JAKARTA - Bank Syariah Indonesia kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat untuk tahun 2026 sebagai solusi pembiayaan modal kerja bagi para pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang menginginkan pembiayaan tanpa bunga melalui skema subsidi margin yang sesuai dengan prinsip syariah serta aman dari praktik riba.
Para calon debitur kini dapat melihat rincian angsuran terbaru guna menyesuaikan kemampuan finansial dengan kebutuhan modal usaha yang ingin diajukan melalui kantor cabang bank terdekat.
Pilihan Plafon Pembiayaan Dan Skema Margin Syariah Terbaru
Pemerintah tetap memberikan dukungan penuh melalui subsidi sehingga beban margin yang harus ditanggung oleh nasabah tetap sangat ringan dan kompetitif jika dibandingkan dengan produk perbankan lainnya.
Tersedia berbagai pilihan plafon mulai dari level satu juta rupiah untuk kategori super mikro hingga mencapai seratus juta rupiah bagi kategori usaha kecil yang sudah berkembang pesat.
Skema ini menggunakan akad yang transparan di mana nasabah akan mendapatkan kepastian nilai angsuran yang tetap setiap bulannya hingga masa tenor pembiayaan tersebut berakhir secara resmi.
Simulasi Angsuran Plafon Sepuluh Juta Dan Lima Puluh Juta
Berdasarkan tabel terbaru pada Selasa 10 Februari 2026 bagi nasabah yang mengambil pinjaman sepuluh juta rupiah dengan tenor dua belas bulan maka cicilan bulanannya sangat terjangkau.
Untuk plafon yang lebih besar seperti lima puluh juta rupiah dengan jangka waktu tiga tahun nasabah hanya perlu membayar angsuran sekitar satu koma lima juta rupiah setiap bulan.
Fleksibilitas jangka waktu yang ditawarkan mulai dari satu tahun hingga lima tahun memberikan ruang bagi pengusaha untuk mengatur arus kas perusahaan secara lebih matang dan terencana.
Persyaratan Dokumen Bagi Calon Penerima Manfaat KUR BSI
Masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan wajib menyiapkan dokumen identitas diri seperti kartu tanda penduduk serta kartu keluarga dan surat keterangan usaha yang masih berlaku secara sah.
Bagi pengajuan di atas lima puluh juta rupiah nasabah diwajibkan untuk menyertakan nomor pokok wajib pajak sebagai bagian dari kepatuhan administrasi perpajakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Usaha yang dijalankan harus sudah beroperasi minimal selama enam bulan secara aktif dan memiliki potensi pengembangan yang baik agar proses verifikasi oleh analis bank dapat berjalan lancar.
Keunggulan Pembiayaan Syariah Tanpa Potongan Biaya Provisi
Salah satu daya tarik utama dari KUR BSI adalah ketiadaan biaya provisi yang biasanya dibebankan kepada nasabah saat proses pencairan dana di bank konvensional pada umumnya.
Hal ini memastikan bahwa jumlah dana yang diterima oleh nasabah tetap utuh tanpa potongan yang tidak perlu sehingga dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk membeli keperluan bahan baku usaha.
Proses pengajuan juga semakin dipermudah melalui layanan digital yang memungkinkan calon debitur melakukan simulasi mandiri sebelum memutuskan untuk datang melakukan proses tanda tangan kontrak pembiayaan.
Dampak Penyaluran KUR Terhadap Ekonomi Masyarakat Daerah
Akselerasi penyaluran modal ini diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor-sektor produktif di daerah yang menjadi pilar utama dalam menyokong stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia secara berkelanjutan.
BSI berkomitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan dana semata tetapi juga memberikan pendampingan usaha bagi para pelaku UMKM agar mereka naik kelas menjadi pengusaha yang lebih profesional.
Dengan sinergi antara bank syariah dan pelaku usaha diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat serta tercipta kemandirian ekonomi yang kuat berdasarkan nilai-nilai keadilan dan keberkahan bagi semua pihak.