Perjanjian Dagang Indonesia Perkuat Posisi Negara Dalam Rantai Nilai Global

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:56:40 WIB
Perjanjian Dagang Indonesia Perkuat Posisi Negara Dalam Rantai Nilai Global

JAKARTA - Dunia usaha Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan daya saing nasional, terlebih di tengah persaingan global yang semakin ketat. 

Salah satu langkah strategis yang diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global adalah melalui perjanjian perdagangan internasional, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). 

Shinta W Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menilai bahwa perjanjian dagang tersebut memainkan peran kunci dalam meningkatkan daya saing Indonesia di dalam rantai nilai global.

Namun, Shinta juga mengingatkan bahwa peningkatan daya saing tidak hanya bergantung pada perjanjian internasional semata. Menurutnya, perbaikan struktural di dalam negeri, seperti pembenahan regulasi dan sistem produksi, sangat penting untuk mewujudkan dampak positif dari kerja sama internasional tersebut. 

"Bagi dunia usaha, peningkatan daya saing nasional tidak hanya bertumpu pada perjanjian perdagangan, tetapi juga pada pembenahan struktural di dalam negeri," kata Shinta.

Peluang Ekspor yang Diperoleh Melalui Perjanjian Dagang

Perjanjian dagang internasional seperti IEU-CEPA membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspor. Kerja sama ini tidak hanya memberikan akses pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai nilai global, di mana negara-negara lain sudah lama menempatkan diri mereka sebagai kekuatan ekonomi.

 Oleh karena itu, bagi pelaku usaha Indonesia, kesempatan ini merupakan momen penting yang tidak boleh disia-siakan untuk lebih mendalami pasar Eropa yang menawarkan potensi besar, baik dalam sektor manufaktur, pertanian, maupun produk unggulan lainnya.

“Peluang untuk memperluas akses pasar ekspor sangat penting, dan IEU-CEPA adalah sarana yang membuka banyak pintu bagi produk Indonesia,” lanjut Shinta. 

Dengan begitu, industri-industri Indonesia dapat meningkatkan kapasitas produksi mereka untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri yang terus berkembang.

Namun, Shinta juga menekankan bahwa perluasan pasar ekspor ini harus diimbangi dengan kebijakan dalam negeri yang memadai. Pemerintah perlu mendukung sektor usaha dengan memberikan kemudahan dalam perizinan, regulasi, dan infrastruktur yang memadai, agar daya saing Indonesia semakin meningkat.

Peran Pemerintah dalam Mendukung Kinerja Sektor Usaha

Shinta juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap berbagai regulasi domestik yang berkaitan dengan dunia usaha, seperti regulasi ketenagakerjaan, perizinan, logistik, serta biaya produksi. 

Menurutnya, pembenahan dalam sektor-sektor ini menjadi kunci agar industri Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara di kawasan yang memiliki pertumbuhan ekonomi agresif, seperti Vietnam.

"Debottlenecking regulasi, perizinan, logistik, dan biaya produksi menjadi kunci agar industri Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kawasan seperti Vietnam yang pertumbuhan ekonominya sangat agresif," ujar Shinta. 

Dalam hal ini, pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta untuk memastikan agar hambatan-hambatan struktural dalam perekonomian Indonesia dapat diatasi, sehingga industri dalam negeri dapat lebih siap menghadapi tantangan global.

Dukungan Apindo terhadap Kebijakan Presiden dalam Penguatan Industrialisasi Nasional

Selain itu, Shinta menyampaikan bahwa Apindo sangat mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan industrialisasi nasional. 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya penting untuk menciptakan nilai tambah bagi produk Indonesia, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan. 

"Penguatan industrialisasi nasional merupakan langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia," tegas Shinta.

Melalui kebijakan tersebut, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, yang pada gilirannya akan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Indonesia. 

Shinta juga menambahkan bahwa sektor industri yang berkembang pesat akan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Industri yang kuat akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas produk lokal, dan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global. Kami siap berkolaborasi untuk mendorong investasi, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di seluruh Indonesia," ujar Shinta.

Komitmen Apindo untuk Mendorong Investasi dan Peningkatan Daya Saing

Sebagai organisasi yang mewakili sektor pengusaha di Indonesia, Apindo terus berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat daya saing industri Indonesia di pasar global. 

Dukungan terhadap industrialisasi nasional dan perjanjian perdagangan internasional merupakan langkah nyata untuk memastikan Indonesia tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga pemain penting dalam rantai nilai global.

Dalam rangka memperkuat daya saing industri, Apindo juga siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong investasi dalam sektor industri, terutama di bidang yang dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian Indonesia, seperti manufaktur, teknologi, dan sektor energi terbarukan. 

Selain itu, Apindo berharap pemerintah dapat terus mendorong pelaku usaha untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi agar Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Terkini