Basket

Kevin Durant Siap Hadapi Tantangan Tim Dunia di NBA All-Star 2026: Format OGs Lawan Kekuatan Global

Kevin Durant Siap Hadapi Tantangan Tim Dunia di NBA All-Star 2026: Format OGs Lawan Kekuatan Global
Kevin Durant Siap Hadapi Tantangan Tim Dunia di NBA All-Star 2026: Format OGs Lawan Kekuatan Global

JAKARTA - Kevin Durant secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menerima tantangan besar dari Tim Dunia dalam ajang NBA All-Star 2026 yang akan segera bergulir akhir pekan ini di Intuit Dome, Los Angeles.

Pernyataan ini muncul menyusul perubahan format revolusioner yang diterapkan NBA tahun ini, yaitu pertarungan antara bintang-bintang Amerika Serikat (USA) melawan jajaran pemain internasional terbaik (World). Durant, yang kini membela Philadelphia Suns, memandang format baru ini sebagai ujian nyata bagi dominasi pemain veteran AS di tengah gempuran talenta global yang semakin mendominasi liga.

Bintang berusia 37 tahun tersebut menyoroti komposisi timnya, "USA Stripes," yang diisi oleh para pemain legendaris atau yang ia sebut sebagai kelompok "OGs" (Original Gangsters). Bergabung bersama LeBron James (Lakers) dan Kawhi Leonard (Clippers), Durant merasa timnya mewakili standar emas basket Amerika yang siap diuji oleh tim "World" yang dipimpin oleh raksasa seperti Nikola Jokic, Luka Doncic, dan Victor Wembanyama.

"Kalian seharusnya sudah tahu bahwa mereka akan menempatkan semua pemain veteran di tim yang sama. Saya melihat tim kami sebagai kelompok 'OGs' melawan para pemain muda AS (USA Stars) dan melawan Tim Dunia," ujar Durant dalam sebuah video resmi NBA yang dirilis pada Rabu, 11 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa dirinya sangat antusias untuk melihat bagaimana pengalaman dan teknik para veteran tetap mampu bersaing dengan fisik serta inovasi gaya bermain internasional.

NBA All-Star 2026 sendiri akan berlangsung mulai Jumat, 13 Februari hingga puncaknya pada Minggu, 15 Februari (Senin pagi WIB). Format pertandingan tahun ini menggunakan sistem round-robin mini yang melibatkan tiga tim: USA Stripes (veteran), USA Stars (pemain muda), dan Team World. Ketiga tim tersebut akan saling berhadapan dalam pertandingan berdurasi 12 menit sebelum dua tim terbaik bertemu di partai final.

Daftar Roster NBA All-Star 2026: Pertarungan Legenda vs Kekuatan Global

Penyusunan tim tahun ini memang sengaja dibuat untuk memicu kembali gairah kompetitif para pemain. Tim USA Stripes yang dihuni Durant dianggap sebagai favorit karena faktor pengalaman, namun Team World datang dengan status "monster" setelah empat musim terakhir gelar MVP NBA selalu jatuh ke tangan pemain non-Amerika.

Berikut adalah komposisi utama tim yang akan bertanding:

USA Stripes (The OGs): Kevin Durant, LeBron James, Stephen Curry, Kawhi Leonard, Jaylen Brown, Jalen Brunson, Donovan Mitchell, dan Norman Powell.

USA Stars (The YGs): Anthony Edwards, Tyrese Maxey, Devin Booker, Chet Holmgren, Scottie Barnes, Cade Cunningham, Jalen Duren, dan Jalen Johnson.

Team World (The Globals): Giannis Antetokounmpo, Nikola Jokic, Luka Doncic, Shai Gilgeous-Alexander, Victor Wembanyama, Jamal Murray, Pascal Siakam, dan Karl-Anthony Towns.

Kembalinya Durant ke panggung All-Star untuk ke-16 kalinya membuktikan bahwa ia belum kehilangan sentuhannya sebagai salah satu pencetak poin paling mematikan dalam sejarah. Tantangan melawan Tim Dunia dianggap Durant sebagai momen yang tepat untuk menunjukkan bahwa "penjaga lama" basket Amerika Serikat masih memiliki kemampuan untuk meredam ambisi para pemain internasional yang sedang berada di puncak performa mereka.

Visi NBA: Mengembalikan Gengsi All-Star Lewat Rivalitas Antar Negara

Komisioner NBA Adam Silver sebelumnya menyatakan bahwa perubahan format menjadi "USA vs World" adalah jawaban atas kritik penggemar mengenai kurangnya intensitas dalam pertandingan All-Star beberapa tahun terakhir. Dengan membawa semangat persaingan internasional seperti di Olimpiade, liga berharap para pemain tampil dengan energi seratus persen demi harga diri bangsa dan wilayah asal mereka.

Durant, yang dikenal sangat vokal di media sosial, sempat membalas kritik kritikus olahraga Stephen A. Smith yang menyebut format ini sebagai "kesempatan terakhir" bagi All-Star. Durant menyebut pandangan tersebut terlalu "dramatis" dan justru menekankan bahwa para pemain selalu ingin menang, terutama saat berhadapan dengan rekan sejawat yang memiliki reputasi besar di tingkat global.

Ajang NBA All-Star 2026 di Intuit Dome ini juga menandai debut markas baru Los Angeles Clippers tersebut sebagai tuan rumah acara olahraga skala besar. Dengan dukungan teknologi mutakhir di arena tersebut dan antusiasme Durant menghadapi tantangan internasional, akhir pekan All-Star tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling berkesan dalam satu dekade terakhir bagi sejarah basket dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index