ACES Siapkan Strategi Tangkap Peluang Belanja Imlek Ramadan 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:48:32 WIB
ACES Siapkan Strategi Tangkap Peluang Belanja Imlek Ramadan 2026

JAKARTA - Perubahan kalender perayaan sering kali menjadi faktor penting dalam menentukan arah kinerja sektor ritel. 

Pada awal 2026, jarak waktu yang berdekatan antara perayaan Imlek dan Ramadan Lebaran dipandang sebagai momentum strategis yang dapat menciptakan siklus belanja lebih panjang dan merata. 

Kondisi inilah yang dimanfaatkan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan penjualan, khususnya pada kuartal pertama tahun ini.

Manajemen ACES melihat dua perayaan besar tersebut bukan sekadar lonjakan musiman, melainkan katalis yang mampu menggerakkan permintaan lintas kategori produk rumah tangga. 

Head of Corporate Communication & Sustainability ACES, Melinda Pudjo, menyampaikan bahwa Ramadan dan Lebaran secara historis selalu menjadi penopang utama kinerja perusahaan, terutama pada produk yang berkaitan erat dengan aktivitas rumah tangga.

“Kontribusi dari dua periode yang berdekatan tersebut diproyeksikan dapat memberikan dorongan yang lebih baik terhadap kinerja perusahaan, sehingga secara kumulatif diharapkan dapat berdampak positif terhadap kinerja kuartal I/2026,” ujarnya.

Belanja Musiman Diproyeksikan Lebih Panjang Dan Merata

Dengan posisi Imlek yang berdekatan dengan Ramadan, Melinda menilai pola belanja masyarakat berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Konsumen tidak hanya berfokus pada satu momen, tetapi melakukan pembelian secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan perayaan.

Belanja tersebut diperkirakan merata di berbagai kategori produk, terutama yang memiliki fungsi praktis dan relevan dengan aktivitas harian selama bulan puasa hingga Lebaran. 

Pola ini dinilai memberikan ruang bagi peritel seperti ACES untuk menjaga performa penjualan secara berkesinambungan, bukan hanya bergantung pada satu puncak permintaan.

Kondisi tersebut juga dinilai mampu menciptakan stabilitas penjualan di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih berfluktuasi.

Kategori Produk Rumah Tangga Jadi Andalan Penjualan

Sejumlah kategori produk diproyeksikan mencatat peningkatan permintaan selama periode Imlek hingga Ramadan–Lebaran. Peralatan masak dan perlengkapan dapur menjadi salah satu segmen utama, seiring meningkatnya aktivitas memasak di rumah.

Produk seperti peralatan masak, perlengkapan dapur, dan stoples penyimpanan makanan diperkirakan mengalami pertumbuhan penjualan, mengikuti kebutuhan masyarakat dalam menyiapkan sahur, berbuka puasa, hingga jamuan Lebaran.

Selain itu, produk smart home juga diperkirakan mencatatkan performa positif. Perangkat keamanan rumah seperti CCTV indoor menjadi relevan di tengah tradisi mudik, ketika banyak rumah ditinggal penghuninya. Produk kitchenware outdoor juga dinilai berpeluang tumbuh, mengikuti tren aktivitas keluarga di rumah.

Di sisi lain, koleksi parsel tetap menjadi salah satu kontributor utama penjualan. Tradisi berbagi dan silaturahmi selama Idulfitri menjadikan parsel sebagai produk yang konsisten diminati setiap tahunnya.

Strategi Omnichannel Dan Atmosfer Belanja Tematik

Untuk memaksimalkan momentum tersebut, ACES menyiapkan sejumlah inisiatif strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di tiap periode perayaan. 

Menyambut Imlek, perusahaan menghadirkan dekorasi tematik di gerai-gerai untuk memperkuat atmosfer belanja dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Pendekatan ini diperkuat dengan strategi omnichannel, sehingga pelanggan dapat berbelanja baik secara langsung di toko maupun melalui kanal digital. Dengan strategi tersebut, perseroan berharap dapat menangkap peluang belanja musiman secara optimal, sekaligus mendorong penjualan dan profitabilitas pada kuartal I/2026.

Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk tetap adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan fleksibilitas dalam berbelanja.

Ekspansi Gerai Dan Fokus Wilayah Potensial

Dari sisi pengembangan jaringan, ACES tercatat merealisasikan pembukaan 27 toko baru sepanjang 2025. Jumlah ini melampaui target ekspansi perusahaan yang sebelumnya menargetkan pembukaan lebih dari 25 gerai baru.

Melalui ekspansi tersebut, perseroan mengklaim berhasil menjangkau 15 wilayah baru di lapis kedua dan ketiga yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan. Ekspansi ini mencakup wilayah seperti Abepura, Sorong, Indramayu, Palu, Kolaka, Rantau Prapat, Palangka Raya, Tuban, Batulicin, serta sejumlah daerah lainnya.

Strategi ini sejalan dengan arah pengembangan bisnis Kawan Lama Group sebagai induk usaha. Strategic Marketing Services Director Kawan Lama Group, Adelin Ausy Setiawan, menegaskan bahwa secara grup, perusahaan akan tetap melanjutkan ekspansi pada 2026, meski dengan pendekatan yang lebih hati-hati.

Pada 2026, Kawan Lama Group akan memfokuskan ekspansi ke kota-kota tier dua dan tier tiga, serta memperkuat kehadiran di luar Pulau Jawa. Menurut Ausy, pasar di Jawa sudah relatif matang, sementara potensi pertumbuhan konsumen dan ekonomi di daerah lain masih terbuka luas.

“Masih ada kota-kota lapis 2 dan lapis 3 yang akan kami masuki, tetapi dengan seleksi yang lebih ketat,” katanya.

Ausy juga menyoroti ketatnya persaingan di industri ritel. Menurutnya, sektor ritel tetap menarik, tercermin dari maraknya pembukaan toko dan ekspansi merek baru, baik lokal maupun global.

“Persaingan di industri ritel semakin kompetitif. Karena itu, kami harus siap dengan fokus yang kuat pada pelanggan, serta terus menghadirkan inovasi dalam produk dan layanan,” tambahnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Kawan Lama Group juga telah menyiapkan berbagai program promosi, kampanye pemasaran, serta melengkapi produk kebutuhan dapur dan parsel. 

“Setiap tahun, Ramadan selalu menjadi momentum penting bagi industri ritel. Kami menyambut periode ini secara positif dan ingin memanfaatkannya untuk mengoptimalkan penjualan,” tutup Ausy.

Terkini