4 Manfaat "Daun Surga" Kratom Kalimantan yang Populer

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:56:35 WIB
4 Manfaat "Daun Surga" Kratom Kalimantan yang Populer

JAKARTA - Kratom, yang dikenal dengan julukan “daun surga”, kini telah menjadi komoditas yang diminati di berbagai belahan dunia, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Meski memiliki berbagai manfaat kesehatan, status kratom masih menuai kontroversi di Indonesia. 

Tanaman yang berasal dari Kalimantan ini terus mencuri perhatian karena potensinya dalam pasar global, serta menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak petani di daerah penghasil. 

Namun, di balik peluang ekonomi ini, muncul pula kekhawatiran terkait regulasi dan dampak kesehatan dari konsumsi kratom.

Kratom dan Permintaan Ekspor yang Meningkat

Kratom yang berasal dari Kalimantan memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian lokal. Indonesia adalah produsen utama kratom di dunia, bahkan pada tahun 2023, Indonesia berhasil mengekspor lebih dari 4.600 ton tanaman ini dengan nilai ekspor sekitar US$ 9,15 juta. 

Sebagian besar kratom Indonesia dipasok ke Amerika Serikat, di mana tanaman ini digunakan sebagai bahan herbal alternatif yang dipercaya dapat meningkatkan energi, vitalitas, dan bahkan membantu meredakan stres.

Di pasar global, kratom digemari karena manfaatnya yang beragam, yang mengarah pada peningkatan permintaan ekspor. Sebagai contoh, masyarakat AS membeli kratom dalam jumlah besar, baik secara langsung di toko fisik maupun melalui platform online, membuatnya menjadi industri bernilai miliaran dolar. 

Tidak hanya itu, produk kratom kini juga dapat ditemukan di berbagai tempat, termasuk minimarket, toko serba ada, dan bahkan bar.

Pengolahan Kratom dan Manfaatnya

Kratom berasal dari pohon Mitragyna speciosa yang tumbuh subur di wilayah Kalimantan. Tanaman ini, yang masih termasuk dalam keluarga kopi, telah digunakan selama ratusan tahun di Asia Tenggara, terutama untuk tujuan pengobatan tradisional. 

Kratom memiliki berbagai bentuk olahan yang bervariasi, mulai dari teh hingga kapsul. Selain itu, daun kratom juga dapat dihisap layaknya tembakau.

Berikut beberapa manfaat utama kratom menurut penelitian dan pengakuan pengguna:

1. Meredakan Nyeri Kronis

Kratom sering digunakan untuk meredakan nyeri, terutama nyeri kronis. Senyawa aktif dalam kratom, seperti 7-hydroxymitragynine, terbukti 13 kali lebih kuat dibandingkan morfin dalam mengatasi rasa sakit. 

Senyawa ini bekerja dengan menempel pada reseptor opioid di otak, memberikan efek yang mirip dengan obat-obatan penghilang rasa sakit.

2. Mengatasi Depresi dan Kecanduan Opioid

Kratom dipercaya bisa membantu meredakan depresi dan juga memiliki potensi dalam mengatasi kecanduan opioid. Karena kemampuannya untuk mengurangi gejala penarikan pada pengguna obat terlarang, kratom kini mulai digunakan sebagai suplemen alternatif dalam program pemulihan kecanduan.

3. Peningkatan Energi dan Vitalitas

Penggunaan kratom secara tradisional juga bertujuan untuk meningkatkan energi dan vitalitas. Tanaman ini dapat memberikan dorongan energi yang cukup bagi pengguna, yang menyebabkan popularitasnya di kalangan mereka yang membutuhkan peningkatan stamina atau kewaspadaan.

4. Meringankan Diare dan Kram Otot

Kratom juga diketahui efektif untuk meredakan gejala diare dan kram otot. Penggunaannya dalam dosis rendah dipercaya dapat membantu memperlancar pencernaan dan meredakan gejala-gejala tersebut tanpa efek samping yang merugikan.

Status Legalisasi Kratom yang Kontroversial

Di sisi lain, meskipun kratom memiliki banyak manfaat kesehatan, legalitasnya masih menjadi perdebatan, baik di tingkat domestik maupun internasional. Di Amerika Serikat, meskipun permintaan terhadap kratom terus meningkat, statusnya masih belum mendapat persetujuan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). 

Situasi ini menambah ketidakpastian mengenai masa depan peredaran kratom di pasar tersebut, meskipun industri berbasis kratom diperkirakan bernilai lebih dari US$ 1 miliar di AS.

Di Eropa dan Asia, beberapa negara seperti Jepang dan Jerman telah memberikan izin penggunaan terbatas terhadap kratom. Sementara itu, India memiliki kebijakan yang lebih longgar dan menjadi salah satu pasar terbesar untuk ekspor kratom. 

Hal ini menciptakan tantangan bagi Indonesia sebagai negara penghasil utama, yang harus memastikan kualitas produk kratom agar memenuhi standar yang terus berkembang di pasar global.

Kratom dan Tantangan Regulasi di Indonesia

Di Indonesia, meskipun kratom sudah mendapat izin untuk diekspor berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 dan 21 Tahun 2024, perdagangan domestiknya masih menjadi isu. 

Hingga saat ini, belum ada aturan khusus yang mengatur peredaran kratom di pasar dalam negeri, meskipun tanaman ini telah dibebaskan dari status narkotika golongan 1 setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan pemerintah.

Menteri Perdagangan Indonesia, Budi Santoso, menjelaskan bahwa meskipun kratom sudah diperbolehkan untuk diekspor, peredaran domestiknya masih belum diatur secara formal. 

Meskipun demikian, status legalitasnya di Indonesia tidak menghalangi perkembangan ekspor kratom yang terus meningkat. Bahkan, kratom yang sebelumnya terlarang kini diakui sebagai komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi daerah penghasil dan devisa negara.

Terkini