9 Makanan Terbaik untuk Redakan Diare dan Cegah Dehidrasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 08:51:46 WIB
9 Makanan Terbaik untuk Redakan Diare dan Cegah Dehidrasi

JAKARTA - Diare adalah kondisi yang bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting, seperti natrium dan kalium. Kehilangan cairan yang berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi, rasa lemas, dan gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. 

Hal ini bisa sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia. Namun, dengan pemilihan makanan yang tepat, Anda bisa meredakan gejala diare dan mencegah dehidrasi. 

Berikut adalah beberapa makanan yang bisa membantu mempercepat pemulihan dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

1. Pisang untuk Menyerap Cairan Berlebih di Usus

Pisang menjadi salah satu makanan yang paling sering dianjurkan saat diare. Kandungan pektin dalam pisang adalah serat larut yang membantu menyerap kelebihan cairan di usus. 

Dengan demikian, pisang dapat membantu mengentalkan tinja yang cair. Selain itu, pisang kaya akan kalium, elektrolit yang sering hilang selama diare. 

Teksturnya yang lembut juga membuat pisang mudah dicerna dan tidak membebani saluran cerna yang sedang sensitif.

2. Nasi Putih Sebagai Sumber Karbohidrat Mudah Dicerna

Nasi putih adalah sumber karbohidrat sederhana yang mudah dicerna oleh tubuh. Kandungan serat yang rendah membuat nasi putih relatif aman untuk dikonsumsi saat diare. 

Selain itu, pati dalam nasi putih bisa membantu melapisi dinding lambung dan usus, yang pada gilirannya akan mengurangi iritasi pada saluran cerna. Mengonsumsi nasi putih juga memberikan energi yang diperlukan tubuh tanpa memperburuk gejala diare.

3. Roti Tawar Sebagai Pilihan Makanan Ringan yang Aman

Roti tawar putih adalah makanan rendah serat yang aman untuk dikonsumsi saat diare. Proses pemanggangan roti tawar membuatnya lebih mudah dicerna oleh tubuh. Roti tawar juga dapat menyerap cairan berlebih di saluran cerna, sehingga membantu mengurangi gejala diare. 

Sebaiknya, hindari roti gandum atau roti dengan biji-bijian karena dapat memperburuk kondisi pencernaan saat diare. Pilih roti tawar yang tidak mengandung mentega atau selai yang tinggi gula untuk menjaga pencernaan tetap nyaman.

4. Kaldu Ayam Hangat untuk Mengganti Cairan yang Hilang

Kaldu ayam hangat tidak hanya membantu menggantikan cairan yang hilang, tetapi juga mengandung elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. 

Selain itu, kaldu ayam dengan tekstur ringan tidak membebani kerja lambung dan usus, sehingga aman dikonsumsi saat diare. 

Untuk hasil terbaik, pilih kaldu ayam yang rendah lemak dan tidak terlalu asin. Kaldu ini sangat bermanfaat untuk mempercepat pemulihan tubuh karena kaya akan mineral dan bisa meredakan dehidrasi.

5. Wortel Rebus yang Mudah Dicerna

Wortel yang direbus hingga lunak lebih mudah dicerna oleh tubuh. Sayuran ini mengandung serat larut yang membantu menyerap kelebihan cairan di usus, yang sangat bermanfaat saat diare. Selain itu, wortel kaya akan vitamin A yang mendukung pemulihan tubuh dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. 

Teksturnya yang lembut membuat wortel menjadi pilihan yang ideal untuk makanan yang tidak membebani saluran cerna yang sensitif selama diare. Anda bisa mengonsumsinya langsung atau mencampurkannya ke dalam sup.

6. Kentang Rebus untuk Menstabilkan Cairan dalam Usus

Kentang rebus tanpa kulit adalah sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan dapat membantu mengikat cairan di dalam usus. Selain itu, kentang mengandung kalium, yang membantu menggantikan elektrolit yang hilang selama diare. 

Pastikan kentang dikonsumsi tanpa tambahan mentega, santan, atau bumbu tajam karena hal tersebut dapat memperburuk gejala diare. Kentang rebus adalah pilihan yang aman dan bergizi saat tubuh membutuhkan pemulihan.

7. Yogurt Tawar untuk Menjaga Keseimbangan Bakteri Usus

Yogurt tawar yang mengandung probiotik dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di usus yang terganggu akibat diare. 

Probiotik sangat penting untuk mempercepat pemulihan pencernaan. Pilih yogurt tanpa tambahan gula dan pastikan mengandung kultur hidup aktif untuk hasil yang maksimal. 

Bagi sebagian orang yang sensitif terhadap laktosa, yogurt juga lebih mudah ditoleransi dibandingkan dengan susu cair, sehingga dapat menjadi alternatif yang lebih aman saat diare.

8. Telur Rebus untuk Mendapatkan Sumber Protein yang Mudah Dicerna

Telur rebus adalah sumber protein yang mudah dicerna dan bermanfaat untuk memperbaiki jaringan tubuh, termasuk saluran cerna. 

Dengan cara memasak yang sederhana, telur rebus tidak membebani sistem pencernaan. Protein dalam telur juga membantu menjaga asupan nutrisi saat tubuh kehilangan banyak energi akibat diare. 

Sebaiknya hindari telur goreng atau telur dengan tambahan minyak dan bumbu berlebihan, karena hal ini dapat memperburuk kondisi pencernaan.

9. Oatmeal Sebagai Makanan Berserat untuk Menyerap Cairan Berlebih

Oatmeal yang dimasak dengan baik mengandung serat larut yang dapat membantu menyerap kelebihan cairan di usus. Oatmeal juga mengandung beta-glukan, jenis serat larut yang membentuk gel di saluran pencernaan dan dapat memperlambat proses pencernaan, sehingga membantu tubuh dalam menyerap nutrisi dengan lebih baik. 

Untuk hasil terbaik, masak oatmeal dengan air, bukan susu, dan pastikan teksturnya sangat lunak untuk memudahkan pencernaan saat diare.

Makanan yang Aman Dikonsumsi Saat Diare untuk Cegah Dehidrasi

Saat mengalami diare, penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dengan memilih makanan yang tepat. Makanan yang disebutkan di atas tidak hanya membantu meredakan gejala diare, tetapi juga mencegah dehidrasi dan mendukung proses pemulihan tubuh. 

Selain itu, pastikan untuk banyak minum air putih dan kaldu untuk menggantikan cairan yang hilang. Dengan pemilihan makanan yang tepat, Anda bisa membantu tubuh pulih lebih cepat dan menghindari risiko dehidrasi yang lebih parah.

Terkini