HKTI

HKTI Kirimkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana

HKTI Kirimkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana
HKTI Kirimkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana

JAKARTA - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memberikan dukungan kemanusiaan melalui pengiriman bantuan senilai Rp1 miliar untuk korban bencana alam yang melanda Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Bandung Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen HKTI untuk meringankan beban warga yang terkena musibah dan turut serta dalam pemulihan pascabencana. 

Pada pelepasan bantuan yang dilakukan di Kantor HKTI Jakarta, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Sudaryono, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dikirimkan menggunakan sepuluh truk, masing-masing lima truk untuk Pemalang dan Bandung Barat.

Bantuan ini bukan hanya berisi barang-barang kedaruratan, seperti pangan dan selimut, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan mendesak lainnya yang dibutuhkan oleh korban bencana. Hal ini menjadi wujud nyata kepedulian HKTI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana alam.

Bantuan Awal Dari HKTI dan Mitra Kerja Sama

Sudaryono menjelaskan bahwa bantuan yang dikirimkan oleh HKTI berasal dari pengurus HKTI dan beberapa mitra yang turut serta mendukung pengumpulan dana dan barang untuk korban. 

Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa meskipun pada tahap awal bantuan ini difokuskan pada keperluan kedaruratan, namun kedepannya bantuan lebih lanjut akan difokuskan pada aspek rehabilitasi dan pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah yang terdampak.

"Bantuan awal ini sangat penting untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah. Selanjutnya, kita juga akan fokus pada pemulihan yang lebih menyeluruh, khususnya di sektor pertanian yang terdampak bencana," ujarnya.

Melalui bantuan ini, HKTI berharap dapat memberikan kontribusi positif tidak hanya untuk kebutuhan mendesak warga, tetapi juga untuk membantu mereka pulih secara bertahap dan kembali menjalankan kegiatan ekonomi, terutama dalam sektor pertanian yang sangat penting bagi daerah-daerah tersebut.

Program Rehabilitasi Lahan Pertanian untuk Pemulihan Jangka Panjang

Selain bantuan darurat, HKTI juga berkomitmen untuk mengawal proses rehabilitasi di daerah terdampak bencana, terutama untuk sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama banyak warga. 

Menurut Sudaryono, selama kunjungan ke daerah terdampak bencana di Pemalang dan Bandung Barat, ditemukan bahwa sebagian besar lahan pertanian di daerah tersebut terdiri dari lahan miring yang tidak ditanami tanaman keras, sehingga rentan terhadap erosi.

HKTI mendorong pentingnya penanaman tanaman keras di sela-sela tanaman hortikultura yang dikelola oleh petani. Tanaman keras seperti kopi, durian, dan kelengkeng yang memiliki akar yang kuat dan dalam dianggap efektif untuk melindungi tanah dari erosi dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. 

Penanaman tanaman keras ini juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian, yang menjadi aset penting bagi petani di daerah tersebut.

"Dalam jangka panjang, rehabilitasi lahan ini sangat penting agar tanah tetap subur dan terhindar dari kerusakan akibat erosi. Dengan adanya tanaman keras yang dapat melindungi tanah, kita juga dapat meningkatkan hasil pertanian dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah ini," jelas Sudaryono.

Kolaborasi dengan Pemerintah dan Petani untuk Rehabilitasi Lahan

Program rehabilitasi lahan pertanian ini, menurut Sudaryono, dapat dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Melalui kerjasama yang solid antara berbagai pihak, HKTI berharap proses rehabilitasi dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan dampak yang signifikan dalam pemulihan ekonomi masyarakat di daerah yang terdampak bencana.

HKTI berencana untuk melibatkan petani dalam setiap tahapan program rehabilitasi, agar mereka dapat merasakan manfaat langsung dari upaya pemulihan ini. 

Dengan melibatkan petani, diharapkan mereka juga dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru mengenai cara-cara pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sudaryono mengungkapkan bahwa kerjasama antara petani, pemerintah daerah, dan pihak swasta sangat penting untuk keberhasilan program ini. 

"Rehabilitasi lahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau organisasi, tetapi juga harus menjadi komitmen bersama dari semua pihak yang terlibat," kata Sudaryono.

HKTI Berkomitmen Untuk Mendukung Korban Bencana Secara Berkelanjutan

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pertanian, HKTI tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga berfokus pada pemulihan jangka panjang untuk korban bencana. 

Melalui berbagai program kemanusiaan dan rehabilitasi yang telah dan akan dilaksanakan, HKTI berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat yang terdampak, khususnya dalam mengembalikan sektor pertanian ke jalur yang produktif.

Sejak sebelumnya, HKTI juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di beberapa provinsi, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, HKTI diharapkan dapat terus berperan aktif dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat bencana alam, serta mendukung pemulihan ekonomi melalui sektor pertanian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index