masa depan. 

Meskipun ada peningkatan beban operasional dan biaya dana, kinerja positif dari sektor pembiayaan dan layanan berbasis biaya menjadi penopang utama dalam menjaga profitabilitas bank.

BCA Syariah terus memperkuat infrastruktur dan meningkatkan rasio keuangan, yang menunjukkan adanya fondasi yang kuat untuk ekspansi lebih lanjut. Dengan langkah yang hati-hati dan pengelolaan yang efisien, BCA Syariah berada dalam posisi yang baik untuk terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index