Indosat

Indosat Kucurkan Capex Rp13,28 Triliun Dorong Ekspansi Jaringan

Indosat Kucurkan Capex Rp13,28 Triliun Dorong Ekspansi Jaringan
Indosat Kucurkan Capex Rp13,28 Triliun Dorong Ekspansi Jaringan

JAKARTA - Langkah agresif Indosat Ooredoo Hutchison dalam memperkuat infrastruktur digital kembali terlihat sepanjang 2025. 

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan data dan konektivitas nasional, perusahaan telekomunikasi ini memilih mempercepat ekspansi jaringan dengan menggelontorkan belanja modal dalam jumlah besar. 

Strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan, tetapi juga menjaga daya saing perseroan di tengah industri telekomunikasi yang kian kompetitif.

Sepanjang 2025, PT Indosat Tbk. (ISAT) merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp13,28 triliun. Nilai tersebut mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan capex 2024 yang berada di level Rp9,93 triliun. 

Perlu dicatat, angka capex tersebut belum termasuk aset hak guna, baik pada 2025 senilai Rp7,52 triliun maupun pada 2024 sebesar Rp6,63 triliun.

Kenaikan belanja modal ini mencerminkan fokus Indosat dalam memperkuat fondasi jaringan, khususnya untuk mengantisipasi lonjakan trafik data dan kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat.

Fokus Belanja Modal untuk Bisnis Seluler

Berdasarkan data Investor Memo Indosat, sebagian besar belanja modal 2025 dialokasikan untuk bisnis seluler. Porsinya mencapai sekitar 78,6% dari total capex. Alokasi ini menegaskan bahwa penguatan layanan seluler masih menjadi prioritas utama perusahaan.

“Sekitar 78,6% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan telekomunikasi tetap,” tulis manajemen Indosat.

Selain seluler, sisa belanja modal digunakan untuk mendukung segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI), serta layanan telekomunikasi tetap. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga keseimbangan portofolio bisnis Indosat, sekaligus memperkuat ekosistem digital yang terintegrasi.

Percepatan Pembangunan Infrastruktur Jaringan

Dari sisi infrastruktur, Indosat mencatat pertumbuhan signifikan jumlah base transceiver station (BTS) sepanjang 2025. Hingga 31 Desember 2025, total BTS 4G yang dioperasikan mencapai sekitar 213.898 unit. Jumlah tersebut meningkat sekitar 18.000 BTS dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat 196.348 BTS 4G.

Tak hanya jaringan 4G, pengembangan jaringan 5G juga menjadi sorotan utama. Sepanjang 2025, Indosat mengoperasikan 6.872 BTS 5G, melonjak tajam dari hanya 107 BTS 5G pada akhir 2024. 

Akselerasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi jaringan generasi terbaru guna mendukung transformasi digital nasional.

Ekspansi jaringan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas cakupan, serta memberikan pengalaman digital yang lebih baik bagi pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.

Kinerja Keuangan Tetap Solid

Di tengah peningkatan belanja modal, kinerja keuangan Indosat tetap menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp5,5 triliun. 

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut tumbuh 12,2% secara tahunan dibandingkan Rp4,91 triliun pada periode sebelumnya.

Manajemen Indosat juga melaporkan EBITDA perseroan meningkat 0,8% year-on-year menjadi Rp26,59 triliun, dengan margin EBITDA tercatat sebesar 47,1%.

“Laba bersih tumbuh 12,2% YoY menegaskan fundamental yang solid serta komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tulis manajemen.

Kenaikan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, penurunan beban karyawan, pemasaran, serta beban lain-lain neto. Di sisi lain, terdapat kenaikan pada beban penyelenggaraan jasa, beban umum dan administrasi, serta penyusutan dan amortisasi yang turut memengaruhi struktur biaya perusahaan.

Pendapatan Tumbuh di Tengah Tantangan Industri

Sejalan dengan kinerja laba, pendapatan Indosat pada 2025 tercatat tumbuh positif meski relatif tipis. Total pendapatan mencapai Rp56,51 triliun, naik 1,1% secara tahunan dari Rp55,88 triliun pada 2024.

Pendapatan tersebut berasal dari beberapa segmen utama. Segmen seluler menyumbang Rp47,35 triliun, disusul segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) sebesar Rp8,34 triliun, serta telekomunikasi tetap senilai Rp817,6 miliar.

Berdasarkan catatan perusahaan, pendapatan seluler meningkat 0,7% secara tahunan. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan jasa nilai tambah. Sementara itu, pendapatan MIDI tumbuh 4,5% YoY berkat peningkatan layanan IT, meskipun diimbangi oleh penurunan pendapatan konektivitas tetap dan internet tetap.

Ke depan, Indosat menilai strategi penguatan jaringan dan efisiensi operasional menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Dengan belanja modal yang agresif namun terukur, perusahaan optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri telekomunikasi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index