JAKARTA - Sektor perbankan mikro nasional tengah menghadapi tantangan besar yang sering disebut sebagai fase "musim gugur" bagi Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Namun, di tengah kondisi yang penuh tekanan tersebut, PT BPR Cirebon Jabar (BCJ) yang merupakan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Cirebon justru menunjukkan anomali positif. Perbankan plat merah daerah ini berhasil mencatatkan rapor hijau dan membuktikan bahwa fungsi intermediasi tetap dapat berjalan optimal meski banyak pemain di industri serupa mengalami perlambatan.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi ekosistem keuangan mikro di Jawa Barat, khususnya di wilayah Cirebon. Ketangguhan operasional yang ditunjukkan oleh BPR Cirebon Jabar memberikan sinyal bahwa manajemen risiko yang tepat dan kepercayaan masyarakat lokal menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
Pertumbuhan Kredit di Tengah Perlambatan Nasional
Salah satu indikator utama kesehatan sebuah bank adalah kemampuannya dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat. PT BPR Cirebon Jabar (BCJ) milik Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat penyaluran kredit sebesar Rp279 miliar sepanjang 2025. Realisasi kredit tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan terjadi saat aktivitas sebagian bank perkreditan rakyat (BPR) di berbagai daerah menunjukkan tren perlambatan.
Direktur Operasional BPR Cirebon Jabar Dini Rahmawati menyampaikan hingga akhir Desember 2025 total kredit yang disalurkan bank mencapai Rp279 miliar, atau naik 7,31% YoY dari Rp260 miliar pada 2024. Penyaluran kredit tersebut mencerminkan fungsi intermediasi perbankan daerah yang masih berjalan di tengah kondisi sektor keuangan mikro yang menghadapi tekanan. Pertumbuhan ini menandakan bahwa permintaan modal usaha di tingkat lokal masih sangat dinamis dan mampu diserap dengan baik oleh bank.
Ekspansi Aset dan Peningkatan Kepercayaan Nasabah
Selain performa kredit yang solid, struktur neraca keuangan BPR Cirebon Jabar juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Peningkatan aset bank menjadi indikator bahwa perusahaan sedang dalam fase ekspansi yang sehat. Selain kredit, kinerja keuangan BPR Cirebon Jabar juga tercatat mengalami pertumbuhan pada sejumlah indikator. Total aset bank meningkat dari Rp443 miliar pada 2024 menjadi Rp476 miliar pada 2025.
Kepercayaan masyarakat terhadap keamanan simpanan di bank ini juga terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga. Sementara dana simpanan nasabah naik dari Rp376 miliar menjadi Rp392 miliar pada periode yang sama. Kenaikan simpanan ini sangat krusial di tengah isu likuiditas yang sering menerpa industri BPR, menunjukkan bahwa posisi BPR Cirebon Jabar di mata nasabah tetap terjaga dengan baik.
Normalitas Operasional dan Stabilitas Keuangan
Manajemen memastikan bahwa seluruh aktivitas perbankan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga stabilitas jangka panjang. Dini mengatakan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas operasional bank masih berlangsung normal. Hal ini penting untuk ditegaskan guna menjaga sentimen positif di pasar keuangan daerah.
Kinerja keuangan hingga Desember 2025 menunjukkan peningkatan dari sisi aset, kredit, dan simpanan, Kesinambungan antara pertumbuhan aset dan penyaluran kredit menjadi bukti bahwa bank mampu mengelola sumber daya finansialnya secara efisien meskipun berada dalam lingkungan bisnis yang menantang.
Lonjakan Laba Bersih yang Signifikan
Kejutan terbesar dari laporan keuangan tahun 2025 milik BPR Cirebon Jabar adalah perolehan laba bersih yang tumbuh melampaui ekspektasi. Dari sisi laba, BPR Cirebon Jabar mencatat lonjakan pada 2025. Laba bersih tercatat sebesar Rp20,19 miliar, meningkat signifikan dibandingkan laba tahun 2024 yang berada di angka Rp8,15 miliar.
Meskipun terjadi lompatan keuntungan yang mencapai lebih dari dua kali lipat, manajemen bank memilih untuk tetap fokus pada penguatan internal tanpa merinci secara mendalam mengenai faktor-faktor pendorong kenaikan tersebut. Namun, angka-angka ini secara implisit menggambarkan adanya efisiensi operasional atau keberhasilan strategi penagihan dan pengelolaan portofolio kredit yang sangat efektif sepanjang tahun buku 2025.
Dengan performa yang tetap solid di tengah bayang-bayang krisis industri BPR secara nasional, BPR Cirebon Jabar memposisikan diri sebagai pilar ekonomi yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi BPR lain untuk melakukan pembenahan internal demi menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan mikro di Indonesia.