JAKARTA - PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) memulai 2026 dengan capaian signifikan setelah berhasil mengamankan kontrak senilai Rp217 miliar dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Utama NPGF, Ujang Suparman, menilai pencapaian ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi juga indikator kuatnya kepercayaan pelanggan terhadap kualitas produk dan layanan perseroan.
“Nilai kontrak tersebut setara dengan sekitar 97% dari pendapatan perseroan tahun lalu. Hal ini memberikan visibilitas pendapatan sejak awal tahun serta mendukung perencanaan produksi dan distribusi lebih terukur,” ujar Ujang.
Produk yang tercakup dalam kontrak meliputi pupuk NPK dan formulasi nutrisi tanaman khusus yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan fase pertumbuhan kelapa sawit.
Keberhasilan NPGF memperoleh kontrak ini merupakan buah dari konsistensi perseroan dalam menjaga kualitas produk, ketepatan distribusi, serta pendekatan berfokus pada kebutuhan pelanggan. Hal ini menjadi momentum awal yang kuat untuk memulai strategi pertumbuhan sepanjang tahun 2026.
Strategi Perluasan Pasar dan Portofolio Bisnis
Kontrak ini sekaligus memperkuat portofolio bisnis NPGF di tengah pengembangan segmen agribisnis lainnya. Ujang menyatakan bahwa perolehan kontrak awal tahun ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan operasional.
“Dengan basis kontrak yang sudah terbentuk sejak awal, kami optimistis dapat meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Kami juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Ujang.
Selain itu, manajemen NPGF menegaskan bahwa kontrak senilai Rp217 miliar bukan transaksi satu kali (one-off), melainkan bagian dari pipeline penjualan berkelanjutan yang sedang dibangun. Strategi ini mendukung struktur modal kerja perseroan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Pendanaan dan Kapasitas Eksekusi yang Memadai
Untuk mendukung pelaksanaan kontrak dan ekspansi bisnis, NPGF telah memperoleh fasilitas kredit perbankan sebesar Rp54 miliar. Kombinasi antara permintaan yang solid dari sektor perkebunan serta kapasitas pendanaan yang memadai menjadi kunci bagi perseroan mengeksekusi strategi pertumbuhan secara optimal.
Dengan dukungan finansial ini, NPGF dapat memastikan kontinuitas produksi pupuk dan nutrisi tanaman sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Manajemen juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan distribusi, sehingga seluruh proses mulai dari pabrik hingga pengiriman ke lahan perkebunan berjalan lancar.
Rencana Pengembangan Pelanggan dan Segmen Agribisnis
Ke depan, NPGF akan memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting sekaligus membuka peluang kontrak baru di sektor perkebunan dan agribisnis komersial lainnya.
Perseroan menargetkan tidak hanya memperluas pangsa pasar tetapi juga meningkatkan loyalitas pelanggan melalui layanan yang konsisten dan produk berkualitas tinggi.
“Kontrak awal ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat posisi NPGF sebagai penyedia pupuk unggulan bagi industri perkebunan nasional. Kami optimistis dengan pendekatan ini, target pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 dapat tercapai,” tambah Ujang.
Selain fokus pada sektor kelapa sawit, perseroan juga mengeksplorasi peluang di segmen agribisnis lain yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
Integrasi strategi penjualan, kapasitas produksi, dan distribusi yang efisien menjadi strategi utama perseroan untuk menghadapi tantangan industri dan memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Dengan fondasi kontrak yang kuat, dukungan finansial, serta strategi pemasaran yang terukur, NPGF menegaskan posisi strategisnya dalam mendukung pertumbuhan sektor agribisnis nasional sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan secara berkesinambungan.