Kemensos Salurkan Bantuan Jaminan Hidup Rp 25,8 Miliar Sumatera

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08:30 WIB
Kemensos Salurkan Bantuan Jaminan Hidup Rp 25,8 Miliar Sumatera

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menunjukkan perhatian terhadap warga yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

 Kali ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa Kemensos telah menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) senilai Rp 25,8 miliar untuk korban bencana di beberapa daerah di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terimbas oleh bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, pada Rabu.

Gus Ipul menjelaskan bahwa dana yang disalurkan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban bencana, seperti pembelian lauk-pauk atau jaminan hidup. Masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan Rp 450 ribu per orang untuk tiga bulan.

Proses Penyaluran yang Terstruktur dan Terorganisir

Proses penyaluran bantuan jadup ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang cukup terstruktur. Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan tersebut disalurkan berdasarkan data yang sudah diverifikasi dengan cermat.

 Kemensos bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah setempat, seperti bupati dan walikota, untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.

Data yang telah diverifikasi tersebut akan diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut. 

Setelah itu, Kemensos akan memproses penyaluran bantuan dengan menggunakan daftar nama yang sudah tercantum dalam surat keputusan (SK) bupati atau walikota, yang memuat informasi penting seperti "by name by address" atau data penerima secara detail. Proses ini penting untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh korban yang membutuhkan.

Tiga Skema Penyaluran Bantuan untuk Kemudahan Akses

Dalam upaya memastikan bantuan dapat diterima oleh penerima dengan cepat dan efisien, Kemensos menyiapkan tiga skema distribusi bantuan. Gus Ipul mengungkapkan bahwa bantuan bisa disalurkan melalui Bank Himbara, PT Pos Indonesia, atau langsung oleh petugas ke lapangan jika situasi mengharuskan.

1. Bank Himbara: Penyaluran melalui bank-bank Himbara merupakan salah satu cara yang dipilih untuk mempermudah akses bantuan bagi para korban, terutama di daerah yang sudah memiliki akses perbankan yang memadai.

2. PT Pos Indonesia: Skema kedua adalah melalui PT Pos Indonesia, yang berperan sebagai alternatif distribusi bagi daerah yang tidak terjangkau oleh sistem perbankan.

3. Penyaluran Langsung oleh Petugas: Jika kedua cara di atas tidak memungkinkan, bantuan akan langsung diantarkan oleh petugas Kemensos ke lokasi-lokasi terdampak.

Tentu saja, Kemensos juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan di lapangan agar bantuan tersebut bisa digunakan sesuai dengan tujuan yang dimaksudkan, yakni untuk memenuhi kebutuhan pokok korban bencana.

Bantuan Jadup Sebagai Jaminan Hidup bagi Korban Bencana

Jaminan hidup atau jadup merupakan bentuk bantuan yang diberikan pemerintah untuk menjamin kelangsungan hidup warga yang terdampak bencana. 

Dalam situasi pascabencana, banyak keluarga yang kesulitan mendapatkan bahan pangan, terlebih ketika sumber daya mereka hancur atau terganggu akibat bencana alam. 

Dengan bantuan jadup ini, Kemensos memberikan sejumlah dana yang dapat digunakan oleh penerima untuk membeli lauk-pauk dan memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tiga bulan.

Menteri Sosial juga menekankan bahwa penyaluran bantuan ini sangat penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat yang baru saja menghadapi musibah. "Bantuan ini tidak hanya soal angka, tetapi bagaimana bantuan ini bisa membantu mereka bertahan dalam situasi yang sangat sulit," ujar Gus Ipul.

Dengan total bantuan yang mencapai Rp 25.824.150.000 untuk korban bencana di empat daerah, diharapkan bisa membantu meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak. Keempat daerah tersebut meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah di Aceh, Padangsidimpuan di Sumatera Utara, serta Padang Panjang di Sumatera Barat.

Pendampingan untuk Efektivitas Bantuan

Sebagai bagian dari komitmennya untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif, Kemensos juga akan melakukan pendampingan langsung ke lapangan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan maksimal.

 "Kami akan memastikan bantuan ini diterima dengan baik oleh keluarga-keluarga yang terdampak, dan kami akan terus memantau agar bantuan ini bisa digunakan sesuai kebutuhan," tambah Gus Ipul.

Pendampingan di lapangan juga bertujuan untuk memberikan arahan kepada penerima bantuan mengenai cara menggunakan dana yang diterima dengan bijak. Hal ini penting agar bantuan jadup benar-benar memberikan dampak positif dalam memperbaiki kehidupan mereka pasca-bencana.

Terkini