Petrosea

Petrosea Memegang Mayoritas Vista Maritim, Perkuat Posisi Operasi Nasional

Petrosea Memegang Mayoritas Vista Maritim, Perkuat Posisi Operasi Nasional
Petrosea Memegang Mayoritas Vista Maritim, Perkuat Posisi Operasi Nasional

JAKARTA - PT Petrosea Tbk (PTRO) memperkuat posisi bisnisnya melalui akuisisi mayoritas saham PT Vista Maritim Asia (VMA). 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan di sektor kepelabuhan laut. Akuisisi ini diharapkan membuka peluang integrasi operasional dan peningkatan efisiensi rantai nilai pit to port.

Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto, menyatakan, “Pengambilalihan saham ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit to port guna mendukung ekspansi usaha perusahaan.” Akuisisi dilakukan melalui entitas anak PTRO, yaitu PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA), yang dimiliki secara tidak langsung lebih dari 99%. Langkah ini menegaskan komitmen PTRO untuk mengembangkan lini bisnis strategis di kepelabuhan laut.

Dengan akuisisi tersebut, PSA menjadi pemegang saham utama VMA. Jumlah kepemilikan mencapai 550 saham atau 55% dari total modal disetor. Hal ini menempatkan PTRO sebagai pemegang kendali dalam pengelolaan operasional VMA ke depan.

Rincian Kepemilikan Saham

Transaksi ini melibatkan pembelian saham dari pemilik sebelumnya. PSA membeli 50% saham dari Lius Kastomo dan 5% dari Jalu Yogo Santoso. Total kepemilikan PSA mencapai mayoritas, yaitu 55% dari seluruh saham VMA.

Sisa saham VMA masih dimiliki oleh pihak lain. PT Adamas Indonesia Energi memegang 315 saham atau 31,5%, sedangkan PT Wisesa Maritim Nusantara memiliki 135 saham atau 13,5%. Struktur kepemilikan ini menunjukkan distribusi saham yang seimbang sambil memastikan PTRO tetap memegang kendali operasional.

Struktur kepemilikan yang baru diharapkan memperkuat koordinasi antar pemegang saham. Sinergi operasional dapat lebih optimal karena PSA sebagai pemegang mayoritas dapat menyesuaikan strategi perusahaan. Hal ini sejalan dengan rencana ekspansi dan peningkatan performa VMA.

Dampak Positif Terhadap Kinerja Operasional

Anto menekankan bahwa akuisisi ini akan berdampak positif terhadap kinerja operasional PTRO. Integrasi antara Petrosea dan VMA memungkinkan optimasi rantai pasok dari pit ke pelabuhan. Hal ini mendukung target perusahaan untuk memperkuat posisi kompetitif di industri kepelabuhan dan logistik.

Dengan kontrol mayoritas, PTRO dapat menerapkan standarisasi operasional dan prosedur manajemen risiko. Efisiensi proses akan meningkat, dan pemanfaatan aset dapat lebih optimal. Langkah ini juga diproyeksikan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah bagi perusahaan.

Selain itu, sinergi ini memungkinkan koordinasi lebih cepat antara unit bisnis. Langkah strategis ini diharapkan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. PTRO dapat memaksimalkan potensi bisnis kepelabuhan laut dengan integrasi penuh antara unit yang dikelola.

Strategi Pengembangan Operasional Perusahaan

Akuisisi VMA juga bagian dari strategi pengembangan operasional PTRO. Perusahaan menekankan pentingnya integrasi entitas untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. Sinergi antar entitas diyakini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Anto menambahkan, transaksi ini sejalan dengan visi Petrosea untuk memperluas lini bisnis strategis. 

“Selain itu, transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan operasional perusahaan untuk meningkatkan sinergi antar entitas dalam perusahaan,” ujarnya. Strategi ini dirancang untuk mengoptimalkan kinerja seluruh unit dan memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan.

Dengan langkah ini, PTRO berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih solid. Integrasi entitas memungkinkan koordinasi lebih efektif dalam operasional harian. Perusahaan juga fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.

Potensi Pertumbuhan dan Sinergi Jangka Panjang

Ke depan, akuisisi VMA diharapkan membuka peluang pengembangan proyek baru di sektor kepelabuhan. Sinergi antara Petrosea dan VMA dapat memperluas layanan logistik dan transportasi laut. Hal ini menjadi salah satu faktor kunci dalam memperkuat pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Pengambilalihan mayoritas saham memungkinkan Petrosea mengendalikan strategi ekspansi dan investasi. Proses integrasi akan difokuskan pada peningkatan kapasitas operasional dan layanan pelanggan. Dengan kontrol mayoritas, perusahaan dapat mengoptimalkan sinergi internal dan mengurangi risiko bisnis.

Akhirnya, langkah strategis ini memperkuat posisi PTRO di industri kepelabuhan laut. Akuisisi menjadi fondasi bagi pengembangan proyek mendatang dan peningkatan pendapatan berkelanjutan. Kombinasi integrasi operasional dan pengembangan strategi jangka panjang diharapkan mendorong pertumbuhan perusahaan secara signifikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index