JAKARTA - Tensi tinggi menyelimuti persiapan babak semifinal Copa del Rey saat dua raksasa Spanyol, Atletico Madrid dan Barcelona, bersiap untuk saling sikut. Di tengah antisipasi publik terhadap duel klasikan ini, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memancarkan kepercayaan diri yang luar biasa. Sang nakhoda asal Argentina tersebut menegaskan bahwa tidak ada keraguan sedikit pun di dalam benaknya mengenai kemampuan anak asuhnya untuk melangkah ke partai puncak.
Pertemuan ini bukan sekadar laga taktis, melainkan ujian bagi mentalitas yang telah dibangun Simeone selama bertahun-tahun di Madrid. Menghadapi Barcelona yang tengah dalam tren kompetitif, Simeone memilih untuk tetap teguh pada filosofinya, percaya bahwa energi dari stadion dan karakter timnya akan menjadi pembeda pada laga leg pertama nanti.
Filosofi Keyakinan yang Mengakar di Riyadh Air Metropolitano
Bagi Diego Simeone, sepak bola adalah tentang keyakinan yang tidak tergoyahkan. Jelang laga krusial ini, ia mengingatkan kembali akan identitas yang telah ia tanamkan kepada skuad Los Colchoneros sejak pertama kali menginjakkan kaki di klub tersebut. Keyakinan ini dianggapnya sebagai fondasi utama untuk menghadapi tim sekelas Barcelona.
"I always have faith, not just for tomorrow. Faith in everything I do and everything I create," kata Simeone selaku pelatih Atletico, yang dikutip dari AS. Atletico vs Barcelona berlangsung di Riyadh Air Metropolitano pada leg pertama, Jumat dini hari WIB. Walaupun bermain di kandang, Atletico tentu tidak akan mudah menumbangkan Barca, namun dukungan suporter diharapkan mampu membakar semangat juang para pemain.
Warisan Mentalitas dan Ambisi Mencapai Partai Final
Keberhasilan Atletico menembus semifinal musim ini dipandang Simeone sebagai hasil dari budaya kerja keras yang konsisten. Ia percaya bahwa setiap pemain dan penggemar memiliki keterikatan batin yang kuat dalam mengejar mimpi meraih trofi musim ini. Perjalanan menuju final disebutnya hanya bisa dicapai melalui kepercayaan diri yang penuh di setiap fase.
"Itu adalah sifat yang menurut saya telah berhasil kami tanamkan selama kami berada di Atletico. Para penggemar kami selalu memilikinya. Ini adalah semifinal ketiga yang akan kami mainkan. Tidak ada cara lain untuk mencapai final," sambungnya. Keyakinan kolektif ini menjadi senjata rahasia Simeone untuk menjaga stabilitas emosional timnya di bawah tekanan laga bertajuk big match.
Memanfaatkan Celah Cedera di Skuad Blaugrana
Pertandingan ini juga diwarnai dengan kabar kurang menguntungkan dari kubu tim tamu. Barcelona dipastikan tidak dapat diperkuat oleh beberapa pilar serangnya yang sedang mengalami kendala fisik. Situasi ini secara teknis memberikan sedikit keuntungan bagi Atletico untuk lebih leluasa mengontrol jalannya pertandingan sejak menit awal.
Barcelona dipastikan tidak dapat diperkuat oleh Marcus Rashford dan Raphinha yang mengalami masalah kebugaran. Kehilangan dua pemain lincah ini tentu akan mengurangi daya ledak lini depan Barca, memberikan kesempatan bagi barisan pertahanan Atletico untuk lebih fokus meredam ancaman dari sektor lain.
Fokus Internal dan Tantangan Tanpa Pablo Barrios
Menariknya, Simeone menunjukkan sikap yang sangat dingin terkait masalah yang dihadapi lawannya. Ia menolak untuk merasa diuntungkan oleh absennya bintang-bintang Barcelona. Baginya, fokus pada kekuatan dan kelemahan tim sendiri jauh lebih penting daripada memikirkan kondisi internal lawan. Simeone mengaku tidak peduli dengan absennya pemain inti Barca.
Pria asal Argentina itu lebih mau fokus mengatasi absennya Pablo Barrios, pemain muda potensial yang selama ini menjadi bagian penting dalam rotasi lini tengahnya. "I'm not thinking about them. We are without Barrios and I need to focus on what we're going to do, how we're going to start the match and what kind of match we're going to face," tegasnya. Pendekatan pragmatis ini mencerminkan karakter Simeone yang selalu mengedepankan kesiapan internal di atas segalanya.
Menatap Duel Penentu Menuju Tangga Juara
Atletico harus bisa memanfaatkan laga ini dengan baik, terutama karena leg pertama dimainkan di hadapan pendukung sendiri. Keunggulan gol di kandang akan menjadi modal krusial sebelum mereka harus bertandang ke markas Barcelona di leg kedua nanti. Dengan segala optimisme yang disuarakan oleh sang pelatih, publik kini menanti apakah "El Cholo" mampu membuktikan ucapannya dan membawa Atletico Madrid kembali ke partai final Copa del Rey.
Pertarungan ini dipastikan akan berjalan sengit sejak peluit pertama dibunyikan, di mana disiplin taktik Atletico akan diuji oleh kreativitas serangan Barcelona yang tetap berbahaya meski tanpa kehadiran Rashford dan Raphinha.