JAKARTA - Bank Central Asia atau BCA secara resmi telah merilis rincian tabel angsuran terbaru bagi para pelaku usaha kecil melalui program Kredit Usaha Rakyat.
Skema pinjaman dengan plafon sebesar 250 juta rupiah ini dirancang untuk memberikan dukungan modal kerja yang sangat terjangkau bagi pelaku UMKM nasional.
Pemerintah bersama pihak perbankan menetapkan suku bunga rendah yang sangat kompetitif guna membantu stabilitas ekonomi di tingkat masyarakat akar rumput di Indonesia.
Program ini memberikan pilihan jangka waktu pengembalian yang sangat fleksibel mulai dari 12 bulan hingga maksimal mencapai 60 bulan bagi seluruh nasabah terpilih.
Rincian Tabel Cicilan Bulanan Untuk Plafon 250 Juta Rupiah
Bagi debitur yang mengambil tenor satu tahun, estimasi angsuran bulanan berada di angka sekitar 21,5 juta rupiah untuk melunasi seluruh total pinjaman modal.
Jika nasabah memilih jangka waktu tiga tahun, maka beban cicilan akan menurun menjadi kisaran 7,6 juta rupiah setiap bulannya selama periode kontrak kredit berlangsung.
Tenor terlama yakni lima tahun memberikan keringanan cicilan bulanan yang paling rendah yaitu berada pada angka sekitar 4,8 juta rupiah bagi para nasabah.
Pilihan tenor yang beragam ini memungkinkan para pelaku usaha untuk menyesuaikan kemampuan bayar dengan arus kas operasional bisnis yang sedang mereka jalankan saat ini.
Persyaratan Dokumen Utama Pengajuan Kredit Usaha Rakyat Tahun 2026
Calon debitur diwajibkan menyertakan dokumen identitas diri berupa KTP elektronik, Kartu Keluarga, serta Nomor Pokok Wajib Pajak untuk pengajuan di atas 50 juta rupiah.
Selain identitas pribadi, bukti legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha atau Surat Keterangan Usaha dari kelurahan setempat menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi.
Pihak bank juga mensyaratkan bahwa usaha yang diajukan minimal telah berjalan secara aktif dan produktif selama kurun waktu enam bulan berturut-turut tanpa terputus.
Kelengkapan dokumen yang akurat akan sangat menentukan kecepatan proses verifikasi serta peluang persetujuan kredit oleh tim analis dari bank sentral swasta tersebut.
Prosedur Dan Tahapan Pengajuan Pinjaman Modal Melalui Layanan Digital
Proses permohonan dapat dilakukan secara praktis melalui platform web resmi BCA guna memudahkan masyarakat dalam mengakses bantuan pembiayaan tanpa harus mengantre lama.
Setelah pengisian formulir digital selesai, petugas bank akan segera melakukan survei lapangan untuk melihat secara langsung kondisi nyata dari lokasi usaha yang dikelola nasabah.
Kepastian mengenai persetujuan pinjaman biasanya akan diberikan dalam waktu singkat setelah seluruh data diverifikasi dan dinyatakan layak sesuai dengan kriteria perbankan yang berlaku.
Sistem digitalisasi ini memberikan transparansi penuh bagi calon debitur dalam memantau sejauh mana status pengajuan kredit mereka sedang diproses oleh pihak manajemen bank.
Manfaat Strategis Pembiayaan Bagi Keberlanjutan Usaha Mikro Dan Kecil
Penyaluran dana segar sebesar 250 juta rupiah diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansi kapasitas produksi maupun diversifikasi produk unggulan.
Dukungan finansial dari sektor perbankan merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dan dinamis.
Pemerintah terus memantau efektivitas penyaluran kredit ini agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja baru di berbagai daerah Indonesia.
Integrasi antara kemudahan akses modal dan pendampingan bisnis menjadi pilar penting bagi kemajuan sektor ekonomi kerakyatan yang tangguh di masa depan yang akan datang.
Informasi mengenai rincian cicilan ini dipublikasikan pada Rabu 11 Februari 2026 sebagai panduan bagi masyarakat yang ingin merencanakan pengembangan usaha melalui jalur kredit perbankan.
Perlu diperhatikan bahwa besaran angka angsuran yang tercantum merupakan simulasi estimasi dan dapat berubah sesuai dengan kebijakan terbaru serta tanggal pencairan dana pinjaman tersebut.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan proses pengajuan kredit dengan meminta imbalan tertentu di luar prosedur resmi perbankan nasional.
Diharapkan dengan adanya transparansi informasi ini, para pelaku usaha kecil dapat mengambil keputusan finansial yang tepat demi kemajuan bisnis mereka secara berkelanjutan dan sehat.