JAKARTA - Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang masih berfluktuasi, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) justru memilih melaju dengan strategi ekspansi agresif.
Peritel pemilik merek MR. D.I.Y ini memandang tahun 2026 sebagai momentum untuk memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkuat posisinya di sektor ritel kebutuhan rumah tangga yang bersifat esensial dan relevan sepanjang tahun.
Optimisme tersebut tidak berdiri sendiri. Berdasarkan survei Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen pada Januari 2026 berada di level optimis sebesar 127,0, meningkat dibandingkan 123,5 pada bulan sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu sinyal positif yang menguatkan keyakinan manajemen MDIY terhadap prospek konsumsi domestik.
Dengan latar tersebut, MDIY menargetkan pembukaan sedikitnya 270 toko baru sepanjang 2026, melanjutkan tren ekspansi konsisten yang telah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya.
Strategi Ekspansi Nasional Tetap Jadi Fokus Utama
President Director MR. D.I.Y Indonesia, Edwin Cheah, menjelaskan bahwa strategi ekspansi pada 2026 diarahkan untuk memperluas jangkauan nasional secara inklusif. Perusahaan tidak hanya menyasar kawasan perkotaan besar, tetapi juga wilayah yang belum terlayani ritel modern secara optimal.
“Target kami pada 2026 adalah membuka setidaknya 270 toko baru, melanjutkan momentum ekspansi yang konsisten seperti tahun sebelumnya,” ujar Edwin.
Pendekatan tersebut mencerminkan keyakinan perseroan terhadap relevansi model bisnis MR. D.I.Y di berbagai segmen dan wilayah Indonesia. Dengan portofolio produk kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang luas dan terjangkau, perusahaan menilai permintaan tetap terjaga meski kondisi ekonomi mengalami dinamika.
Ekspansi yang merata juga diharapkan memperkuat akses masyarakat terhadap produk fungsional dengan harga bersahabat, sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan bagi perseroan.
Momentum Musiman Tetap Dimanfaatkan Secara Seimbang
Selain fokus pada ekspansi jaringan toko, manajemen MDIY juga mencermati momentum musiman seperti Imlek, Ramadan, dan Lebaran yang kerap menjadi pendorong aktivitas belanja masyarakat. Namun, Edwin menegaskan bahwa kontribusi periode tersebut tetap dikelola sebagai bagian dari kinerja tahunan yang seimbang.
Menurutnya, hari besar keagamaan dan perayaan memang memberikan dorongan tambahan terhadap penjualan, tetapi bukan satu-satunya penentu kinerja perseroan. Kekuatan utama MR. D.I.Y justru terletak pada konsistensi permintaan produk kebutuhan rumah tangga yang digunakan sepanjang tahun.
Dengan strategi tersebut, perusahaan optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang stabil tanpa terlalu bergantung pada lonjakan musiman semata, sehingga bisnis tetap resilien menghadapi perubahan daya beli.
Perubahan Pola Belanja Menjelang Ramadan
Memasuki Ramadan 2026, MDIY melihat adanya perubahan pola belanja konsumen. Konsumen dinilai semakin terencana dan mulai berbelanja lebih awal dibandingkan periode sebelumnya.
Meski cenderung lebih selektif, kondisi ini justru menguntungkan bagi peritel yang menawarkan produk dengan nilai guna jelas dan harga terjangkau.
Edwin menilai tren tersebut mencerminkan perilaku masyarakat yang semakin bijak dalam mengelola pengeluaran di tengah dinamika ekonomi. Produk fungsional dengan harga rasional menjadi prioritas utama dalam keranjang belanja.
“Pola ini mencerminkan perilaku konsumen yang semakin bijak dalam menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi,” kata Edwin.
Untuk menangkap peluang tersebut, MR. D.I.Y menghadirkan berbagai program promosi, baik promo Ramadan maupun promo reguler. Program ini mencakup produk yang relevan dengan kebutuhan keluarga, mulai dari perlengkapan sahur dan berbuka puasa, kebutuhan kebersihan rumah, produk pengisi waktu selama berpuasa, hingga dekorasi dan pembaruan rumah menjelang Lebaran.
Kinerja Keuangan Didukung Ekspansi Berkelanjutan
Langkah ekspansi agresif MDIY tercermin dari capaian pembukaan toko pada periode sebelumnya. Selama Juli hingga September 2025 atau kuartal III/2025, perseroan tercatat membuka 70 toko baru. Jaringan MR. D.I.Y juga menjangkau wilayah baru seperti Barito Timur, Bolaang Mongondow, Hulu Sungai Selatan, Kutai Barat, dan Pesawaran.
Perluasan jaringan tersebut berdampak langsung pada kinerja keuangan perseroan. Pada periode sembilan bulan 2025, pendapatan MDIY tercatat meningkat 17,3 persen menjadi Rp5,77 triliun, dibandingkan Rp4,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan omzet ini ditopang oleh peningkatan permintaan serta ekspansi berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan fondasi bisnis yang berfokus pada kebutuhan sehari-hari, MDIY menilai prospek pertumbuhan masih terbuka lebar.
Ke depan, kombinasi ekspansi jaringan, pemanfaatan momentum musiman secara terukur, serta adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen menjadi pilar utama perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang berkesinambungan sepanjang 2026.