Harga BBM Masih Turun per 11 Februari 2026, Cek Tarif Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

Rabu, 11 Februari 2026 | 12:51:56 WIB
Harga BBM Masih Turun per 11 Februari 2026, Cek Tarif Pertamina, Shell, BP, dan Vivo

JAKARTA - Memasuki pekan kedua Februari 2026, tren positif kembali dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermotor di berbagai daerah.

Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di sejumlah SPBU besar masih bertahan pada level yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini memberikan ruang bernapas bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi maupun operasional usaha sehari-hari.

Penyesuaian harga BBM yang masih berlaku per 11 Februari 2026 ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kombinasi faktor global dan domestik yang memengaruhi kebijakan penetapan harga di SPBU, mulai dari fluktuasi harga minyak mentah dunia hingga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Operator SPBU pun menyesuaikan harga jual sebagai respons atas kondisi tersebut.

Penurunan harga BBM ini tercatat berlaku di berbagai merek, termasuk Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo. Meski besaran koreksi harga berbeda-beda di setiap wilayah, secara umum konsumen menikmati harga yang lebih ramah dibandingkan periode sebelumnya.

Faktor Global dan Domestik Pengaruhi Penurunan Harga BBM

Harga BBM yang masih turun hingga pertengahan Februari 2026 tak lepas dari melemahnya harga minyak mentah di pasar internasional. Penurunan permintaan global serta stabilitas geopolitik relatif terkendali membuat harga minyak dunia bergerak turun dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut berkontribusi besar. Dengan kurs yang lebih stabil, biaya impor BBM menjadi lebih ringan. Kondisi ini memberi ruang bagi badan usaha penyedia BBM untuk melakukan penyesuaian harga tanpa mengganggu keberlangsungan operasional.

Dampak kombinasi kedua faktor tersebut terasa langsung di tingkat konsumen. Di wilayah Jawa dan Bali, misalnya, harga Pertamax dan varian bensin lain kini lebih terjangkau dibandingkan akhir Januari lalu. Hal serupa juga terjadi di luar Pulau Jawa, meski dengan variasi harga sesuai kebijakan regional.

Daftar Harga BBM Pertamina per 11 Februari 2026

Sebagai penyedia BBM terbesar di Indonesia, Pertamina menetapkan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 Februari 2026 dan masih bertahan hingga hari ini. Di wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya, harga BBM Pertamina tercatat sebagai berikut:

Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter
Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter

Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan, sementara BBM non-subsidi mengalami koreksi turun sejak awal bulan dan kini bertahan stabil.

Penyesuaian Harga BBM Shell, BP, dan Vivo

Selain Pertamina, operator SPBU swasta juga melakukan penyesuaian harga BBM. Shell Indonesia mencatat penurunan harga antara Rp80 hingga Rp760 per liter. Harga Shell Super (RON 92) berada di Rp12.050 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel (CN 51) Rp13.600 per liter.

SPBU BP-AKR juga mengikuti tren serupa dengan penurunan harga di kisaran Rp260 hingga Rp690 per liter. Harga BP 92 (RON 92) tercatat Rp12.050 per liter, BP Ultimate (RON 95) Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel (CN 53) Rp13.600 per liter.

Sementara itu, SPBU Vivo menyesuaikan harga BBM dengan koreksi yang lebih variatif. Revvo 92 (RON 92) dijual Rp12.050 per liter, Revvo 95 (RON 95) Rp12.500 per liter, dan Diesel Primus Plus (CN 51) Rp13.610 per liter.

Harga BBM Pertamina di Berbagai Wilayah Indonesia

Penyesuaian harga BBM Pertamina berlaku nasional dengan perbedaan harga antardaerah. Di wilayah Sumatera, harga Pertamax berkisar Rp12.100 hingga Rp12.400 per liter, sementara di Free Trade Zone seperti Batam dan Sabang, harga cenderung lebih rendah.

Di Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku dan Papua, harga BBM menyesuaikan biaya distribusi dan logistik. Meski demikian, pola penurunan harga BBM non-subsidi tetap konsisten di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Khusus wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga BBM Pertamina menjadi salah satu yang paling kompetitif, sehingga banyak konsumen tetap memilih SPBU Pertamina sebagai pilihan utama.

Dampak Penurunan Harga BBM bagi Masyarakat

Harga BBM yang masih turun hingga 11 Februari 2026 membawa dampak positif bagi daya beli masyarakat. Biaya transportasi yang lebih rendah membantu menekan pengeluaran harian, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha kecil.

Bagi pelaku logistik dan transportasi, stabilitas harga BBM juga memberikan kepastian dalam perencanaan operasional. Di sisi lain, pemerintah dan badan usaha energi tetap dituntut menjaga keseimbangan antara stabilitas industri dan kepentingan konsumen.

Dengan dinamika pasar energi yang terus berubah, masyarakat diimbau untuk rutin memantau perkembangan harga BBM. Penyesuaian harga dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti kondisi global dan kebijakan nasional, sehingga informasi terkini menjadi kunci dalam mengatur pengeluaran secara bijak.

Terkini