JAKARTA - Awan mendung kembali menggelayuti Emirates Stadium di tengah persaingan sengit perebutan mahkota Liga Inggris. Belum usai publik membicarakan performa impresif Arsenal, kabar kurang sedap datang dari lini serang mereka. Kai Havertz, yang baru saja menjadi pahlawan kemenangan di semifinal Piala FA, dilaporkan harus kembali masuk ruang perawatan akibat cedera otot. Kehilangan ini menjadi tamparan keras bagi Mikel Arteta, mengingat peran krusial sang pemain Jerman dalam skema permainan tim.
Kondisi ini menempatkan Arsenal dalam situasi sulit. Di saat Manchester City terus menempel ketat di posisi kedua, kehilangan penyerang utama bisa menjadi faktor pembeda dalam perburuan gelar. Tantangan terbesarnya bukan hanya sekadar memenangkan laga-laga di depan mata, melainkan bagaimana Meriam London tetap kompetitif saat melakoni laga emosional melawan rival abadi mereka pekan depan.
Prediksi Absen dan Jadwal Padat Tanpa Havertz
Informasi mengenai kondisi terbaru sang penyerang pertama kali mencuat melalui laporan media ternama Inggris. Informasi ini dibagikan Athletic, Kamis dini hari WIB. Havertz mengalami cedera otot dan harus menepi dari tim sementara waktu. Masalah otot ini memaksanya untuk melewatkan serangkaian pertandingan penting dalam kurun waktu sepuluh hari ke depan.
Imbasnya, penyerang asal Jerman itu bakal absen sampai pekan depan. Ia bisa menepi hingga laga derby London Utara melawan Spurs, 22 Februari mendatang. Itu artinya, Havertz juga akan absen membela Arsenal melawan Brentford di Liga Inggris, Jumat, Wigan Athletic di Piala FA (15/2), dan Wolverhampton Wanderers. Kehilangan Havertz di tiga kompetisi berbeda dalam waktu singkat tentu akan menguji kreativitas Arteta dalam meracik strategi cadangan.
Riwayat Cedera yang Menghambat Performa Musim Ini
Bagi Kai Havertz, cedera kali ini menambah catatan panjang kesialannya sepanjang musim 2025-2026. Meskipun kontribusinya sangat terasa ketika berada di lapangan, kebugaran fisiknya seringkali menjadi penghalang bagi sang pemain untuk tampil secara reguler. Musim ini, Kai Havertz banyak diganggu cedera. Menurut catatan Transfermarkt, ia sudah melewatkan 29 laga bersama The Gunners.
Minimnya jumlah penampilan Havertz terlihat jelas dari statistik yang dicatatkannya hingga Februari ini. Ia baru bermain 7 kali musim ini, dan bikin 2 gol serta 2 assist. Catatan ini sebenarnya cukup produktif jika melihat rasio menit bermainnya. Terakhir, ia membuat gol kemenangan Arsenal ke gawang Chelsea di semifinal Piala FA, pekan lalu. Gol tersebut sempat memberikan harapan bahwa Havertz telah kembali ke performa terbaiknya sebelum akhirnya cedera otot kembali datang menghampiri.
Daftar Cedera Bintang yang Kian Menumpuk
Masalah Arsenal tidak berhenti pada Havertz saja. Absennya mantan pemain Chelsea itu seolah melengkapi daftar panjang pemain inti yang harus menepi karena masalah medis. Ruang perawatan Arsenal kini dihuni oleh nama-nama besar yang merupakan tulang punggung tim di setiap lini. Absennya Havertz juga menambah banyak bintang Arsenal yang terkapar.
Sebelumnya ada Martin Odegaard, Bukayo Saka, Mikel Merino, dan Max Dowman yang sudah lebih dulu absen. Kehilangan Odegaard sebagai pengatur serangan dan Saka sebagai motor di sisi sayap, ditambah kini tanpa Havertz sebagai ujung tombak, membuat Arsenal kehilangan hampir seluruh kekuatan inti di sektor penyerangan. Situasi ini memaksa Arteta untuk mengandalkan pemain lapis kedua dan para pemain muda di periode paling menentukan musim ini.
Ujian Mental Meriam London Menjaga Takhta Klasemen
Kondisi skuad yang compang-camping ini terjadi saat tekanan dari rival utama sedang tinggi-tingginya. Arsenal kini harus bertarung melawan rasa lelah dan keterbatasan personel untuk menjauh dari kejaran Manchester City. Saat ini Arsenal masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan 56 poin, unggul 3 angka dari Manchester City. Banyaknya pemain cedera, termasuk kini Kai Havertz, bakal jadi ujian Meriam London menjaga kans juaranya.
Kemenangan City atas Fulham baru-baru ini semakin menipiskan jarak, membuat setiap poin yang diperebutkan Arsenal melawan Brentford dan Wolves menjadi sangat krusial. Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur pada 22 Februari akan menjadi ujian pamungkas; apakah Arsenal mampu bertahan dengan skuad yang terbatas, atau justru krisis cedera ini akan menjadi awal dari goyahnya posisi mereka di puncak klasemen Premier League.