Obligasi dan Deposito Jadi Investasi Aman Pilihan Investor

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:55:38 WIB
Obligasi dan Deposito Jadi Investasi Aman Pilihan Investor

JAKARTA - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pasar yang meningkat, investor konservatif semakin mengandalkan instrumen aman seperti obligasi negara (Surat Berharga Negara/SBN) dan deposito perbankan. 

Kedua produk ini menjadi penopang utama portofolio bagi mereka yang mengutamakan keamanan modal sekaligus pendapatan tetap.

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menegaskan bahwa kinerja obligasi Pemerintah Indonesia tetap tangguh meskipun pasar global mengalami gejolak. 

“Meski volatilitas pasar itu sangat besar dan keadaan global tidak baik, performa dari obligasi Pemerintah Indonesia tetap baik, dan ini menunjukkan kepercayaan terhadap bisnis kita,” ujarnya.

Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional, sekaligus menegaskan posisi obligasi sebagai aset aman bagi investor.

Kinerja Obligasi Tetap Menarik

Data menunjukkan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun cenderung menurun, meskipun mengalami fluktuasi. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, menyampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bahwa imbal hasil SBN 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 7,00 persen secara kumulatif sejak awal tahun. 

Penurunan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap obligasi pemerintah tetap tinggi, meski sentimen pasar global sedikit goyah.

Febrio Kacaribu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal, menekankan bahwa tren imbal hasil yang rendah justru mencerminkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. 

Para analis melihat potensi penguatan pasar obligasi seiring dengan kebijakan moneter yang longgar dan kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Instrumen SBN ritel seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) pun semakin menarik bagi investor ritel karena kupon tetapnya yang dijamin pemerintah.

Deposito sebagai Pilihan Aman dan Terjamin

Selain obligasi, deposito perbankan tetap menjadi favorit investor yang menekankan keamanan modal. 

Deposito menawarkan bunga tetap dan pengembalian pokok sesuai tenor yang disepakati, dengan perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu. Ini membuat risiko kerugian akibat kegagalan bank minimal, sehingga deposito cocok untuk dana darurat atau investasi jangka pendek.

Meskipun suku bunga menunjukkan tren penurunan, deposito tetap menarik bagi investor konservatif karena minim risiko fluktuasi pasar. Kelebihan lainnya, penghitungan keuntungan deposito dapat disesuaikan dengan bunga yang ditetapkan masing-masing bank, sehingga investor dapat merencanakan profit secara jelas dan aman. 

Deposito menjadi instrumen yang relevan bagi mereka yang membutuhkan kepastian pengembalian modal tanpa menghadapi volatilitas seperti yang terjadi pada pasar saham.

Perbandingan dan Strategi Investasi Konservatif

Investor sering membandingkan obligasi dan deposito untuk menyeimbangkan risiko dan hasil. Obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil kompetitif, terutama untuk tenor menengah hingga panjang, dan lebih relevan bagi investor yang siap menahan dana lebih lama. 

Sementara itu, deposito menekankan keamanan modal dan likuiditas, ideal bagi investor yang mengutamakan kestabilan jangka pendek.

Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus memantau kondisi ekonomi, memastikan likuiditas pasar, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. 

Hal ini membuat kedua instrumen, obligasi dan deposito, tetap menjadi pilihan aman dan menarik bagi investor domestik maupun internasional. Dukungan kebijakan fiskal dan moneter juga menjadi faktor penting agar instrumen konservatif ini tetap layak, bahkan di tengah tekanan global.

Dengan demikian, obligasi pemerintah dan deposito bank tetap memainkan peran strategis dalam portofolio investor konservatif. Obligasi memberikan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan stabilitas, sementara deposito menawarkan keamanan modal yang terjamin. 

Kombinasi keduanya memungkinkan investor menjaga kestabilan keuangan dan memperoleh pendapatan tetap, meski ekonomi global dan domestik menghadapi dinamika yang tinggi.

Terkini