JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) telah resmi menyelesaikan transaksi besar dengan melepas lini bisnis teh bermerek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, yang merupakan bagian dari Grup Djarum.
Penjualan bisnis teh ini dilakukan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,5 triliun, yang dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa.
Langkah ini mengakhiri perjalanan Unilever di pasar teh Indonesia dan memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada bisnis inti yang telah lama menjadi keunggulan kompetitifnya.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Corporate Secretary Unilever Indonesia, Mario Abdi Amrillah, seluruh dokumen hukum dan kontraktual untuk transaksi ini telah diselesaikan dengan tuntas.
Pembayaran penuh untuk bisnis teh Sariwangi juga telah diterima oleh Unilever Indonesia. Meskipun demikian, Mario menekankan bahwa penjualan ini tidak akan memberi dampak material terhadap operasional atau kelangsungan usaha Unilever Indonesia, karena perusahaan tetap akan berfokus pada lini bisnis utama yang lebih menjanjikan.
Alasan Unilever Memutuskan untuk Divestasi Bisnis Teh Sariwangi
Dengan divestasi bisnis teh Sariwangi, Unilever Indonesia mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia. Penjualan lini bisnis tersebut juga bertujuan untuk mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam waktu dekat.
Hal ini, menurut Unilever, akan memberikan keuntungan jangka pendek kepada pemegang saham sambil memungkinkan perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar dengan fokus pada bisnis inti yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
"Penjualan bisnis teh Sariwangi akan memungkinkan kami untuk memaksimalkan nilai investasi kami dalam sektor teh dan fokus pada segmen utama kami yang lebih menguntungkan," ujar Mario Abdi Amrillah, dalam keterangannya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Unilever untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang, sekaligus mengoptimalkan portofolio bisnis yang ada.
Transaksi Seharga Rp1,5 Triliun dan Dampaknya pada Unilever
Divestasi bisnis teh Sariwangi yang dilakukan oleh Unilever Indonesia melalui PT Savoria Kreasi Rasa ini telah disepakati dengan harga senilai Rp1,5 triliun, yang tentunya membawa dampak signifikan terhadap aset dan laba perseroan.
Meskipun kontribusi bisnis teh Sariwangi terhadap total pendapatan Unilever Indonesia tidak terlalu besar, dengan hanya menyumbang sekitar 2,7% dari total pendapatan perusahaan, tetapi bisnis ini tetap berkontribusi sekitar 3,1% terhadap laba bersih perseroan.
Menurut laporan keuangan Unilever Indonesia per 30 September 2025, nilai transaksi divestasi ini mencerminkan 45% dari ekuitas perseroan, yang menunjukkan besarnya pengaruh finansial yang dihasilkan oleh keputusan tersebut.
Terlebih lagi, divestasi ini akan mengurangi total aset perseroan sekitar 2,5%, yang menandakan bahwa Unilever Indonesia melakukan langkah yang cukup besar dengan menanggalkan salah satu lini bisnisnya.
Fokus Unilever pada Bisnis Inti dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Divestasi ini juga sejalan dengan strategi jangka panjang Unilever Indonesia untuk mempertajam fokus perusahaan pada segmen-segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Dengan melepas bisnis teh Sariwangi, Unilever kini dapat lebih berkonsentrasi pada lini bisnis utama yang telah terbukti lebih menguntungkan dan memiliki prospek yang lebih cerah di pasar Indonesia.
Benjie Yap, Presiden Direktur Unilever Indonesia, menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya untuk memperkuat posisi perusahaan dalam jangka pendek, tetapi juga untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.
"Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham," kata Benjie.
Dengan penjualan Sariwangi, Unilever berharap dapat memperbesar skala operasional di sektor-sektor yang lebih strategis, yang berfokus pada produk-produk konsumen yang lebih luas dan lebih dikenal. Seiring dengan perubahan ini, Unilever Indonesia akan terus berkomitmen untuk menciptakan produk-produk inovatif dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen di pasar domestik maupun internasional.