Dominasi BRI dalam Penyaluran Kredit Perumahan Nasional Capai 49 Persen

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:03:09 WIB
Dominasi BRI dalam Penyaluran Kredit Perumahan Nasional Capai 49 Persen

JAKARTA - Peta persaingan pembiayaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di awal tahun 2026 menunjukkan penguasaan pasar yang signifikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Sebagai salah satu pilar perbankan nasional, BRI berhasil mengamankan porsi hampir separuh dari total penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) di tingkat nasional. Langkah agresif ini menegaskan posisi BRI bukan hanya sebagai pemain besar di sektor kredit mikro, tetapi juga sebagai motor utama dalam mewujudkan program perumahan rakyat yang dicanangkan pemerintah.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), realisasi penyaluran KPP nasional sepanjang awal tahun 2026 telah menyentuh angka Rp 3,547 triliun. Dari total dana yang mengalir ke sektor hunian tersebut, BRI tercatat menyumbang penyaluran sebesar Rp 1,774 triliun. Dengan angka tersebut, BRI secara efektif menguasai 49% pangsa pasar realisasi penyaluran KPP nasional, sebuah angka yang menunjukkan efektivitas jaringan dan kepercayaan publik terhadap layanan pembiayaan bank pelat merah ini.

Optimisme Pencapaian Target KUR Perumahan di Tahun 2026

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan optimisme tinggi terhadap performa bank yang dipimpinnya dalam mendukung sektor perumahan tahun ini. Dengan realisasi yang sudah berjalan, BRI mematok target penyaluran KUR Perumahan yang ambisius, yakni mencapai angka Rp 8 triliun hingga akhir tahun 2026. Melihat pergerakan di awal tahun ini, BRI tercatat sudah mengantongi pencapaian sebesar 22% dari target tahunan tersebut dalam waktu yang relatif singkat.

Keyakinan Hery bukan tanpa alasan. Keunggulan komparatif yang dimiliki BRI terletak pada penetrasi pasarnya yang menjangkau hingga ke unit terkecil di daerah-daerah pelosok. "Dengan jaringan yang luas, penyaluran KPR subsidi bisa dilakukan lebih merata dan efektif, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," jelas Hery dalam keterangan resminya. Hal ini membuktikan bahwa strategi jemput bola yang diterapkan BRI sangat relevan dengan kebutuhan MBR yang tersebar di berbagai wilayah geografis Indonesia.

Apresiasi Pemerintah Atas Peran Strategis BRI Bagi Rakyat

Kinerja gemilang BRI ini tidak luput dari pantauan pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi BRI dalam memfasilitasi kebutuhan papan bagi rakyat kecil. Tren penyaluran pembiayaan yang terus menanjak dari tahun ke tahun menjadi bukti nyata bahwa BRI serius dalam mengemban misi sosial di samping misi bisnisnya.

Data menunjukkan lompatan yang signifikan dalam jumlah unit hunian yang dibiayai oleh BRI. Jika pada tahun 2024 BRI memberikan pembiayaan untuk sekitar 16.000 unit rumah subsidi, jumlah tersebut melonjak dua kali lipat menjadi 32.000 unit pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, target yang dipasang jauh lebih besar, yakni mencapai 60.000 unit rumah subsidi. Menteri Maruarar menekankan bahwa angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jumlah warga yang mendapatkan hak hidup layak. “Artinya, 60.000 rakyat akan mendapatkan rumah. Terima kasih untuk BRI atas kontribusinya,” puji Maruarar.

Rekam Jejak Penyaluran KPR Subsidi dan Kontribusi FLPP

Kontribusi masif BRI terhadap sektor perumahan sebenarnya telah terlihat secara konsisten pada periode-periode sebelumnya. Menilik data tahun 2025, realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui BRI berhasil menembus angka Rp 16,16 triliun. Dana tersebut telah tersalurkan kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh penjuru Indonesia, yang sebagian besar merupakan masyarakat yang membutuhkan dukungan finansial untuk memiliki rumah pertama.

Yang menarik, mayoritas dari penyaluran tersebut—yakni sebesar 97%—dilakukan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema ini merupakan instrumen utama pemerintah untuk memastikan bunga cicilan tetap rendah dan terjangkau bagi MBR. Keberhasilan BRI dalam mengelola porsi FLPP yang begitu besar menjadikannya mitra strategis pemerintah yang paling efektif dalam mendukung target ambisius program tiga juta rumah nasional.

Memperkuat Ekosistem Perumahan Nasional Lewat Jaringan Luas

Keunggulan BRI dalam menguasai hampir setengah pasar kredit perumahan nasional juga didorong oleh ekosistem layanan yang terintegrasi. Dengan basis nasabah yang masif, BRI mampu memetakan potensi kebutuhan hunian secara lebih akurat dibandingkan pesaingnya. Jaringan layanan yang menyentuh pelosok daerah memudahkan masyarakat di pedesaan atau kota kecil untuk mengakses informasi dan mengajukan perumahan subsidi tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat kota.

Hery Gunardi menegaskan bahwa efektivitas penyaluran ini adalah buah dari kerja keras dalam membangun sistem pendukung yang andal. Dengan pencapaian 22% dari target tahunan di bulan-bulan awal, BRI diprediksi akan melampaui target unit rumah subsidi yang ditetapkan. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi neraca keuangan bank, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata dalam mengurangi ketimpangan kepemilikan hunian di Indonesia.

Menatap Masa Depan Kedaulatan Papan Bersama BRI

Langkah BRI di tahun 2026 ini memberikan sinyal positif bagi industri properti dan perbankan tanah air. Dominasi 49% penyaluran KPP nasional menjadi standar baru bagi perbankan lain untuk turut serta aktif dalam pembiayaan sektor produktif dan sosial. Fokus BRI pada MBR melalui skema FLPP membuktikan bahwa profitabilitas dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan dengan harmonis.

Ke depan, tantangan penyediaan rumah bagi rakyat diperkirakan akan semakin besar seiring dengan pertumbuhan penduduk dan harga lahan. Namun, dengan komitmen yang ditunjukkan BRI dan sinergi yang kuat bersama Kementerian PKP, target 60.000 unit rumah di tahun ini tampak semakin realistis untuk dicapai. Kehadiran BRI di garda terdepan pembiayaan hunian memastikan bahwa impian "rumah untuk semua" bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang bisa digenggam oleh puluhan ribu rakyat Indonesia setiap tahunnya.

Terkini