Perumahan

Pemkab Sintang Dukung Akses Rumah Terjangkau Melalui Program FLPP BNI

Pemkab Sintang Dukung Akses Rumah Terjangkau Melalui Program FLPP BNI
Pemkab Sintang Dukung Akses Rumah Terjangkau Melalui Program FLPP BNI

JAKARTA - Kebutuhan akan hunian layak dengan harga yang ramah di kantong kini semakin nyata bagi masyarakat Kabupaten Sintang. Menanggapi prioritas nasional dalam pemenuhan papan, Pemerintah Kabupaten Sintang menegaskan dukungannya terhadap penyediaan rumah bersubsidi. Hal ini terlihat saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, menghadiri langsung prosesi Akad Massal Perumahan yang digagas melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) oleh BNI Cabang Sintang di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa.

Langkah ini dipandang bukan sekadar transaksi perbankan biasa, melainkan sebuah lompatan besar dalam memberikan kepastian tempat tinggal bagi puluhan keluarga di Sintang. Program FLPP hadir sebagai jawaban atas tingginya angka kebutuhan rumah (backlog) dengan memberikan skema pembiayaan yang jauh lebih ringan dibandingkan kredit komersial. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang properti menjadi kunci utama di balik terwujudnya mimpi masyarakat untuk memiliki hunian pribadi.

Sinergi Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Hunian Rakyat yang Layak

Kehadiran Sekda Sintang, Kartiyus, dalam acara tersebut membawa pesan kuat mengenai komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warga. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi implementasi kebijakan pemerintah pusat yang berfokus pada pembangunan rumah terjangkau. Bagi Pemkab Sintang, kemudahan akses terhadap perumahan adalah salah satu indikator peningkatan kualitas hidup masyarakat di Bumi Senentang.

Kartiyus menegaskan bahwa Pemkab Sintang mendukung penuh kebijakan Presiden dalam menyediakan hunian bagi masyarakat luas. Ia menilai strategi pembangunan perumahan bersubsidi ini merupakan langkah yang sangat taktis dan bermanfaat secara ekonomi. “Pemkab Sintang mendukung penuh kebijakan Presiden yang membangun rumah untuk masyarakat dengan harga yang terjangkau. Membangun perumahan ini menurut saya adalah cara bisnis yang cerdas,” ungkapnya di hadapan para undangan.

Langkah Bersejarah BNI Cabang Sintang Melalui Akad Massal Perumahan

Di sisi lain, perbankan sebagai penyalur dana memegang peranan vital dalam memastikan likuiditas pembiayaan berjalan lancar. BNI Cabang Sintang melalui inisiatifnya berhasil mengumpulkan puluhan calon debitur untuk melaksanakan komitmen pembiayaan secara serentak. Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi para peserta akad yang mayoritas adalah masyarakat lokal yang telah lama mendambakan rumah sendiri.

Manajemen BNI Cabang Sintang beserta jajarannya menyambut antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Akad massal ini merupakan bagian dari upaya bank milik negara untuk mempercepat penyaluran bantuan pembiayaan perumahan. Dengan proses yang terintegrasi, masyarakat mendapatkan kemudahan dalam pengurusan administrasi hingga penandatanganan dokumen legal yang menjamin hak mereka atas kepemilikan bangunan dan tanah.

Pencapaian Pertama di Kalimantan: Sintang Jadi Pelopor FLPP Massal

Ada hal yang istimewa dalam pelaksanaan program FLPP kali ini. Menurut perwakilan dari BNI Cabang Sintang, Novachristo J Silangen, kegiatan akad massal ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di wilayah Kalimantan. Keberhasilan Sintang menjadi pionir dalam gerakan akad massal perumahan bersubsidi menunjukkan adanya kerja sama yang solid di tingkat lokal yang patut dicontoh oleh daerah lain.

Novachristo menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut, terdapat puluhan orang yang secara resmi terikat dalam perjanjian kredit perumahan. “Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BNI Cabang Sintang ini ada 50 orang yang melakukan akad kredit secara bersamaan,” jelasnya. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap skema pembiayaan yang ditawarkan oleh BNI melalui dukungan pemerintah.

Kolaborasi Strategis Antara Perbankan, Developer, dan Pemerintah

Kesuksesan penyelenggaraan akad massal ini tidak terjadi begitu saja. Di balik layar, terdapat koordinasi intensif antara lembaga perbankan dengan asosiasi pengembang (developer) yang ada di Kabupaten Sintang. Pengembang berperan dalam menyediakan unit rumah yang sesuai dengan standar kualitas dan harga yang ditetapkan dalam regulasi FLPP, sementara bank memastikan skema pembayarannya terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Novachristo J Silangen memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menyadari bahwa pencapaian ini mustahil terwujud tanpa dukungan penuh dari otoritas daerah. “Program ini di Kalimantan baru ada di Sintang ini. Dan ini berkat kerjasama dengan asosiasi developer yang ada di Sintang dan tentunya dukungan Pemkab Sintang,” tambah Novachristo. Kolaborasi tripartit ini menjadi fondasi yang kokoh dalam mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman di wilayah Sintang.

Mendorong Roda Ekonomi Daerah Melalui Sektor Properti

Secara lebih luas, dukungan Pemkab Sintang terhadap program FLPP ini diharapkan mampu memberikan dampak domino (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Sektor properti dan konstruksi dikenal sebagai sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal serta menggerakkan toko-toko bangunan dan jasa terkait lainnya. Dengan semakin banyaknya pembangunan rumah, maka aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perumahan baru juga akan tumbuh secara alami.

Selain itu, kepemilikan rumah memberikan stabilitas sosial bagi keluarga. Dengan menetap di hunian yang layak dan terjangkau, masyarakat dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anggota keluarga mereka. Inilah yang menjadi alasan mengapa Kartiyus menyebut pembangunan perumahan terjangkau sebagai "bisnis yang cerdas"—karena manfaatnya melampaui sekadar profit material, namun menyentuh aspek kemanusiaan dan pembangunan karakter bangsa.

Harapan Masa Depan bagi Ketahanan Hunian di Kabupaten Sintang

Melalui kegiatan akad massal ini, diharapkan jumlah masyarakat Sintang yang memiliki akses terhadap hunian layak akan terus meningkat setiap tahunnya. Pemkab Sintang berjanji untuk terus mempermudah proses perizinan dan memberikan dukungan regulasi yang diperlukan bagi para pengembang yang memiliki komitmen membangun rumah subsidi. Program FLPP di masa depan diharapkan tidak hanya berhenti pada 50 orang ini saja, tetapi bisa menyasar ribuan warga lainnya yang masih membutuhkan.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel My Home ini pun diakhiri dengan suasana penuh syukur dari para masyarakat yang telah menyelesaikan proses akad. Bagi mereka, tanggal 10 Februari 2026 akan menjadi hari yang selalu diingat sebagai momen di mana impian memiliki rumah sendiri akhirnya menjadi kenyataan berkat sinergi nyata antara Pemerintah, BNI, dan para pengembang properti.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index