BMKG Mengingatkan Masyarakat Bali Mengenai Potensi Hujan Lebat Serta Angin Kencang

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:15:56 WIB
BMKG Mengingatkan Masyarakat Bali Mengenai Potensi Hujan Lebat Serta Angin Kencang

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang disertai angin kencang di Bali pada Rabu 11 Februari 2026.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan akan melanda sebagian besar wilayah pulau dewata mulai dari pagi hingga memasuki waktu malam hari nanti.

Pihak berwenang meminta warga lokal maupun para wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan guna menghindari risiko kecelakaan akibat cuaca buruk yang terjadi saat ini.

Selain hujan dengan intensitas tinggi, pergerakan angin yang cukup kencang juga menjadi perhatian utama karena berpotensi merusak infrastruktur publik dan juga menumbangkan pohon perindang.

Wilayah Terdampak Cuaca Buruk di Seluruh Bali

Beberapa daerah seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, serta wilayah Gianyar masuk dalam zona waspada akibat sebaran awan konvektif yang cukup tebal di wilayah tersebut.

BBMKG Wilayah III Denpasar mencatat bahwa suhu udara akan berkisar pada angka 24 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tergolong cukup tinggi.

Masyarakat yang bermukim di daerah lereng perbukitan dan daerah aliran sungai diharapkan segera melakukan langkah antisipasi terhadap ancaman banjir bandang maupun tanah longsor secara tiba-tiba.

Peringatan Dini Kecepatan Angin dan Tinggi Gelombang

Kecepatan angin yang bertiup dari arah barat daya diprediksi dapat mencapai angka yang signifikan sehingga sangat berbahaya bagi aktivitas di ruang terbuka hijau.

Kondisi ini juga berdampak langsung pada stabilitas gelombang laut di perairan selatan serta perairan utara Bali yang diprediksi akan mengalami kenaikan tinggi gelombang secara drastis.

Para operator jasa penyeberangan laut dan para nelayan diminta untuk menunda aktivitas melaut jika kondisi cuaca di tengah perairan dianggap membahayakan keselamatan pelayaran nasional.

Dampak Hidrometeorologi yang Perlu Diwaspadai Warga

Hujan lebat yang turun dengan durasi lama seringkali mengakibatkan jarak pandang bagi para pengendara kendaraan bermotor menjadi sangat terbatas dan permukaan aspal menjadi sangat licin.

Selain itu, tumpukan sampah pada saluran drainase yang tidak lancar dapat memicu terjadinya genangan air di sejumlah titik jalan protokol di pusat kota wisata.

Pemerintah daerah melalui BPBD telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi di titik-titik rawan bencana guna mempercepat proses penanganan jika terjadi keadaan darurat di lapangan.

Koordinasi Intensif Antar Lembaga Penanggulangan Bencana

Sinergi antara BMKG dengan pihak pengelola bandara serta pelabuhan terus ditingkatkan untuk memberikan informasi cuaca secara real time kepada para penyedia jasa transportasi umum.

Hal ini dilakukan agar jadwal penerbangan dan pelayaran dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini demi menjamin keselamatan seluruh penumpang yang masuk maupun keluar Bali.

Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi yang dikelola oleh pemerintah pusat.

Imbauan bagi Wisatawan dan Pelaku Industri Pariwisata

Para pelaku industri pariwisata diimbau untuk memberikan edukasi kepada tamu mereka mengenai potensi bahaya cuaca ekstrem saat melakukan aktivitas wisata alam terbuka.

Wisatawan diharapkan menunda kunjungan ke destinasi wisata pantai atau pendakian gunung sementara waktu hingga kondisi atmosfer dinyatakan kembali normal oleh pihak yang berwenang.

Kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan diri menjadi faktor terpenting dalam menghadapi tantangan anomali cuaca yang sering terjadi di tengah periode musim penghujan tahun ini.

Terkini