JAKARTA - Koridor barat Jabodetabek semakin mengukuhkan posisinya sebagai magnet utama bagi para pencari hunian di awal tahun ini.
Dinamika pasar properti residensial di wilayah Tangerang terus menunjukkan tren positif yang sangat signifikan pada semester pertama 2026.
Berdasarkan data riset terbaru, kawasan ini telah menjadi motor penggerak utama bagi pasokan hunian secara nasional saat ini.
Kombinasi antara kebijakan moneter yang mendukung serta strategi adaptif dari pengembang membuat Tangerang kian diminati oleh masyarakat luas.
Lonjakan minat ini dibuktikan dengan dominasi rumah tapak pada segmen menengah yang kini menjadi primadona konsumen.
Dominasi Pasar Properti di Kawasan Tangerang
Laporan dari Cushman & Wakefield bertajuk Market Beat Greater Jakarta Landed Residential menunjukkan fakta menarik mengenai peta persaingan.
Tangerang berhasil menguasai pasar dengan kontribusi pasokan baru mencapai angka 55 persen dari total peluncuran unit.
Cakupan wilayah ini meliputi area Jabodetabek serta Karawang yang terus berkembang pesat mengikuti arah permintaan pasar.
Ekspansi pembangunan kini tidak lagi hanya terpusat pada wilayah Tangerang Selatan yang mulai mengalami titik jenuh.
Pembangunan secara masif mulai merambah ke arah utara dan area pusat kota untuk memenuhi kebutuhan rumah.
Hal ini menandakan bahwa jangkauan pasar properti di wilayah barat Jakarta semakin luas dan juga beragam.
Pergeseran Profil Konsumen ke Segmen Menengah
Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield, Arif Rahardjo, mengungkapkan adanya perubahan struktur kelas hunian yang cukup signifikan.
Segmen menengah dengan kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar kini menjadi pemimpin pasar utama.
Kelompok harga tersebut berhasil meraih porsi sebesar 32 persen dari total keseluruhan unit baru yang diluncurkan.
Kenaikan ini merupakan bentuk respons cepat para pengembang terhadap permintaan konsumen yang konsisten kuat di segmen tersebut.
Sebelumnya, segmen bawah-menengah sempat mendominasi, namun kini posisinya telah tergeser oleh kelas menengah yang lebih stabil.
Permintaan yang kuat ini mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga dengan baik di tengah situasi ekonomi.
Stabilitas Harga Lahan dan Pertumbuhan Properti
Kondisi pasar yang sehat juga didukung oleh indikator makro ekonomi yang terpantau sangat stabil hingga saat ini.
Rata-rata harga lahan di wilayah Jabodetabek tercatat berada pada angka Rp 12.746.152 per meter persegi sekarang.
Kenaikan harga tahunan terpantau sangat moderat yakni hanya sebesar 1,58 persen jika dibandingkan dengan periode tahun lalu.
Pertumbuhan yang bersifat gradual ini memberikan sinyal positif bahwa pasar terhindar dari risiko gelembung atau bubble property.
Pasar yang stabil menjadi alasan kuat mengapa pengembang terus berani merilis produk-produk terbaru mereka ke publik.
Salah satunya adalah langkah PT Modernland Realty Tbk yang meluncurkan unit contoh terbaru di kawasan Kota Modern.
Inovasi Unit Contoh Properti Terbaru Tangerang
Peluncuran unit contoh tipe Alder di Kota Modern pada Sabtu 7 Februari 2026 menjadi bukti nyata agresivitas pengembang.
Langkah ini diambil untuk memberikan gambaran nyata kepada calon pembeli mengenai kualitas hunian yang akan mereka miliki.
Momentum ini juga bertepatan dengan kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan ke level 4,75 persen.
Kebijakan tersebut berdampak positif pada stabilitas bunga KPR perbankan yang terjaga di kisaran 9,1 hingga 9,3 persen.
Kondisi bunga yang stabil tentu meningkatkan kepercayaan diri konsumen untuk segera melakukan transaksi pembelian rumah impian mereka.
Fasilitas pembiayaan yang terjangkau menjadi kunci utama dalam mendorong angka penjualan properti di wilayah Tangerang ini.
Stimulus Pemerintah Memperkuat Daya Beli Masyarakat
Ketahanan pasar hunian sepanjang tahun 2026 ini juga tidak terlepas dari peran besar serta dukungan pihak pemerintah.
Perpanjangan subsidi PPN 100 persen yang direncanakan berlanjut hingga Desember 2027 menjadi angin segar bagi industri properti.
Kebijakan ini berlaku untuk rumah tapak dengan harga maksimal mencapai Rp 5 miliar bagi para konsumen individu.
Stimulus ini secara langsung memperkuat daya beli pasangan muda serta kaum profesional yang bekerja di area perkotaan.
Arif Rahardjo dalam laporannya pada Minggu 8 Februari 2026 menekankan pentingnya faktor kebijakan ini dalam menjaga tren.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, Tangerang diprediksi akan terus menjadi wilayah favorit bagi pengembangan properti di masa depan.