Lonjakan Belanja Online Saat Ramadan Jadi Peluang Emas bagi UMKM Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:24:50 WIB
Lonjakan Belanja Online Saat Ramadan Jadi Peluang Emas bagi UMKM Nasional

JAKARTA - Momentum Ramadan kembali menghadirkan peluang emas bagi pelaku usaha di ranah digital. 

Belanja Online Ramadan Melonjak, Ini 5 Strategi UMKM Dongkrak Penjualan menjadi gambaran besarnya potensi pasar yang terbuka lebar. Pelaku UMKM dituntut lebih adaptif agar mampu menangkap lonjakan transaksi secara maksimal.

Lonjakan belanja daring selama Ramadan membuka peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendongkrak penjualan. Data industri mencatat transaksi e-commerce di Indonesia meningkat lebih dari 76% selama Ramadan. Jumlah konsumen pun melonjak tajam dibandingkan bulan normal.

Kondisi ini mendorong UMKM di platform Tokopedia dan TikTok Shop menyiapkan strategi lebih terukur menjelang Ramadan 2026. Persaingan yang ketat membuat pelaku usaha perlu bergerak lebih cepat. Perencanaan matang menjadi kunci menghadapi lonjakan permintaan.

Tahun lalu, nilai transaksi Tokopedia dan TikTok Shop saat waktu sahur melonjak lebih dari 10 kali lipat melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru. Lonjakan signifikan tersebut menunjukkan perubahan pola belanja masyarakat. Waktu sahur menjadi periode emas transaksi daring.

Jumlah pesanan penjual tercatat naik rata-rata dua kali lipat. Produk paling banyak dibeli melalui fitur live streaming di TikTok Shop by Tokopedia meliputi baju muslim wanita, parfum, skincare, make up, serta hampers Ramadan. Kategori musiman mendominasi daftar pembelian konsumen.

Momentum Krusial bagi Pertumbuhan UMKM

Executive Director Tokopedia & TikTok E-commerce Indonesia Stephanie Susilo mengatakan momentum Ramadan menjadi periode krusial bagi pertumbuhan penjual. Ramadan dinilai sebagai fase percepatan bisnis, khususnya bagi UMKM. Potensi kenaikan penjualan dapat berlipat jika strategi tepat diterapkan.

“Tokopedia dan TikTok Shop terus mendorong pertumbuhan penjual terutama di momen besar seperti Ramadan. Kami menghadirkan berbagai dukungan mulai dari peningkatan visibilitas, promosi, hingga solusi berbasis ekosistem agar penjual, khususnya UMKM, dapat berjualan dengan lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Stephanie. Pernyataan ini menegaskan dukungan platform terhadap penguatan ekosistem digital.

Dukungan tersebut mencakup promosi terintegrasi dan peningkatan eksposur produk. UMKM dapat memanfaatkan fitur yang tersedia untuk memperluas jangkauan pasar. Sinergi antara platform dan penjual menjadi faktor penting pertumbuhan.

Strategi Stok dan Kesiapan Produk

Tingginya permintaan selama Ramadan menuntut UMKM tidak hanya hadir di platform digital, tetapi juga matang secara strategi. Pelaku usaha perlu memastikan ketersediaan stok sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran. Lonjakan biasanya terjadi pada produk terlaris dan kategori musiman.

“Program SiapStok dari Tokopedia dan TikTok Shop membantu penjual merencanakan stok sehingga meminimalkan risiko kehabisan barang dan memaksimalkan peluang penjualan. Strategi bundling produk atau pembuatan hampers khusus Lebaran efektif meningkatkan transaksi di bulan Ramadan,” kata Liana, pemilik jayaabadigrosir4. Strategi pengelolaan stok menjadi fondasi menjaga performa penjualan.

Perencanaan stok yang akurat membantu menjaga kepercayaan konsumen. Kekosongan barang di tengah lonjakan permintaan berisiko menurunkan reputasi toko. Karena itu kesiapan logistik menjadi prioritas utama.

Optimalisasi Tampilan dan Promosi Digital

Selain kesiapan stok, tampilan dan kelengkapan informasi produk menjadi faktor pembeda. Deskripsi yang jelas dan visual relevan dinilai krusial menjaga kepercayaan konsumen. Transparansi informasi membantu pembeli mengambil keputusan lebih cepat.

“Menjaga kepercayaan konsumen di tengah arus transaksi yang tinggi merupakan hal yang menantang. Untuk itu, percantik katalog dan sesuaikan dengan tema Ramadan. Sampaikan juga informasi produk secara jujur dan detail, serta patuhi kebijakan platform agar operasional bisnis tetap lancar,” ujar Desi Prasetiyani dari Akaci Store. Penyesuaian tema Ramadan dinilai meningkatkan daya tarik visual.

Strategi promosi terbatas seperti diskon, voucher, dan gratis ongkos kirim terbukti efektif. Promo meningkatkan urgensi pembelian terutama menjelang puncak Ramadan. Konsumen cenderung responsif terhadap penawaran dengan batas waktu.

“Aktivitas live streaming memungkinkan penjual menjelaskan produk secara lebih detail dan memberikan penawaran terbatas sehingga mendorong keputusan membeli secara real time,” kata Endro, pemilik Dutasnack. Interaksi langsung menciptakan kedekatan antara penjual dan pembeli. Fitur ini semakin relevan dalam ekosistem digital.

Kualitas Layanan dan Kampanye Terintegrasi

Di sisi lain, kualitas layanan pelanggan menjadi faktor penentu keberlanjutan penjualan. Kecepatan respons dan ketepatan pengiriman memengaruhi kepuasan konsumen. Pengalaman belanja positif mendorong pembelian ulang.

“Pelayanan yang konsisten, cepat, dan tepat menjadi kunci membangun kepercayaan. Pengalaman belanja yang positif dapat menjaga rating toko tetap kompetitif dan mendorong pembelian berulang,” ujar perwakilan RAPA Tech Indonesia. Konsistensi pelayanan menjadi investasi jangka panjang bagi UMKM.

UMKM juga didorong aktif mengikuti kampanye besar Ramadan Ekstra Seru 2026. Kampanye ini dimulai pada 9 Februari 2026 di TikTok Shop dan 18 Februari 2026 di Tokopedia. Program tersebut membuka peluang peningkatan visibilitas melalui fitur pemasaran terintegrasi.

“Ramadan merupakan periode penting. Kami memanfaatkan fitur beriklan otomatis GMV Max dan bundling voucher untuk menjaga performa penjualan,” kata perwakilan Oraimo Authentic Store. Pemanfaatan fitur promosi dinilai mampu menjaga stabilitas transaksi selama Ramadan.

Belanja Online Ramadan Melonjak, Ini 5 Strategi UMKM Dongkrak Penjualan menjadi refleksi peluang besar yang tersedia. Dengan strategi stok, promosi, visual produk, layanan pelanggan, dan partisipasi kampanye, UMKM memiliki ruang tumbuh signifikan.

Terkini