JAKARTA - Pemilihan menu sahur yang tepat sangat menentukan tingkat kebugaran tubuh saat berpuasa sehingga penting untuk menjauhi jenis makanan yang dapat memicu rasa haus dan lemas.
Kesalahan dalam memilih asupan nutrisi pada waktu fajar seringkali berakibat pada munculnya rasa lapar yang lebih cepat serta gangguan pencernaan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah di siang hari.
Para ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam mengonsumsi hidangan agar cadangan energi di dalam tubuh dapat bertahan lebih lama hingga waktu berbuka puasa tiba nanti.
Bahaya Mengonsumsi Makanan Terlalu Asin yang Memicu Dehidrasi Tubuh
Makanan yang mengandung kadar garam atau natrium yang sangat tinggi merupakan jenis hidangan pertama yang harus dihindari karena dapat menarik cairan keluar dari sel-sel tubuh manusia.
Kondisi ini akan menyebabkan seseorang merasa sangat cepat haus dan mengalami dehidrasi ringan meskipun waktu siang hari baru saja dimulai dengan aktivitas yang belum terlalu padat sekali.
Ikan asin makanan kaleng serta camilan instan sebaiknya tidak dihidangkan saat sahur agar keseimbangan cairan di dalam tubuh tetap terjaga dengan baik selama menjalankan ibadah puasa tersebut.
Hindari Makanan Pedas Karena Berisiko Mengganggu Kesehatan Lambung Anda
Sajian yang terlalu pedas dapat merangsang dinding lambung secara berlebihan sehingga berpotensi menimbulkan rasa perih kembung hingga diare yang sangat menyiksa bagi para pelaku ibadah puasa harian.
Rasa pedas juga cenderung meningkatkan suhu tubuh dan memicu rasa haus yang luar biasa sehingga membuat tenggorokan terasa sangat kering dalam waktu yang relatif sangat singkat setelah fajar menyingsing.
Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit mag sangat disarankan untuk benar-benar menjauhi sambal atau cabai pada menu sahur guna mencegah terjadinya serangan nyeri lambung yang mendadak muncul.
Dampak Buruk Karbohidrat Sederhana dan Makanan Manis Berlebihan
Mengonsumsi makanan yang mengandung gula tinggi seperti donat atau sirup memang memberikan energi instan namun hal tersebut akan segera diikuti oleh penurunan kadar gula darah yang tajam.
Fenomena yang sering disebut sebagai sugar crash ini akan membuat tubuh terasa sangat lemas mengantuk serta memicu rasa lapar yang lebih hebat hanya dalam beberapa jam setelah makan.
Sebaiknya pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum yang melepaskan energi secara perlahan sehingga tubuh tetap memiliki tenaga yang stabil untuk beraktivitas sepanjang hari yang panjang.
Batasi Makanan Berlemak Tinggi yang Memperlambat Proses Pencernaan
Gorengan atau makanan bersantan kental mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk bisa dicerna sepenuhnya oleh sistem metabolisme tubuh manusia.
Beban kerja pencernaan yang terlalu berat saat sahur dapat menyebabkan munculnya rasa begah serta mengantuk yang berlebihan setelah selesai menyantap hidangan yang sangat berminyak tersebut di meja makan.
Selain itu lemak jahat juga dapat memicu kenaikan asam lambung ke kerongkongan atau reflux yang menimbulkan sensasi terbakar di dada yang sangat tidak nyaman bagi kesehatan jantung kita.
Minuman Berkafein yang Bersifat Diuretik dan Menguras Cairan Tubuh
Kopi dan teh pekat sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur karena mengandung kafein yang bersifat diuretik yang artinya dapat merangsang ginjal untuk membuang lebih banyak cairan melalui urin.
Penarikan cairan yang berlebihan ini akan mempercepat terjadinya risiko dehidrasi serta membuat mulut terasa lebih pahit dan kering sepanjang hari saat tidak ada asupan air yang masuk.
Pilihlah air putih hangat atau jus buah alami tanpa tambahan gula sebagai sumber hidrasi utama guna memastikan seluruh organ tubuh tetap berfungsi secara optimal selama belasan jam berpuasa nanti.
Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026 para praktisi kesehatan terus mengampanyekan pentingnya pola makan seimbang yang kaya akan serat dari buah dan sayuran segar bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kedisiplinan dalam menghindari enam jenis makanan ini merupakan kunci utama agar puasa Anda tetap sehat bugar dan penuh energi dalam menjalankan rutinitas harian yang sangat produktif sekali.
Mari kita jaga kesehatan pencernaan dengan bijak memilih menu sahur karena tubuh yang sehat adalah modal utama dalam meraih keberkahan di bulan suci yang sangat penuh dengan kemuliaan ini.