Medco Energi Dapatkan Kontrak PSC Cendramas dari Petronas

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:06:23 WIB
Medco Energi Dapatkan Kontrak PSC Cendramas dari Petronas

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melalui anak usahanya baru-baru ini berhasil mendapatkan penunjukan untuk mengelola kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) Cendramas yang terletak di lepas pantai Malaysia. 

Surat penunjukan ini diterima oleh Medco Asia Pacific Limited, yang merupakan bagian dari Medco, dari Petroliam Nasional Berhad (Petronas), perusahaan energi negara Malaysia. 

Dengan penunjukan ini, Medco resmi menjadi operator utama dalam pengelolaan PSC Cendramas, yang diharapkan akan memberi kontribusi signifikan terhadap portofolio energi perusahaan.

Penunjukan ini juga mencakup kemitraan antara Medco Asia Pacific Limited, Dialog Resources Sdn. Bhd., dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd. 

Ketiga perusahaan ini akan bersama-sama berkolaborasi untuk mengelola dan mengoptimalkan aset yang ada di dalam kontrak PSC Cendramas. 

Pengumuman ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Medco untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas operasionalnya di sektor minyak dan gas, serta memperkuat hubungan kerja sama internasional dengan perusahaan besar seperti Petronas.

Terima Kasih kepada Petronas atas Kepercayaan yang Diberikan

Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Petronas atas kepercayaan yang diberikan untuk menetapkan Medco Asia Pacific Limited sebagai operator PSC Cendramas. 

Dalam pernyataannya, Hilmi mengungkapkan bahwa Medco berharap dapat bekerja sama secara erat dengan Petronas, Dialog Resources, dan EnQuest untuk menjalankan kegiatan operasi yang aman dan efisien. 

Fokus utama mereka adalah memaksimalkan nilai yang dapat dihasilkan dari aset ini, sambil memastikan bahwa operasi berjalan dengan standar keamanan dan keandalan yang tinggi.

"Kepercayaan yang diberikan oleh Petronas sangat berarti bagi kami, dan kami berharap dapat menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan semua mitra untuk mengelola aset ini dengan sebaik-baiknya," ujar Hilmi. 

Komitmen ini juga mencerminkan tekad Medco untuk terus berinovasi dan beroperasi dengan prinsip-prinsip yang berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Penunjukan Tunduk pada Persyaratan Petronas

Meski telah menerima penunjukan sebagai operator PSC Cendramas, manajemen Medco menyebutkan bahwa pelaksanaan kontrak ini tetap akan tunduk pada peraturan dan persyaratan yang ditetapkan oleh Petronas.

 Termasuk di dalamnya adalah pelaksanaan PSC yang mengatur pembagian hasil dan Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating Agreement) yang akan menjadi dasar operasional. Selain itu, ada juga persyaratan lain yang harus dipenuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan proyek tersebut.

Medco juga menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan administratif dan operasional dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya, sambil tetap berpegang pada prinsip keamanan dan keberlanjutan dalam setiap tahap operasional proyek.

 Dalam hal ini, Medco berkomitmen untuk menjalankan setiap kegiatan sesuai dengan standar industri internasional, guna mencapai hasil yang maksimal baik untuk perusahaan maupun untuk kemaslahatan masyarakat.

Target Produksi dan Proyek Baru Menjadi Pendorong Pertumbuhan

Selain pencapaian baru ini, Medco Energi juga mengumumkan target produksi yang ambisius untuk tahun 2026. Perusahaan menargetkan produksi antara 165.000 hingga 170.000 barel setara minyak per hari (boepd), yang akan menjadi tingkat produksi tertinggi mereka. 

CEO Medco Energi, Roberto Lorato, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, perusahaan sudah berhasil mencatatkan produksi migas rata-rata sebesar 156.000 boepd, yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada level 152.000 boepd.

Pencapaian ini didukung oleh beberapa proyek baru yang sedang berjalan, seperti proyek di Blok B Natuna dan peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor, yang telah menjadi bagian dari portofolio perusahaan sejak akuisisi Fortuna International dari Repsol E&P. 

Peningkatan kepemilikan di PSC Corridor yang kini mencapai 70% diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap produksi migas Medco. 

Pada kuartal IV tahun 2025, produksi migas MEDC bahkan mencapai puncaknya dengan produksi sebanyak 178.000 boepd, dengan rata-rata produksi pada kuartal tersebut mencapai 176.000 boepd.

Strategi Pengembangan dan Keunggulan Operasional

Medco Energi berfokus pada pengembangan dan pengelolaan proyek migas yang dapat memberikan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip keunggulan operasional. Roberto Lorato menekankan pentingnya penciptaan nilai yang berkelanjutan melalui pertumbuhan yang sehat dan inovatif, serta disiplin dalam pengelolaan modal.

 Dalam hal ini, Medco juga berharap dapat terus meningkatkan kemampuan operasionalnya untuk mencapai target produksi yang lebih tinggi di masa depan.

Sementara itu, penerimaan kontrak PSC Cendramas ini menjadi langkah strategis bagi Medco untuk memperkuat jejak internasionalnya dan meningkatkan portofolio proyek-proyek internasional. 

Kerja sama dengan Petronas dan mitra-mitra lainnya diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia melalui kontribusi pajak, lapangan kerja, dan peningkatan ekonomi yang lebih luas.

Terkini