UNIVERSITAS

Sinergi Akademik UM Metro dan Universitas Palembang Melalui Benchmarking Kurikulum

Sinergi Akademik UM Metro dan Universitas Palembang Melalui Benchmarking Kurikulum
Sinergi Akademik UM Metro dan Universitas Palembang Melalui Benchmarking Kurikulum

JAKARTA - Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kini tidak lagi hanya mengandalkan kompetisi, melainkan kolaborasi lintas institusi sebagai kunci pertumbuhan. Semangat inilah yang melandasi pertemuan strategis antara Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dan Universitas Palembang. Melalui kegiatan benchmarking kurikulum yang komprehensif, kedua institusi sepakat untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas demi menjawab tantangan global di bidang akademik.

Pertemuan yang berlangsung pada Sabtu di Auditorium Gedung dr. Soetomo, Kampus 3 UM Metro tersebut bukan sekadar seremoni biasa. Agenda ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk saling bertukar gagasan, membedah struktur pendidikan, dan menyepakati payung hukum kerja sama yang mencakup Nota Kesepahaman (MoU), Nota Kesepakatan (MoA), hingga Implementation Agreement (IA).

Fokus Implementasi Tridarma dan Kurikulum Adaptif

Kerja sama yang terjalin antara UM Metro dan Universitas Palembang dirancang untuk memperkuat fondasi utama perguruan tinggi, yaitu Tridarma Perguruan Tinggi. Diskusi intensif dalam benchmarking ini difokuskan pada pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan industri dan teknologi. Selain itu, kedua kampus berkomitmen untuk mendorong kolaborasi riset antar-dosen serta upaya kolektif dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyambut baik inisiatif Universitas Palembang yang telah memberikan kepercayaan kepada institusinya sebagai mitra rujukan akademik. Baginya, kemitraan semacam ini harus memberikan dampak konkret bagi dosen dan mahasiswa, bukan hanya berakhir sebagai tumpukan berkas administrasi.

"Kerja sama perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Kolaborasi harus diwujudkan dalam implementasi nyata, seperti pengembangan kurikulum bersama, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta penguatan layanan akademik yang berdampak langsung," ujar Nyoto dengan tegas di hadapan para pimpinan kedua universitas.

Transformasi Digital dan Layanan Inklusi di UM Metro

Sebagai kampus yang terus berkembang, UM Metro saat ini mengelola tiga lokasi kampus dengan beragam fakultas yang melayani sekitar sepuluh ribu mahasiswa aktif. Sebagian besar mahasiswa tersebut berasal dari berbagai penjuru Provinsi Lampung dan daerah sekitarnya. Untuk menjaga mutu layanan di tengah jumlah mahasiswa yang besar, UM Metro terus berinovasi dalam metode pembelajaran.

Pihak kampus menjelaskan bahwa optimalisasi hybrid learning dan penggunaan Learning Management System (LMS) menjadi prioritas utama. Tidak hanya soal teknologi, UM Metro juga memaparkan komitmennya terhadap pendidikan yang setara bagi semua kalangan. Hal ini diwujudkan melalui Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (PELITA), sebuah unit yang memastikan layanan pendidikan inklusif berjalan optimal di lingkungan kampus.

Selain aspek pengajaran, UM Metro membuka lebar peluang kolaborasi dalam bidang literasi ilmiah. Saat ini, universitas tersebut mengelola puluhan jurnal ilmiah. Pengalaman UM Metro dalam mengelola dan mendorong akreditasi jurnal-jurnal tersebut ditawarkan sebagai salah satu poin kerja sama lintas institusi yang dapat dikembangkan bersama Universitas Palembang.

Komitmen Universitas Palembang untuk Mutu dan Akreditasi

Di sisi lain, Rektor Universitas Palembang, Dr. Ali Dahwir, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi atas sambutan hangat dan keterbukaan informasi dari civitas akademika UM Metro. Bagi Universitas Palembang, melakukan benchmarking ke institusi yang telah mapan secara sistem adalah langkah strategis untuk memperkuat daya saing program studi di internal mereka.

Dr. Ali Dahwir menekankan bahwa peningkatan mutu akademik tidak bisa dilakukan secara terisolasi. Diperlukan pembanding dan mitra diskusi agar standar akreditasi dapat terpenuhi dengan baik. Ia berharap setiap poin dalam perjanjian kerja sama ini dapat segera dieksekusi dalam kegiatan nyata yang berkelanjutan.

"Kami ingin kerja sama ini berjalan substantif dan berkelanjutan. Benchmarking kurikulum, riset bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan program akademik merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi," ungkapnya. Menurutnya, hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi program studi di lingkungan Universitas Palembang guna mencapai standar keunggulan yang lebih tinggi.

Sinergi Kelembagaan Menuju Masa Depan Pendidikan Tinggi

Kegiatan yang berlangsung produktif ini juga diisi dengan diskusi teknis antarpimpinan fakultas dan unit kerja terkait. Penandatanganan dokumen MoU, MoA, dan IA menjadi landasan hukum yang kuat bagi kedua universitas untuk memulai berbagai agenda bersama di masa depan. Fokus utamanya tetap pada penguatan sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi ini, UM Metro dan Universitas Palembang menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia dapat dicapai lebih cepat melalui semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing). Benchmarking kurikulum ini bukan hanya soal membandingkan isi mata kuliah, melainkan tentang bagaimana membangun ekosistem akademik yang tangguh, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus memantau setiap progres dari poin-poin kerja sama yang telah ditandatangani. Harapannya, hasil dari kolaborasi ini segera membuahkan karya-karya riset baru, publikasi jurnal berkualitas tinggi, serta lulusan-lulusan yang lebih kompetitif hasil dari kurikulum yang telah diperbarui secara kolaboratif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index