Tips Hidrasi Kulit Saat Puasa Menurut Dokter Spesialis Kulit

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:33:16 WIB
Tips Hidrasi Kulit Saat Puasa Menurut Dokter Spesialis Kulit

JAKARTA - Menjalani ibadah puasa tidak hanya menuntut ketahanan fisik, tetapi juga perhatian ekstra terhadap kesehatan organ terluar tubuh, yakni kulit. Perubahan pola konsumsi cairan selama berjam-jam sering kali berdampak langsung pada kelembapan kulit, yang jika dibiarkan dapat memicu berbagai masalah estetika maupun kesehatan. Menanggapi fenomena ini, para ahli medis menekankan pentingnya sinergi antara perawatan dari dalam melalui asupan nutrisi dan perawatan dari luar melalui penggunaan produk kecantikan atau skincare yang tepat.

Prioritas Utama Hidrasi Selama Bulan Puasa

Selama bulan Ramadan, tantangan terbesar bagi kulit adalah risiko dehidrasi. Dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika, dr. Riva Ambardina Pradita, Sp.D.V.E, memberikan penekanan khusus bahwa menjaga kadar air dalam kulit adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit cenderung menjadi kering dan kehilangan perlindungan alaminya.

“Khawatirnya kalau kulit kita juga kering, lapisan terluar kulitnya tidak utuh, rusak, maka pasti lebih mudah iritasi, breakout (berjerawat) dan sebagainya. Jadi, hidrasi nomor satu kalau lagi puasa,” kata Riva saat ditemui dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta. Penjelasan ini menggarisbawahi bahwa kulit yang terhidrasi dengan baik berfungsi sebagai benteng pertahanan utama terhadap polusi dan bakteri penyebab masalah kulit.

Konsistensi Perawatan Kulit dan Peran Pelembap

Meskipun aktivitas harian dan pola makan berubah selama berpuasa, dr. Riva yang merupakan lulusan spesialis dermatologi dan venereologi Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa pada dasarnya tidak ada perbedaan radikal dalam cara merawat kulit. Perbedaan utama terletak pada kondisi internal tubuh yang lebih rentan terhadap kekurangan air, sehingga berdampak pada tekstur dan elastisitas kulit.

Salah satu senjata utama untuk melawan kekeringan kulit adalah penggunaan moisturizer atau pelembap secara rutin. Riva menyarankan agar setiap individu tidak melewatkan tahapan ini dalam rutinitas harian mereka. Fungsi utama pelembap, menurutnya, adalah untuk memerangkap air yang sudah ada di permukaan kulit agar tidak mudah menguap ke udara. Namun, ia juga menambahkan bahwa frekuensi penggunaan kembali (re-apply) pelembap harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing orang, karena kebutuhan kulit berminyak tentu berbeda dengan kulit yang sangat kering.

Momentum Emas Penggunaan Produk Perawatan

Banyak orang yang masih keliru mengenai kapan waktu paling efektif untuk mengaplikasikan produk perawatan kulit. Agar manfaat pelembap dapat terserap secara maksimal, Riva membagikan tips mengenai momentum yang tepat. Waktu terbaik untuk menggunakan pelembap adalah saat kulit masih dalam kondisi sedikit lembap, bukan dalam keadaan benar-benar kering.

Kondisi kulit yang sedikit lembap ini biasanya didapatkan setelah melakukan aktivitas yang bersentuhan dengan air, seperti sesudah mandi, mencuci muka, atau setelah berwudhu. Pada saat itulah pori-pori dan permukaan kulit lebih siap untuk mengunci kelembapan tambahan dari produk skincare yang dioleskan.

Keseimbangan Cairan Tubuh dari Dalam

Meskipun produk skincare sangat membantu, Riva menjelaskan bahwa faktor yang paling dominan dalam menentukan kualitas kesehatan kulit adalah kadar air di dalam tubuh itu sendiri. Oleh karena itu, rutinitas perawatan luar harus didukung kuat oleh pemenuhan kebutuhan cairan saat waktu berbuka dan sahur. Pemenuhan cairan yang cukup akan memastikan sel-sel kulit tetap kenyal dan sehat dari lapisan terdalam.

Selain asupan air putih yang cukup, kesehatan kulit juga bisa ditingkatkan melalui asupan kolagen. Riva menyebutkan bahwa kolagen alami dapat bersumber dari makanan yang kaya akan protein. Dengan menggabungkan asupan cairan dan nutrisi pembentuk jaringan kulit, performa kulit selama puasa akan tetap terjaga meski dalam kondisi cuaca yang panas atau kering.

Pedoman Nutrisi "Isi Piringku" dari Kemenkes

Dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh yang berimbas pada kecantikan kulit, masyarakat disarankan merujuk pada panduan "Isi Piringku" yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Panduan ini mengatur secara detail porsi makanan dalam satu kali makan untuk menjamin keseimbangan gizi.

Berdasarkan aturan tersebut, pengaturan porsi di dalam piring sebaiknya dibagi menjadi dua bagian. Dari setengah isi piring, sebanyak 2/3 diisi oleh karbohidrat dan 1/3 diisi oleh protein. Sementara itu, pada setengah piring sisanya, sebanyak 1/3 diisi oleh buah-buahan dan 2/3 diisi oleh sayur-sayuran. Komposisi ini memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin, mineral, dan serat yang cukup untuk mendukung metabolisme serta regenerasi sel kulit.

Anjuran Konsumsi Air Putih Delapan Gelas

Sebagai langkah penutup untuk memastikan kulit tetap segar selama puasa, Kemenkes tetap menganjurkan konsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari. Pola ini bisa disesuaikan selama waktu malam hari, mulai dari berbuka hingga sahur. Mencukupi delapan gelas air putih tidak hanya bertujuan merawat kecantikan kulit dari dalam, tetapi juga krusial untuk memelihara fungsi organ tubuh lainnya serta memperlancar sistem pencernaan.

Dengan kombinasi antara disiplin menggunakan pelembap pada waktu yang tepat serta menjaga asupan gizi dan cairan sesuai anjuran medis, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman tanpa harus khawatir mengalami masalah kulit kering atau kusam. Kulit yang sehat adalah cerminan dari tubuh yang terhidrasi dengan baik dan nutrisi yang seimbang.

Terkini