JAKARTA - Satuan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat secara konsisten terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional di berbagai wilayah.
Melalui program inovatif bernama agroforestry, institusi militer ini berupaya mengoptimalkan potensi lahan hutan untuk dikelola menjadi area produktif yang menghasilkan sumber pangan. Langkah strategis tersebut merupakan bentuk sinergi antara pertahanan negara dan upaya mewujudkan kedaulatan pangan yang menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Penerapan sistem tumpang sari ini dilaporkan secara resmi pada hari Senin 9 Februari 2026 sebagai solusi cerdas dalam menghadapi tantangan ketersediaan lahan pertanian saat ini. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan yang ada di tanah air.
Optimasi Lahan Hutan Melalui Sistem Agroforestry
Kepala Staf Angkatan Darat menegaskan bahwa pemanfaatan lahan dengan metode ini memungkinkan penanaman komoditas pangan di sela-sela tanaman tegakan hutan yang sudah ada. Metode agroforestry dipilih karena mampu menjaga keseimbangan alam sambil tetap memproduksi bahan makanan seperti jagung, padi gogo, hingga berbagai jenis sayuran.
Para prajurit di lapangan bekerja sama dengan kelompok tani hutan untuk membuka akses serta mengelola lahan yang selama ini dianggap sebagai area tidak produktif. Pendekatan ini tidak hanya fokus pada hasil panen semata, namun juga memperhatikan aspek konservasi tanah agar kesuburan lahan tetap terjaga untuk jangka panjang.
Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif TNI AD ini karena dianggap sangat efektif dalam memperluas cakupan area tanam di luar lahan sawah konvensional. Keberhasilan program ini di beberapa titik percontohan akan menjadi acuan untuk diterapkan secara lebih luas di seluruh provinsi yang memiliki kawasan hutan luas.
Kolaborasi Prajurit Dan Petani Lokal Di Lapangan
Kunci keberhasilan dari program agroforestry ini terletak pada kolaborasi yang erat antara personel TNI AD dan masyarakat petani di sekitar wilayah tugas. Prajurit berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis serta membantu proses pembukaan lahan hingga masa panen tiba demi memastikan hasil yang sangat maksimal.
Pelibatan masyarakat lokal bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar hutan sehingga mereka memiliki sumber penghasilan tambahan dari hasil pertanian tersebut. Hubungan harmonis antara militer dan rakyat semakin diperkuat melalui kerja sama nyata dalam bidang pangan yang menyentuh langsung aspek kebutuhan dasar hidup.
Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi petani mengenai teknik budidaya tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan. Semangat gotong royong yang tercipta di lapangan menjadi modal kuat bagi bangsa Indonesia untuk segera mencapai kemandirian pangan secara total tanpa bergantung impor.
Kontribusi TNI AD Dalam Ketahanan Pangan Nasional
TNI AD memandang bahwa ketahanan pangan merupakan bagian integral dari ketahanan nasional yang harus dijaga demi stabilitas serta keamanan negara secara menyeluruh. Keterlibatan militer dalam sektor pertanian bukan hal baru, namun metode agroforestry memberikan dimensi baru yang lebih modern serta relevan dengan kondisi lingkungan.
Setiap wilayah kodam di seluruh Indonesia diinstruksikan untuk memetakan potensi lahan di daerah masing-masing yang bisa dikonversi menjadi area ketahanan pangan yang produktif. Hasil panen dari program ini nantinya akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan internal prajurit serta membantu suplai pasar pangan bagi masyarakat umum di sekitarnya.
Langkah konkret ini membuktikan bahwa fungsi TNI tidak hanya terbatas pada operasi militer perang, tetapi juga aktif dalam operasi militer selain perang bagi rakyat. Kontribusi nyata ini diapresiasi oleh berbagai pihak karena dinilai sangat efektif dalam menekan inflasi harga pangan di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau.
Target Jangka Panjang Dan Kelestarian Lingkungan
Visi besar dari program agroforestry TNI AD adalah menciptakan lumbung pangan baru yang berbasis pada kearifan lokal serta tetap menjaga kelestarian fungsi hutan. Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, kontribusi dari sektor ini dapat menutupi kekurangan produksi pangan nasional yang sering terjadi saat cuaca ekstrem.
Pengawasan ketat dilakukan agar pembukaan lahan untuk kepentingan pangan ini tidak merusak fungsi utama hutan sebagai daerah resapan air maupun paru-paru dunia. Penggunaan pupuk organik dan teknik tanam minim olah tanah terus digalakkan untuk memastikan ekosistem di bawah tegakan pohon tetap hidup dan berkembang baik.
Diharapkan dengan adanya program berkelanjutan ini, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik namun juga memiliki cadangan logistik yang sangat kuat. Komitmen TNI AD akan terus berlanjut guna memastikan setiap jengkal tanah di republik ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat.