JAKARTA - Mitos seputar makanan sering kali membuat kita waspada, salah satunya adalah anggapan bahwa makan durian setelah gulai kambing atau sate bisa berisiko menyebabkan stroke.
Banyak yang mempercayai hal ini sebagai fakta, namun benarkah kombinasi ini begitu berbahaya bagi kesehatan kita?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini memberikan penjelasan terkait mitos tersebut. Menurutnya, meski tidak bisa dimaknai secara harfiah, kombinasi antara durian dan gulai kambing memang tidak bisa dianggap sepele.
Dalam penjelasannya, Budi menyebut bahwa meskipun tidak ada jaminan seseorang akan langsung terkena stroke setelah mengonsumsi kedua makanan tersebut, kombinasi tersebut tetap bisa membebani tubuh secara berlebihan.
Mengapa Kombinasi Ini Berbahaya?
Budi menjelaskan bahwa masalah utama berasal dari kandungan gizi kedua makanan tersebut yang memang bisa berisiko jika dikonsumsi bersamaan.
Gulai kambing dan sate pada dasarnya adalah olahan yang kaya akan lemak jenuh dan garam, terutama karena bumbu dan kuahnya yang khas.
Di sisi lain, durian, meskipun nikmat dan kaya rasa, mengandung lemak dan gula yang cukup tinggi. Kedua makanan ini, jika dikonsumsi bersamaan, bisa menyebabkan lonjakan tajam pada tekanan darah dan gula darah.
"Ketika kita makan gulai kambing atau sate, tubuh sudah bekerja keras untuk mencerna lemak jenuh dan garam yang tinggi. Begitu ditambah dengan durian, yang juga tinggi lemak dan gula, tubuh akan menjadi lebih terbebani. Ini bisa berisiko bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi," jelas Budi.
Dampak pada Tubuh Jika Dikonsumsi Bersamaan
Budi menambahkan bahwa konsumsi kombinasi ini tidak serta-merta menyebabkan stroke langsung setelah makan, namun dalam jangka panjang, konsumsi berlebihan bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.
Lonjakan gula darah yang terjadi setelah makan durian dapat memperburuk kondisi penderita diabetes, sementara konsumsi lemak jenuh yang tinggi dari gulai kambing dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi atau kolesterol tinggi.
“Jika dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan, tubuh kita bekerja jauh lebih berat. Kenaikan tekanan darah dan kadar gula darah bisa terjadi, yang tentu saja tidak baik untuk kesehatan jangka panjang,” ujar Budi.
Saran untuk Menikmati Hidangan Tanpa Khawatir
Namun, bukan berarti kita harus sepenuhnya menghindari gulai kambing atau durian. Budi memberikan beberapa saran agar kita tetap bisa menikmati hidangan tersebut tanpa mengorbankan kesehatan. Salah satu tipsnya adalah mengonsumsi daging kambing tanpa kuah dan bumbu lemak yang berlebihan.
"Kalau ingin makan sate atau gulai kambing, saya hanya makan dagingnya saja. Kuah lemak dan bumbunya bisa disisihkan. Dengan cara ini, kita bisa menikmati makanan tanpa memberi beban berlebih pada tubuh," ungkap Budi.
Selain itu, jika durian menjadi pilihan makanan penutup, Budi menyarankan agar tidak mengonsumsinya segera setelah makan gulai kambing atau sate.
Sebagai alternatif, Budi merekomendasikan buah segar yang kaya air dan rendah gula, seperti semangka, sebagai pilihan pencuci mulut yang lebih sehat.
“Semangka bisa menjadi pilihan yang baik, karena selain menyegarkan, juga tinggi kandungan air dan rendah gula. Jadi durian bisa disimpan untuk nanti, jangan dimakan langsung setelah makan berat,” tambah Budi.
Alternatif Sehat untuk Menikmati Hidangan Favorit
Untuk menjaga agar konsumsi makanan tetap aman tanpa mengorbankan kenikmatan, penting bagi kita untuk memperhatikan porsi dan jenis makanan yang dikombinasikan.
Dengan bijak memilih bahan makanan dan memperhatikan keseimbangan gizi, kita bisa tetap menikmati hidangan favorit tanpa harus khawatir akan risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan seimbang juga harus menjadi perhatian utama, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Dengan menjaga pola makan yang tepat, kita bisa menikmati berbagai makanan khas, seperti gulai kambing dan durian, tanpa harus merasa takut akan risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan.