JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadhan, kebutuhan akan pangan di masyarakat Indonesia cenderung meningkat.
Seiring dengan hal tersebut, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berkomitmen untuk membantu menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat melalui inisiatif pasar murah.
Dengan tujuan untuk memitigasi potensi lonjakan harga pangan, khususnya bahan kebutuhan pokok, HKTI membuka bazar pasar murah yang digelar di kawasan Kementerian Pertanian, Jakarta.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar jual beli produk pangan dengan harga lebih terjangkau, namun juga menjadi bagian dari kontribusi HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa pasar murah yang digelar ini memiliki tujuan utama untuk menyediakan pangan yang terjangkau sesuai dengan aturan pemerintah.
"Pasar Murah ini kaitannya untuk apa? Ini kan kita menjelang bulan puasa Ramadhan dan kita memang salah satu program HKTI adalah menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan pangan yang terjangkau," jelas Sudaryono.
Dengan tujuan itu, pasar murah yang diselenggarakan HKTI diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada saat permintaan pangan meningkat menjelang Ramadhan.
Kegiatan Pasar Murah Sebagai Langkah Nyata HKTI
Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh HKTI di kantor pusat organisasi ini berlokasi di kawasan Kementerian Pertanian, Jakarta, dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini menjadi sangat relevan mengingat meningkatnya permintaan bahan pokok selama Ramadhan yang sering kali berujung pada kenaikan harga di pasaran.
"Kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari program HKTI untuk mendukung upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar," tambah Sudaryono.
HKTI berkomitmen untuk mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyediakan pangan yang terjangkau, sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini juga menjadi salah satu kontribusi HKTI dalam memastikan pasokan pangan tetap stabil dan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik produsen maupun konsumen.
Rencana Perluasan Pasar Murah ke Seluruh Indonesia
Melihat dampak positif dari pasar murah yang diadakan di Jakarta, HKTI merencanakan untuk memperluas kegiatan ini ke berbagai daerah di Indonesia.
Sudaryono menyatakan bahwa pasar murah yang dimulai di kantor pusat HKTI di Jakarta diharapkan bisa berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan nasional.
"Pasar murah ini akan menjadi gerakan yang lebih besar, mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di daerah lain agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara merata," ujarnya.
Rencana perluasan pasar murah ini juga bertujuan untuk menciptakan pemerataan dalam distribusi pangan yang lebih efisien, sehingga lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses pangan dengan harga yang terjangkau. Ini juga akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap harga pasar yang fluktuatif, sekaligus membantu stabilitas pasar pangan secara keseluruhan.
Melalui inisiatif ini, HKTI ingin memastikan bahwa baik petani maupun konsumen dapat saling diuntungkan dengan distribusi pangan yang lebih merata dan efisien.
Penguatan Keterlibatan Pihak Terkait untuk Program Pasar Murah
HKTI menilai bahwa keterlibatan berbagai pihak, seperti kelompok tani, pelaku usaha pangan, serta pemerintah daerah, sangat penting untuk mendukung keberlanjutan program pasar murah. Tanpa dukungan dari berbagai pihak, program ini akan sulit untuk berjalan secara efektif dan memberi dampak maksimal.
"Kami melihat pentingnya sinergi antara petani, pengusaha pangan, dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Ramadhan," terang Sudaryono.
Melalui program pasar murah ini, HKTI juga bertujuan untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi petani. Dengan harga yang lebih terjangkau, masyarakat akan lebih terdorong untuk membeli produk lokal yang dihasilkan oleh petani, sehingga rantai pasok pangan menjadi lebih seimbang antara sisi produksi dan konsumsi.
Hal ini juga membantu petani dalam menjual hasil bumi mereka dengan harga yang lebih baik dan mengurangi risiko pemborosan hasil pertanian yang tidak terjual.
Komitmen HKTI Dalam Menjaga Keterjangkauan Pangan Jangka Panjang
Pasar murah yang diadakan oleh HKTI bukanlah sebuah langkah sesaat, tetapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kestabilan harga pangan di Indonesia.
Sudaryono menegaskan bahwa organisasi ini akan terus berperan aktif dalam menjaga keterjangkauan pangan dengan berbagai program yang berfokus pada stabilitas harga dan distribusi pangan.
Ia menambahkan, "Pasar rakyat ini dimulai dari kantor pusat, nanti kita harus jadi gerakan nasional pangan murah di seluruh Indonesia. Sekali lagi, yang tidak mau ikut, minggir! Kita ingin gerakan cepat untuk membantu rekan-rekan, saudara-saudara kita yang ada di mana-mana."
HKTI berupaya mewujudkan sistem distribusi pangan yang lebih efisien dan menguntungkan bagi semua pihak, baik produsen maupun konsumen. Komitmen untuk memperluas kegiatan pasar murah ke seluruh Indonesia merupakan langkah konkret dalam memperkuat peran organisasi ini dalam mewujudkan stabilitas harga pangan yang terjangkau di tengah masyarakat.
Diharapkan, dengan adanya gerakan ini, ketahanan pangan di Indonesia dapat semakin terjaga, terutama dalam menghadapi kebutuhan yang meningkat selama bulan Ramadhan.