IHSG Berpeluang Lanjut Menguat dengan Dukungan Kuat Sektor Energi

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:24:59 WIB
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat dengan Dukungan Kuat Sektor Energi

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan geliat positif menjelang akhir pekan ini. 

IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan, Usai Disokong Saham Sektor Energi yang tampil dominan dalam perdagangan terakhir. Momentum tersebut membuka ruang optimisme bagi pelaku pasar untuk melanjutkan akumulasi beli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat pada perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. IHSG ditutup menguat di level 8.290,97 atau naik 1,96 persen pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Kenaikan ini memperpanjang tren positif dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Phintraco Sekuritas melihat IHSG mencatatkan penguatan yang signifikan pada Rabu didorong oleh kinerja positif saham sektor energi yang mencatatkan kenaikan terbesar. Sebaliknya, saham sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan. Rotasi sektoral ini memperlihatkan dominasi energi sebagai penopang indeks.

Pendorong utama kenaikan IHSG antara lain meningkatnya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia. Laporan kinerja keuangan emiten yang positif turut memberikan sentimen tambahan. Selain itu, faktor teknikal juga memperkuat arah penguatan indeks.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga terus menguat. Penguatan mata uang domestik tersebut dinilai memberi ruang stabilitas tambahan bagi pasar saham. Kondisi eksternal yang relatif kondusif ikut menopang sentimen positif.

Secara teknikal, IHSG berhasil melanjutkan penguatannya didukung oleh kenaikan indikator Stochastic RSI. Penyempitan histogram negatif pada MACD juga masih berlanjut. Kombinasi indikator tersebut mempertegas peluang kenaikan lanjutan.

“Volume beli juga mengalami kenaikan. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis, 12 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan peluang uji resistance dalam jangka pendek.

Dukungan Stimulus dan Momentum Musiman

Kombinasi antara stimulus fiskal dan kenaikan konsumsi musiman akibat perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri diharapkan bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026. Momentum musiman tersebut kerap mendorong belanja masyarakat meningkat. Dampaknya dapat dirasakan pada sektor-sektor konsumsi dan distribusi.

Pada Kuartal I 2026 pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi. Stimulus ini mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bantuan sosial. Program tersebut akan berlaku selama periode Februari hingga Maret 2026.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat. Perputaran uang yang meningkat berpotensi mendukung kinerja emiten. Sentimen ini menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pelaku pasar.

Perkembangan Kebijakan dan Transparansi Pasar

Pada pertemuan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI pada Rabu dibahas sejumlah hal penting. Pembahasan mencakup pengungkapan pemegang saham yang memiliki lebih dari 1 persen serta penyediaan data investor yang lebih rinci. Selain itu, dibahas pula progres pelaksanaan kenaikan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya peningkatan transparansi pasar. Ketersediaan data yang lebih detail diharapkan memperkuat kepercayaan investor global. Reformasi tata kelola menjadi aspek penting dalam daya saing bursa.

“BEI juga akan menerbitkan kebijakan baru berupa shareholders concentration list, yakni daftar saham yang terindikasi memiliki kepemilikan terkonsentrasi,” tulis analis Phintraco Sekuritas. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan gambaran lebih jelas terkait struktur kepemilikan saham.

Rekomendasi saham untuk diperhatikan sepanjang Kamis di antaranya WIFI, BBYB, HRUM, NCKL dan AADI. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek. Investor disarankan mencermati dinamika volume dan sentimen sektoral.

Proyeksi Teknis dan Skenario Koreksi

Analis MNC Sekuritas melihat penguatan IHSG pada Rabu sudah mencapai target minimal yang disampaikan sebelumnya. Dalam skenario yang lebih optimistis, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Pergerakan ini diperkirakan membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.328-8.440.

“Waspadai akan adanya potensi koreksi ke 8.155-8.239,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis, 12 Februari 2026. Peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa volatilitas tetap mungkin terjadi. Investor perlu mempertimbangkan manajemen risiko.

Rentang koreksi tersebut dipandang sebagai area support terdekat. Selama IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Skenario teknikal menjadi acuan dalam menentukan strategi.

Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham ANTM, PANI, TLKM, dan UNVR untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis, 12 Februari 2026. Saham-saham tersebut dinilai memiliki struktur teknikal yang menarik. Pergerakannya berpotensi mengikuti arah indeks.

Optimisme Lanjutan Pasar Saham

Secara keseluruhan, IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan, Usai Disokong Saham Sektor Energi yang menjadi motor utama kenaikan sebelumnya. Dukungan teknikal dan sentimen fundamental memberi ruang lanjutan tren positif. Namun, kewaspadaan terhadap potensi koreksi tetap diperlukan.

Kombinasi penguatan rupiah, stimulus fiskal, serta perbaikan transparansi pasar menjadi faktor penopang tambahan. Dinamika global dan domestik tetap akan memengaruhi arah indeks. Pelaku pasar diharapkan mencermati perkembangan secara cermat.

Dengan sejumlah katalis tersebut, perdagangan Kamis, 12 Februari 2026 diproyeksi tetap bergerak dalam kecenderungan positif. Uji resistance di kisaran 8.350 hingga 8.400 menjadi perhatian utama. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kekuatan volume beli dan sentimen sektoral.

Terkini