JAKARTA - Pergerakan logam mulia kembali mencuri perhatian pelaku pasar global.
Harga Perak Tancap Gas Kencang, Siap Masuk Momentum Baru menjadi sorotan setelah lonjakan signifikan dalam dua hari terakhir. Kenaikan ini memicu optimisme bahwa pasar perak tengah memasuki fase penguatan lanjutan.
Harga perak dunia kembali naik level pada Kamis, 12 Februari 2026. Tren penguatan ini melanjutkan reli yang telah terbentuk sejak awal bulan. Sentimen pasar global menjadi salah satu faktor pendorong utama.
Dipantau dari laman Kitco, Kamis 12 Februari 2026 harga perak terpantau menguat 2,32% ke level US$ 82.20 per troy ons saat berita ini ditulis. Lonjakan ini mempertegas akselerasi harga dalam waktu singkat. Investor pun kembali menempatkan perak sebagai aset yang diperhitungkan.
Sebelumnya, harga perak pada Rabu 11 Februari 2026 terpantau menguat 0,92% ke level US$ 81,44 per troy ons. Kenaikan bertahap ini memperlihatkan konsistensi penguatan. Momentum tersebut menjadi fondasi bagi reli lanjutan.
Harga perak sendiri telah naik sebesar 11% hingga 9 Februari 2026. Kinerja tersebut menunjukkan performa impresif sepanjang awal tahun. Kenaikan dua digit memperkuat posisi perak di antara komoditas unggulan.
Proyeksi dan Pandangan Analis
J.P. Morgan Global Research memperkirakan rata-rata harga perak akan mencapai US$ 81 per ons di 2026. Selain itu, rata-rata harga perak tertinggi diproyeksikan menyentuh US$ 85 pada kuartal keempat 2026. Estimasi ini memperlihatkan keyakinan terhadap tren jangka menengah.
Meskipun pencalonan Kevin Warsh di The Fed, bersama dengan penguatan dolar AS dalam jangka pendek tampaknya telah memperlambat permintaan emas. Para analis di JPMorgan mengatakan bahwa pendorong struktural spesifik tetap ada. Faktor tersebut kemungkinan akan terus membatasi pasokan perak.
“Salah satunya adalah bahwa, secara umum, perak ditambang sebagai produk sampingan dari logam lain, yang berarti produksi agak kurang elastis terhadap harga perak yang lebih tinggi,” ungkap para analis di J.P. Morgan Global Research. Pernyataan ini menegaskan karakter unik pasokan perak di pasar global. Keterbatasan elastisitas produksi menjadi faktor struktural penting.
Struktur produksi yang bergantung pada logam lain membuat suplai tidak mudah bertambah meski harga naik. Kondisi ini menciptakan potensi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Situasi tersebut dapat menopang harga dalam jangka panjang.
Faktor Permintaan dan Investasi
Silver Institute memproyeksi permintaan investasi perak akan menjadi pendorong utama kenaikan harga tahun ini. Perlambatan aktivitas ekonomi disebut berdampak pada konsumsi industri. Namun minat investasi justru diperkirakan meningkat.
Pada saat yang sama, harga yang lebih tinggi diperkirakan akan membebani permintaan perhiasan. Kenaikan harga cenderung membuat konsumen lebih selektif. Dampak ini menjadi salah satu variabel yang perlu diperhitungkan pasar.
“Investasi perak fisik diperkirakan akan meningkat sebesar 20% hingga mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yaitu 227 juta ons. Setelah tiga tahun berturut-turut mengalami penurunan, investasi perak fisik di negara-negara Barat diperkirakan akan pulih pada 2026, karena kinerja harga perak yang luar biasa dan ketidakpastian ekonomi makro yang berkelanjutan kembali membangkitkan minat investor," bebernya. Pernyataan tersebut menggambarkan potensi lonjakan permintaan fisik.
Kebangkitan minat investor Barat menjadi sinyal penting bagi pasar global. Ketidakpastian ekonomi makro sering kali mendorong diversifikasi aset. Dalam kondisi tersebut, perak dinilai sebagai instrumen lindung nilai alternatif.
Dinamika Global dan Sentimen Pasar
Kenaikan harga perak tidak terlepas dari dinamika global yang berkembang. Volatilitas mata uang dan kebijakan moneter menjadi faktor eksternal utama. Investor terus memantau arah suku bunga dan pertumbuhan ekonomi dunia.
Penguatan dolar AS dalam jangka pendek sempat menahan laju emas. Namun dampaknya terhadap perak dinilai tidak sepenuhnya sama. Struktur permintaan dan pasokan perak memiliki karakteristik berbeda dibanding emas.
Di sisi lain, reli harga yang konsisten meningkatkan daya tarik spekulatif. Pelaku pasar jangka pendek memanfaatkan momentum volatilitas. Sementara investor jangka panjang melihat potensi fundamental yang kuat.
Pergerakan harga dalam dua hari terakhir menunjukkan akselerasi signifikan. Kenaikan 2,32% memperkuat sentimen positif. Tren ini membuka ruang bagi pengujian level resistensi berikutnya.
Momentum Baru di Tahun 2026
Tahun 2026 menjadi periode yang dinilai penting bagi komoditas perak. Proyeksi harga rata-rata US$ 81 per ons menunjukkan stabilitas di level tinggi. Target US$ 85 pada kuartal keempat menjadi indikator optimisme pasar.
Lonjakan 11% hingga awal Februari mencerminkan fondasi kuat sejak awal tahun. Kinerja tersebut mempertegas bahwa perak tidak sekadar mengikuti emas. Faktor industri dan investasi memberikan warna tersendiri pada dinamika harga.
Keterbatasan elastisitas produksi berpotensi menjaga keseimbangan pasar tetap ketat. Jika permintaan investasi benar-benar melonjak 20%, tekanan sisi suplai bisa semakin terasa. Kombinasi ini menciptakan peluang momentum baru bagi harga perak.
Harga Perak Tancap Gas Kencang, Siap Masuk Momentum Baru menjadi gambaran kondisi pasar saat ini. Lonjakan harga yang konsisten memperkuat sentimen optimistis. Investor kini menantikan kelanjutan tren di tengah dinamika global yang terus berkembang.