Wamenkeu Juda Pastikan Stimulus Fiskal Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:16:21 WIB
Wamenkeu Juda Pastikan Stimulus Fiskal Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026

JAKARTA - Wamenkeu Juda menegaskan pemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Target kuartal I-2026 diupayakan meningkat dari baseline 5,5 persen menjadi 5,6 persen. Langkah ini diharapkan mampu menstimulasi aktivitas ekonomi di awal tahun.

Dorongan utama dilakukan melalui percepatan realisasi belanja negara. Stimulus difokuskan pada sektor yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian. Dengan strategi ini, pertumbuhan di kuartal I diharapkan melampaui proyeksi awal.

Juda menambahkan, stimulus konsumsi tetap menjadi pilar penting. Diskon transportasi dan bantuan sosial diprioritaskan untuk menjaga daya beli masyarakat. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Akselerasi Belanja Negara

Pemerintah menyoroti perlunya akselerasi belanja negara pada awal tahun. Selama ini, realisasi pengeluaran cenderung lambat di kuartal pertama. Percepatan belanja diharapkan menambah laju pertumbuhan sekitar 0,1 persen.

Pengeluaran diarahkan pada sektor yang cepat memberi dampak multiplikasi. Infrastruktur, bantuan sosial, dan subsidi menjadi prioritas utama. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi sekaligus menstimulasi permintaan domestik.

Selain itu, strategi belanja ini mendukung stabilitas ekonomi nasional. Dengan pengeluaran yang tepat sasaran, pemerintah berupaya mengurangi risiko perlambatan. Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan global yang masih membayangi.

Kontribusi Stimulus Terhadap Pertumbuhan

Juda menjelaskan stimulus fiskal mampu mendorong pertumbuhan kuartal I-2026. Proyeksi awal berada di angka 5,5 persen, dan akselerasi stimulus diharapkan menambah 0,1 persen. Artinya, target 5,6 persen bukan hanya angka semu, melainkan hasil dari perhitungan strategis.

Stimulus ini mencakup bantuan sosial, subsidi transportasi, dan program konsumsi lainnya. Program tersebut dirancang untuk langsung meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan begitu, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah berharap kontribusi stimulus ini terasa pada seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan permintaan domestik akan memicu aktivitas bisnis lebih luas. Dampaknya, sektor usaha kecil dan menengah dapat lebih stabil menghadapi tantangan ekonomi global.

Kinerja Ekonomi Nasional Terkini

Data menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan 5,03 persen pada 2024. Kuartal IV 2025 bahkan mencapai 5,39 persen, tertinggi sejak kuartal III 2022.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang meningkat. Stimulus fiskal senilai Rp16,23 triliun pada kuartal terakhir 2025 membantu menjaga daya beli masyarakat. Pengeluaran rumah tangga tumbuh 5,11 persen, menjadi yang tercepat dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Kinerja positif ini menunjukkan efektivitas strategi pemerintah. Stimulus yang diberikan mampu menopang ekonomi di tengah tantangan global. Sektor konsumsi domestik kembali menjadi motor pertumbuhan yang signifikan.

Prospek Pertumbuhan Kuartal I 2026

Wamenkeu Juda menekankan optimisme pemerintah pada kuartal I 2026. Berbagai langkah percepatan belanja dan program perlindungan sosial siap dijalankan. Target pertumbuhan 5,6 persen diharapkan dapat tercapai melalui kombinasi stimulus fiskal dan percepatan realisasi anggaran.

Langkah ini penting mengingat perlambatan permintaan eksternal dan risiko global masih ada. Pemerintah fokus pada pengeluaran yang memberikan efek cepat pada ekonomi domestik. Akselerasi belanja diharapkan memberi sinyal positif kepada pasar dan pelaku usaha.

Dengan strategi ini, ekonomi nasional diproyeksikan tetap kuat. Daya beli masyarakat terjaga, dan sektor usaha mendapatkan stimulus yang tepat. Pemerintah optimistis kombinasi kebijakan fiskal dan perlindungan sosial mampu mendorong pertumbuhan melebihi baseline awal.

Terkini