Liga Indonesia

Update Ranking Liga Indonesia Pasca Persib Kalah dari Ratchaburi FC

Update Ranking Liga Indonesia Pasca Persib Kalah dari Ratchaburi FC
Update Ranking Liga Indonesia Pasca Persib Kalah dari Ratchaburi FC

JAKARTA - Harapan besar untuk melihat wakil Indonesia berjaya di tanah Thailand berujung pilu. Langkah Persib Bandung di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) 2025-2026 harus terhenti dengan kekalahan telak 0-3 dari tuan rumah Ratchaburi FC. Kekalahan yang terjadi di Ratchaburi Stadium pada Rabu malam WIB tersebut tidak hanya menyisakan beban berat bagi skuad Maung Bandung untuk laga kandang mendatang, tetapi juga menjadi sinyal merah bagi misi besar Indonesia dalam memperbaiki peringkat kompetisi antarklub di level Asia.

Kekalahan ini seolah menjadi pengingat bahwa jalan menuju elite sepak bola Asia masih penuh rintangan. Bagi Indonesia, setiap laga di kancah kontinental adalah upaya mengumpulkan pundi-pundi poin demi meningkatkan jatah klub di masa depan. Namun, dengan hasil nihil ini, misi tersebut menghadapi jalan terjal yang semakin sulit untuk didaki.

Mimpi Buruk di Ratchaburi Stadium

Sejak peluit pertama dibunyikan, Maung Bandung tampak kesulitan mengimbangi agresivitas tim tuan rumah. Maung Bandung sudah dikejutkan oleh gol cepat Pedro Placeres pada menit ke-5. Gol dini ini merusak skema permainan yang telah disusun, memaksa tim tamu bermain di bawah tekanan sepanjang babak pertama.

Upaya bangkit di paruh kedua pun tidak membuahkan hasil manis. Alih-alih bangkit, gawang Teja Paku Alam justru kembali bobol di babak kedua melalui sundulan Gabriel Mutombo (53') dan aksi individu Pedro Tana (84'). Hasil ini membuat Persib wajib menang dengan selisih minimal empat gol saat menjamu wakil Thailand tersebut di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 18 Februari mendatang jika ingin membalikkan keadaan.

Konsekuensi Terhadap Peringkat Kompetisi Asia

Di luar hasil skor di papan pertandingan, ada kerugian besar yang harus ditanggung secara kolektif oleh sepak bola Indonesia. Kekalahan ini memberikan dampak langsung bagi perolehan poin Liga Indonesia di tabel peringkat kompetisi antarklub Asia. Seandainya berhasil menang, Persib diproyeksikan menyumbang tambahan 1.000 poin untuk Indonesia.

Tambahan poin tersebut sejatinya sangat krusial untuk mendongkrak posisi liga di mata AFC. Namun, dengan hasil nihil ini, Indonesia kehilangan kesempatan emas untuk memangkas jarak secara instan dengan pesaing terdekatnya di zona timur. Kekalahan ini membuat persaingan dengan liga-liga tetangga di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur menjadi semakin lebar.

Posisi Liga Indonesia di Peringkat Zona Timur

Meski menunjukkan tren positif dalam setahun terakhir, Indonesia masih tertahan di peringkat 9 zona timur dengan koleksi 26.049 poin. Angka ini merupakan representasi dari performa gabungan wakil-wakil tanah air di panggung internasional. Hingga saat ini, kontribusi terbesar musim ini (9.783 poin) memang dihasilkan melalui perjuangan Persib di ACL 2 dan Dewa United di AFC Challenge League.

Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/persib)

Namun, angka tersebut belum cukup untuk menggeser posisi Indonesia ke arah yang lebih aman untuk mendapatkan tambahan kuota partisipasi di musim-musim berikutnya. Perjuangan Persib dan Dewa United musim ini memang patut diapresiasi, namun kegagalan meraup poin penuh di fase gugur seperti ini memberikan dampak stagnasi pada peringkat koefisien.

Urgensi Konsistensi demi Masa Depan Klub Lokal

Evaluasi besar kini menanti para pemangku kepentingan sepak bola nasional. Perbaikan peringkat liga bukan hanya soal gengsi, melainkan soal keberlanjutan kesempatan bagi klub-klub Liga 1 untuk bersaing di level tertinggi Asia. Untuk bisa memperbaiki jatah klub di masa depan, konsistensi meraih poin kemenangan di setiap laga menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Laga leg kedua di GBLA mendatang bukan hanya soal nasib Persib Bandung di babak 16 besar, melainkan juga kesempatan terakhir bagi mereka untuk menyumbangkan poin bagi koefisien Liga Indonesia di musim ini. Perjuangan di level Asia menuntut fokus penuh dan minimalisasi kesalahan, karena satu kekalahan di fase krusial dapat meruntuhkan target jangka panjang yang sedang dibangun oleh liga nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index