Megawati Jadi Pembicara Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:56:10 WIB
Megawati Jadi Pembicara Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi

JAKARTA - Kehadiran Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di Abu Dhabi menandai peran aktif Indonesia dalam percakapan global mengenai kemanusiaan dan perdamaian dunia. 

Di tengah berkumpulnya para pemimpin lintas negara, agama, dan latar belakang, Megawati tampil sebagai salah satu tokoh yang dipercaya menyampaikan pandangan dalam forum prestisius Majelis Persaudaraan Manusia.

Forum ini menjadi bagian penting dari rangkaian Zayed Award for Human Fraternity, sebuah penghargaan internasional yang menyoroti upaya-upaya nyata dalam memperkuat nilai persaudaraan antarumat manusia. 

Kehadiran Megawati tidak hanya sebagai pembicara, tetapi juga sebagai figur yang telah lama terlibat dalam proses penghargaan tersebut.

Kehadiran Megawati di Forum Internasional Abu Dhabi

Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tiba di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 3 Februari 2026 sore waktu setempat. Megawati hadir untuk mengikuti forum Majelis Persaudaraan Manusia yang dihadiri sejumlah tokoh dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP, Muhammad Prananda Prabowo. Turut mendampingi pula Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, serta Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi.

Kehadiran delegasi Indonesia ini mencerminkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam dialog global terkait isu kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian dunia. Forum ini juga menjadi ruang pertemuan informal bagi para pemimpin dunia untuk saling bertukar pandangan.

Interaksi dengan Tokoh Dunia dan Penerima Penghargaan

Sejumlah tokoh dari berbagai negara tampak hadir dalam majelis tersebut sebagai bagian dari rangkaian Zayed Award. Megawati terlihat duduk bersebelahan dengan Presiden Timor Leste, José Ramos Horta. Keduanya tampak berbincang hangat sebelum dan selama acara berlangsung.

Di sisi lain, Megawati juga duduk berdekatan dengan Kailash Satyarthi, aktivis hak asasi manusia asal India yang dikenal luas atas kiprahnya di bidang perlindungan anak. Kehadiran para tokoh ini menegaskan karakter forum sebagai ruang dialog lintas bangsa dan lintas isu.

Sekretaris Jenderal Zayed Award, Mohamed Abdelsalam, terlihat menyalami dan berbincang dengan para tamu VIP yang hadir, termasuk rombongan Megawati seperti Prananda Prabowo, Ahmad Basarah, dan Zuhairi Misrawi.

Turut hadir pula perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yakni Ulil Abshar Abdala dan Hilman Latief. Keduanya mewakili dua organisasi Islam Indonesia yang menjadi pemenang Zayed Award 2024, saat Megawati menjabat sebagai salah satu juri penghargaan tersebut.

Makna Majelis Persaudaraan Manusia

Majelis Persaudaraan Manusia merupakan salah satu agenda terpenting dalam kalender tahunan Zayed Award for Human Fraternity. Forum ini dirancang sebagai wadah berbagi wawasan dari para pemimpin dan pakar global mengenai tantangan-tantangan kemanusiaan yang mendesak di berbagai belahan dunia.

Diskusi dalam majelis ini menyoroti perkembangan persaudaraan antar manusia, praktik-praktik terbaik dalam membangun toleransi, serta langkah konkret menuju perdamaian global. Forum ini juga menjadi simbol komitmen internasional dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah dinamika global yang terus berubah.

Sebelum sesi diskusi dimulai, Menteri Negara Uni Emirat Arab yang juga penasihat bagi Sheikha Fatima bint Mubarak, Ibu Suri UEA, memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan sejarah Zayed Award yang dibentuk oleh pendiri bangsa UEA, Zayed Al Nahyan, bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.

Sekretaris Jenderal Zayed Award Mohamed Abdelsalam kemudian membacakan pesan dari Sheikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb, ulama Islam terkemuka asal Mesir yang menjabat sebagai Grand Imam Al-Azhar. Pesan lainnya disampaikan oleh Cardinal George Jacob Koovakad yang membacakan pesan dari Paus Leo, pemimpin Gereja Katolik saat ini.

Megawati Berbicara Bersama Pemimpin Perempuan Dunia

Dalam forum tersebut, Megawati tampil sebagai pembicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia. Di antaranya adalah Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, Kepala Administrasi Presiden Republik Uzbekistan Saida Mirziyoyeva, serta Wakil Presiden Heydar Aliyev Foundation Leyla Aliyeva.

Diskusi tersebut dipandu oleh moderator Mina Al-Oraibi dan menjadi ruang penting bagi para pemimpin perempuan untuk menyampaikan pandangan mengenai peran perempuan dalam mendorong persaudaraan dan perdamaian global.

Sementara itu, panitia Zayed Award juga menyampaikan informasi mengenai agenda upacara Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia 2026 yang akan digelar keesokan harinya. Selain Megawati yang merupakan Dewan Juri Zayed Award 2024, acara tersebut dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan tokoh dunia.

Daftar tamu mencakup Presiden Republik Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Ibu Negara Armenia Anna Hakobyan, Ibu Negara Lebanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, Ibu Negara Republik Islam Pakistan Bibi Aseefa Bhutto Zardari, Mantan Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Timor Leste dan peraih Nobel Perdamaian José Ramos Horta, Ketua Senat Kazakhstan Maulen Sagatkhanovich Ashimbayev, serta Mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo.

Terkini