KSAD Maruli Tegaskan Reward Prajurit Harus Diberikan Tepat Waktu Sesuai Arahan

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:07:47 WIB
KSAD Maruli Tegaskan Reward Prajurit Harus Diberikan Tepat Waktu Sesuai Arahan

JAKARTA - KSAD Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" untuk prajurit menjadi sorotan utama dalam Rapim TNI-Polri Tahun 2026. 

Presiden menekankan pentingnya penghargaan bagi prajurit yang menunjukkan prestasi dan dedikasi luar biasa. Langkah ini bertujuan menjaga motivasi dan semangat juang anggota TNI di berbagai penugasan.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAD, menjelaskan bahwa penghargaan dapat diberikan untuk berbagai bentuk kontribusi, termasuk aksi heroik di lapangan maupun penugasan di daerah bencana. 

“Kalau misalnya ada prestasi, ada yang bekerja di tempat bencana, sangat luar biasa, ya harus dikasih reward biar kebahagiaan anggota itu bisa dapat penghargaan,” ujarnya. Dengan penghargaan, anggota TNI merasa dihargai atas kerja keras dan dedikasinya.

Selain itu, Presiden menekankan agar pemberian penghargaan dilakukan tepat waktu. Tidak perlu menunggu jadwal tertentu, karena tindakan heroik maupun prestasi internasional bisa terjadi kapan saja. Pemberian reward yang fleksibel ini mencerminkan penghargaan nyata bagi jasa dan pengabdian prajurit.

Jenis Penghargaan untuk Prajurit

KSAD Maruli menjelaskan ada beberapa bentuk penghargaan yang bisa diberikan. Kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), penugasan untuk pendidikan, hingga piagam penghargaan dari pimpinan termasuk di antaranya. “Banyak jenisnya, nanti kita klasifikasi,” kata Maruli menegaskan.

Jenis penghargaan dipilih sesuai tingkat prestasi atau kontribusi yang diberikan prajurit. Penugasan di daerah rawan bencana atau keberhasilan di tingkat internasional bisa menjadi pertimbangan utama. Dengan berbagai opsi reward, TNI dapat memastikan setiap jasa dihargai secara adil.

Penghargaan juga menjadi alat motivasi untuk mendorong semangat anggota TNI agar terus berkinerja maksimal. Sistem ini diharapkan menumbuhkan budaya profesionalisme dan kepedulian terhadap tugas. Anggota yang melihat rekan-rekannya dihargai pun terdorong untuk berprestasi lebih baik.

Pemberian Reward Tidak Terikat Waktu

KSAD Maruli menegaskan bahwa pemberian reward tidak harus dilakukan secara berkala. Jika ada aksi heroik, penghargaan bisa diberikan segera tanpa menunggu jadwal tertentu. “Kalau ada kejadian yang heroik sekali, kenapa mesti nunggu-nunggu, ya langsung aja diberikan penghargaan,” ujarnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa penghargaan bukan formalitas, tetapi bentuk apresiasi nyata. Pemberian reward tepat waktu juga meningkatkan moral dan loyalitas anggota TNI. Dengan demikian, anggota TNI merasa dihargai dan tetap termotivasi dalam melaksanakan tugas.

Pendekatan ini juga memudahkan pimpinan untuk menyesuaikan jenis reward dengan situasi lapangan. Misalnya, prestasi di operasi kemanusiaan dapat diberikan penugasan khusus atau piagam. Fleksibilitas ini membuat sistem penghargaan lebih relevan dan adil.

Rapim TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka

Rapim TNI-Polri 2026 digelar di Istana Merdeka, Jakarta, untuk pertama kalinya. Lebih dari 600 pimpinan dari berbagai satuan dan markas TNI-Polri hadir dalam rapat pimpinan tahunan tersebut. KSAD Maruli duduk berbaris bersama Presiden Prabowo dan pimpinan tinggi TNI-Polri lainnya.

Acara ini membahas berbagai isu strategis, termasuk kesejahteraan prajurit dan penguatan kinerja satuan. Selain itu, Rapim juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kolaborasi antar satuan. Presiden menekankan bahwa penghargaan harus menjadi bagian dari budaya TNI yang menghargai prestasi dan pengabdian.

Hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Kapolri. Kehadiran pimpinan ini memperkuat komitmen seluruh jajaran TNI-Polri dalam menjalankan arahan Presiden.

Motivasi dan Profesionalisme Prajurit

Pemberian reward diharapkan mendorong motivasi dan profesionalisme prajurit. Penghargaan mengakui prestasi dan kerja keras, sekaligus menjadi contoh bagi anggota lain. Dengan penghargaan yang tepat, semangat juang dan loyalitas anggota TNI akan semakin meningkat.

KSAD Maruli menegaskan penghargaan adalah bagian dari kesejahteraan yang mencakup aspek moral dan psikologis. Pengakuan terhadap keberanian dan dedikasi prajurit memberi dampak positif bagi kinerja satuan. 

Langkah ini diharapkan memperkuat semangat kolektif, disiplin, dan tanggung jawab anggota TNI dalam menjalankan tugas.

Dengan arahan Presiden Prabowo, TNI menegaskan bahwa reward bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari strategi menjaga moral, profesionalisme, dan kinerja tinggi. Budaya penghargaan yang konsisten akan menjadi fondasi bagi TNI yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Terkini