BSI

Bank Syariah Indonesia (BSI) Berhasil Membukukan Laba Bersih Rp 7,96 T 2025

Bank Syariah Indonesia (BSI) Berhasil Membukukan Laba Bersih Rp 7,96 T 2025
Bank Syariah Indonesia (BSI) Berhasil Membukukan Laba Bersih Rp 7,96 T 2025

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) secara resmi mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang sangat positif dengan perolehan laba bersih yang melampaui target tahunan perusahaan.

Keberhasilan ini mencerminkan ketangguhan model bisnis perbankan syariah di tanah air yang terus menunjukkan pertumbuhan stabil di tengah dinamika industri keuangan nasional yang semakin kompetitif.

Efisiensi operasional serta peningkatan kualitas aset menjadi faktor pendukung utama yang membawa bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatatkan rekor laba tertinggi sejak penggabungan tiga bank syariah milik negara.

Pertumbuhan Laba Bersih Sebesar Delapan Persen Secara Tahunan

Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis pada Jumat 6 Februari 2026, BSI berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 7,96 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 8,01% jika dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 7 triliun.

Peningkatan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari penyaluran dana yang tetap kuat serta kemampuan bank dalam menjaga margin keuntungan di level yang optimal sepanjang tahun berjalan.

Konsistensi dalam mencetak laba ini semakin memperkuat posisi BRIS sebagai salah satu emiten perbankan syariah yang paling diminati oleh para investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga Dan Penguatan Struktur Aset

Pada Jumat 6 Februari 2026, tercatat bahwa total aset BSI kini telah mencapai Rp 456,19 triliun, atau tumbuh sebesar 11,64% secara tahunan berkat kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan angka yang sangat memuaskan, yakni naik 16,19% menjadi Rp 380,48 triliun, yang didominasi oleh dana murah berupa tabungan dan giro.

Keberhasilan dalam menghimpun dana murah ini memungkinkan bank untuk menyalurkan pembiayaan dengan biaya modal yang lebih rendah sehingga mampu memberikan imbal hasil yang lebih menarik bagi para nasabah.

Struktur aset yang semakin besar ini memberikan ruang bagi BSI untuk terus melakukan ekspansi bisnis serta meningkatkan jangkauan layanan keuangan syariah hingga ke pelosok wilayah di seluruh Indonesia.

Perbaikan Kualitas Pembiayaan Dan Penurunan Rasio Kredit Bermasalah

Seiring dengan peningkatan laba, kualitas pembiayaan BSI pada Jumat 6 Februari 2026 juga tercatat semakin membaik dengan penurunan rasio pembiayaan bermasalah secara signifikan di lapangan.

Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross menyusut menjadi 1,81% dari sebelumnya 1,90%, sementara NPF Net berada di level yang sangat aman yakni sebesar 0,47% dari angka 0,50% tahun lalu.

Kemampuan manajemen dalam menjaga kualitas aset ini menjadi bukti nyata diterapkannya prinsip kehati-hatian perbankan yang sangat ketat dalam setiap proses penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.

Perbaikan indikator kualitas aset ini secara langsung berdampak pada penurunan beban cadangan kerugian penurunan nilai yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap perolehan laba bersih perusahaan.

Inovasi Layanan Digital Sebagai Motor Penggerak Efisiensi

Transformasi digital yang dilakukan secara masif pada Jumat 6 Februari 2026 terus menjadi motor penggerak utama dalam efisiensi biaya operasional melalui aplikasi BSI Mobile yang semakin canggih.

Penggunaan kanal digital oleh nasabah tidak hanya mempermudah transaksi harian namun juga meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income yang tumbuh selaras dengan aktivitas digital masyarakat.

Perusahaan berkomitmen untuk terus berinvestasi pada infrastruktur teknologi informasi guna memberikan pengalaman perbankan yang lebih modern, aman, serta inklusif bagi seluruh lapisan pengguna jasa keuangan syariah.

Dengan hasil kinerja tahun 2025 yang sangat cemerlang ini, BSI optimis akan terus melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan serta mampu memperkuat posisinya di jajaran bank syariah terkemuka di tingkat global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index