Stabilitas Harga Pangan Palangka Raya Terjaga, Komoditas Cabai Kian Murah

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:59:08 WIB
Stabilitas Harga Pangan Palangka Raya Terjaga, Komoditas Cabai Kian Murah

JAKARTA - Di tengah bayang-bayang inflasi yang menghantui sejumlah wilayah di Indonesia, kabar menyejukkan datang dari jantung Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya berhasil menunjukkan performa ekonomi yang positif dengan kondisi harga bahan pokok yang tetap "adem" dan terkendali. Bahkan, komoditas cabai yang kerap menjadi momok penyumbang inflasi, kini justru mengalami tren penurunan harga yang signifikan di pasar-pasar tradisional.

Kepastian mengenai kondisi pasar ini didapat setelah Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Pasar Besar Palangka Raya pada Senin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus memantau fluktuasi harga di tingkat pedagang agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pantauan TPID: Harga Kebutuhan Pokok Masih Terkendali

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, yang memimpin langsung pemantauan tersebut, mengungkapkan rasa syukur atas kondisi pasar saat ini. Menurutnya, pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia menilai pergerakan harga komoditas penting di ibu kota provinsi ini masih berada dalam koridor yang wajar dan aman bagi kantong masyarakat.

“Dari hasil sidak dan pemantauan TPID, kami bersyukur harga bahan pokok cenderung stabil. Bahkan, ada beberapa komoditas yang harganya turun,” kata Zaini saat memberikan keterangan kepada awak media. Hasil pemantauan ini menjadi angin segar bagi warga, mengingat stabilitas harga pangan merupakan faktor kunci dalam menjaga ketenangan sosial dan kesejahteraan keluarga.

Daftar Harga Bahan Pokok Berdasarkan Data Dinas Perdagangan

Berdasarkan data resmi dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, kestabilan harga terlihat pada komoditas pangan utama. Beras, yang merupakan kebutuhan paling mendasar, terpantau tidak mengalami gejolak. Beras kualitas medium bertahan di angka Rp14.000 per kilogram, sementara bagi masyarakat yang memilih beras kualitas premium, harga masih tertahan di posisi Rp17.000 per kilogram.

Selain beras, komoditas dapur lainnya seperti gula pasir tetap dipasarkan dengan harga Rp18.000 per kilogram. Untuk sumber protein hewani, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp30.400 per kilogram. Data-data ini menunjukkan bahwa koordinasi antara distributor dan pemerintah daerah berjalan dengan baik dalam menjaga rantai pasok di wilayah tersebut.

Tren Penurunan Harga Cabai: Kontras dengan Daerah Lain

Satu hal yang menarik perhatian dalam sidak kali ini adalah penurunan harga pada keluarga besar cabai. Achmad Zaini mengakui bahwa secara nasional, komoditas cabai sering kali menjadi pemicu kenaikan angka inflasi di berbagai daerah karena harganya yang mudah melonjak akibat faktor cuaca atau distribusi.

“Di beberapa wilayah, cabai dan cabai rawit memang mengalami kenaikan harga dan berpengaruh terhadap inflasi,” ujarnya. Namun, situasi di Palangka Raya justru berbanding terbalik. Ketika daerah lain mungkin sedang kesulitan menekan harga cabai, para pedagang di Pasar Besar Palangka Raya justru mulai menurunkan label harga mereka.

Data menunjukkan penurunan yang cukup terasa bagi para ibu rumah tangga. Harga cabai merah keriting tercatat turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Penurunan harga yang paling mencolok terlihat pada cabai rawit biasa yang kini dibanderol Rp90.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah mengikuti tren serupa, turun dari harga Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

“Untuk Palangka Raya, aneka cabai relatif stabil. Bahkan, cabai rawit dan cabai hijau menunjukkan tren penurunan harga,” jelas Zaini dengan nada optimis. Penurunan ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran harian masyarakat, mengingat cabai merupakan bumbu penting dalam setiap sajian kuliner di tanah air.

Stabilitas Komoditas Daging, Ikan, dan Minyak Goreng

Tidak hanya fokus pada cabai, tim pemerintah juga menyoroti harga komoditas minyak goreng dan produk daging. Untuk kategori minyak goreng, jenis kemasan sederhana dipatok seharga Rp23.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah tetap stabil di angka Rp14.000 per liter. Harga-harga ini masih sesuai dengan ekspektasi pasar dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan mendadak.

Di sektor protein lainnya, harga daging sapi murni masih bertahan pada level Rp140.000 per kilogram. Bagi penggemar ayam kampung, harga berada di posisi Rp80.000 per kilogram. Sedangkan untuk komoditas ikan air tawar, khususnya ikan nila yang banyak dikonsumsi warga Palangka Raya, harganya terpantau di angka Rp47.000 per kilogram. Kestabilan harga ini mencerminkan ketersediaan stok yang mencukupi untuk memenuhi permintaan harian warga.

Upaya Berkelanjutan Pemerintah Kota dalam Menjaga Inflasi

Kondisi harga yang relatif tenang ini tidak lepas dari kerja keras TPID dan dinas terkait dalam mengawasi jalur distribusi barang dari daerah produsen. Pemerintah Kota Palangka Raya berjanji akan terus melakukan intervensi jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar di kemudian hari. Melalui pemantauan intensif di lapangan seperti ini, pemerintah dapat mengambil langkah cepat seperti menggelar pasar murah jika diperlukan.

Achmad Zaini menegaskan bahwa keberhasilan menjaga harga pangan bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan soal memastikan setiap warga mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan harga terjangkau. Ke depannya, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar momentum stabilitas harga ini tetap terjaga dalam jangka panjang.

Kondisi pasar yang kondusif ini tentu diharapkan dapat terus bertahan, sehingga ekonomi lokal Palangka Raya tetap kuat dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat seiring dengan terkendalinya angka inflasi daerah.

Terkini