Pertamina Fokus pada Migas Setelah Merger Anak Usaha Selesai

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:56:45 WIB
Pertamina Fokus pada Migas Setelah Merger Anak Usaha Selesai

JAKARTA - Pada awal Februari 2026, PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai menjalani proses merger untuk membentuk entitas baru di bawah Subholding Downstream. 

Merger ini merupakan bagian dari upaya konsolidasi besar yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero), yang diperkirakan akan selesai pada bulan Oktober 2026 mendatang. 

Proses panjang ini bertujuan untuk menciptakan struktur yang lebih efisien dan efektif, serta memfokuskan Pertamina pada sektor inti mereka, yaitu minyak dan gas (migas).

Menurut Dony, salah satu eksekutif PT Pertamina, proses konsolidasi ini membutuhkan waktu lebih dari delapan bulan untuk menggabungkan berbagai unit bisnis yang sebelumnya beroperasi secara terpisah. 

"Mengonsolidasikan bisnis bukanlah hal yang mudah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama," ujar Dony.

Setelah selesai, Subholding Downstream yang baru akan memiliki struktur organisasi yang lebih ramping, serta kemampuan untuk menetapkan jajaran direksi yang akan mengelola bisnis migas dan energi Pertamina lebih fokus.

Pelepasan Bisnis Nonmigas Sebagai Strategi Fokus Pertamina

Sebagai bagian dari transformasi besar ini, Pertamina juga mengumumkan akan melepas sejumlah unit bisnis yang tidak terkait langsung dengan sektor migas. 

Salah satunya adalah bisnis di sektor penerbangan, perhotelan, serta asuransi yang selama ini dikelola oleh anak perusahaan Pertamina. Dony menambahkan bahwa proses pelepasan ini akan berlangsung sepanjang tahun 2026.

"Bisnis-bisnis seperti rumah sakit, hotel, penerbangan, dan asuransi akan kami lepas. Semua ini akan dilakukan agar Pertamina bisa lebih fokus pada sektor minyak dan gas yang merupakan inti dari bisnis kami," jelas Dony lebih lanjut. 

Proses pengalihan bisnis non-migas ini akan melibatkan berbagai perusahaan BUMN lainnya yang akan mengambil alih serta mengembangkan sektor-sektor tersebut secara lebih terfokus dan profesional.

Dengan strategi ini, Pertamina berharap dapat mengurangi beban dan memperkuat posisi bisnis utama mereka di sektor migas. 

"Kami ingin agar setiap BUMN bisa fokus pada apa yang mereka lakukan dengan terbaik. Rumah sakit akan menjadi entitas yang berdiri sendiri, begitu juga dengan hotel, asuransi, dan penerbangan," tegas Dony.

Meningkatkan Efisiensi dengan Merger untuk Kompetisi Global

Merger ketiga anak usaha Pertamina ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar global. 

Dengan menggabungkan bisnis-bisnis terkait dalam satu entitas, Pertamina berharap bisa lebih lincah dan efektif dalam menghadapi tantangan industri migas yang semakin ketat. Penggabungan ini juga memungkinkan adanya optimasi dalam pengelolaan sumber daya manusia dan operasional yang lebih terintegrasi.

Lebih dari sekadar penggabungan, Subholding Downstream yang akan dibentuk diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. 

Dengan mengelola bisnis migas secara lebih efisien, Pertamina dapat lebih fokus pada peningkatan produksi energi yang vital untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

Pemilihan Bisnis Inti untuk Pengembangan yang Lebih Terfokus

Salah satu alasan penting di balik strategi ini adalah untuk memastikan bahwa Pertamina dapat terus berperan sebagai pemimpin di industri migas Indonesia, dengan tetap memprioritaskan pengelolaan sumber daya energi yang ada. 

Seiring dengan pemusatan perhatian pada bisnis migas, perusahaan akan lebih bebas dari berbagai beban bisnis non-migas yang sebelumnya cukup banyak menyita perhatian dan sumber daya.

Dony menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari langkah jangka panjang untuk memodernisasi Pertamina dan menjadikan perusahaan ini lebih responsif terhadap dinamika pasar energi global. 

Dengan melepas unit-unit bisnis yang tidak langsung terkait dengan migas, Pertamina akan dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis minyak, gas, dan energi terbarukan, yang menjadi pilar utama dari pertumbuhannya di masa depan.

Terkini