JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah secara resmi menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 1,1 juta tabung guna menjamin ketersediaan stok selama bulan suci Ramadan di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Langkah penguatan stok ini mulai disalurkan sejak 17 Februari 2026 sebagai upaya proaktif pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan rumah tangga menjelang hari besar keagamaan nasional.
Pihak Pertamina memberikan jaminan bahwa distribusi gas bersubsidi akan berjalan lancar dan meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Penambahan Pasokan Sebesar 5 Persen untuk Amankan Kebutuhan Ramadan
Tambahan pasokan yang digelontorkan mencapai 1,1 juta tabung atau setara dengan 3.544 metrik ton, yang merupakan peningkatan sekitar 5 persen dari rata-rata distribusi normal harian di wilayah tersebut.
Penyaluran tambahan ini difokuskan pada penguatan stok di tingkat pangkalan agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan gas melon tanpa harus mencari ke wilayah yang lebih jauh.
Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan guna memantau pergerakan distribusi di lapangan agar tetap tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Stabilitas Harga dan Pengawasan Ketat di Tingkat Pangkalan Resmi
Selain memastikan ketersediaan barang, Pertamina juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga jual gas sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Masyarakat diimbau untuk selalu membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi guna mendapatkan harga yang sesuai serta terhindar dari praktik spekulasi harga yang seringkali dilakukan oleh oknum di tingkat pengecer.
Petugas di lapangan akan melakukan pemantauan rutin ke berbagai pangkalan untuk memastikan tidak ada penimbunan stok yang dapat menyebabkan kelangkaan semu di tengah tingginya permintaan pasar.
Imbauan bagi Masyarakat Mampu untuk Menggunakan LPG Non-Subsidi
Guna menjaga agar subsidi tetap tepat sasaran, Pertamina kembali mengingatkan kelompok masyarakat mampu dan pelaku usaha kelas menengah atas untuk menggunakan produk LPG non-subsidi seperti Bright Gas.
Kesadaran kolektif dari masyarakat sangat diperlukan agar kuota LPG 3 kg yang disediakan pemerintah benar-benar dinikmati oleh warga prasejahtera serta pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan energi murah.
Dengan beralih ke produk non-subsidi, masyarakat turut serta membantu negara dalam menjaga kesehatan anggaran subsidi energi nasional yang dialokasikan untuk kepentingan pembangunan lainnya.
Kesiagaan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri dalam Menjaga Distribusi
Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang akan bekerja secara intensif selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri guna memantau kelancaran rantai pasokan energi di Jateng dan DIY.
Layanan pengaduan melalui Pertamina Call Center 135 selalu terbuka bagi masyarakat yang menemukan kendala dalam mendapatkan pasokan gas maupun menemukan indikasi penyimpangan di lapangan.
Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu menciptakan rasa tenang bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tanpa harus merasa khawatir akan kekurangan kebutuhan energi untuk memasak setiap harinya.
Sinergi Lintas Sektoral demi Kenyamanan Ibadah Masyarakat di Jawa Tengah
Dukungan penuh dari Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian juga dikerahkan guna memastikan armada pengangkut gas dapat melintas dengan lancar menuju titik-titik distribusi utama tanpa hambatan lalu lintas.
Pemerintah optimistis bahwa dengan strategi penguatan stok yang matang sejak awal, kondisi ketersediaan energi di wilayah Jawa Tengah dan DIY akan tetap berada pada level yang sangat aman dan terkendali.
Kerja sama yang baik antara produsen, distributor, dan konsumen menjadi kunci utama dalam melewati masa liburan panjang dengan suasana yang kondusif, nyaman, serta penuh keberkahan bagi semua.
Hingga hari Sabtu 21 Februari 2026, kondisi di pangkalan-pangkalan resmi terpantau normal dengan ketersediaan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di pemukiman padat penduduk.
Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan fokus dan khidmat, didukung oleh kepastian energi yang telah dipersiapkan dengan baik oleh jajaran Pertamina Patra Niaga.
Ketahanan energi nasional di tingkat daerah menjadi prioritas utama guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta kesejahteraan rakyat Indonesia secara merata dan berkelanjutan di masa depan.